<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481</id><updated>2012-01-28T18:44:20.426-08:00</updated><category term='Mobil Produksi Kompos'/><category term='Posko Hijau Di Surabaya'/><category term='Pilihan Kebijakan Persampahan'/><category term='Kompos'/><category term='Kompos dan Hara Anorganik'/><category term='perkuat Vigor Tanaman melawan Penyakit'/><category term='Recycle'/><category term='Sepakati Pelatihan Pembuatan Kompos'/><category term='Olah sampah di Medan'/><category term='komposter Pengolah Sampah'/><category term='Atasi Bau Membuat Kompos'/><category term='Komposter Di Eropa'/><category term='Aktivator pembuatan Kompos'/><category term='Pengolahan Sampah Berbasis Komunitas'/><category term='Membuat Kompos'/><category term='Selebrity Kompos'/><category term='Usaha Jasa Kebersihan'/><category term='Komposter Di Pameran Tanaman Hias Batam'/><category term='Citra Kompos'/><category term='STIE'/><category term='Komposter Elektrik'/><category term='Cara modern atasi Masalah dari timbulan sampah dan limbah'/><category term='Hobby Baru Gadis Bandung'/><category term='Usaha Membuat Kompos'/><category term='Kompos di Batam'/><category term='Komposter pembuat kompos'/><category term='Mesin Kompos Otomatis'/><category term='Mengelola Sampah Rumah'/><category term='Kebutuhan Kompos'/><category term='Ekonomi Sampah'/><category term='Menumbuhkan Posko Hijau di Tenggarong Kutai Kartanegara'/><category term='Baja Kompos Malaysia'/><category term='Kompos ( compost)'/><category term='Tiga R Manfaatkan Sumberdaya Terbuang'/><category term='Pameran Tanaman Hias Batam'/><category term='Bisnis Kompos'/><category term='Jasa kebersihan'/><category term='Penemu Komposter'/><category term='Peluang Produksi Kompos Di Malaysia'/><category term='Peranan Bakteri Pengurai'/><category term='Green Phoskko Activator'/><category term='Aneka Model Komposter'/><category term='Komposting'/><category term='Kota Tanpa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah'/><title type='text'>Kompos ( Green Phoskko Organic Product)</title><subtitle type='html'>Kompos adalah material hasil suatu penguraian ( dekomposisi) aneka bahan organik yang dapat dipercepat oleh berbagai jenis bakteri, jamur dan ragi dalam kondisi suhu, kelembaban, dan intensitas oksigen tertentu (aerobik atau anaerobik). Kompos yang memenuhi syarat C/N rasio&amp;lt; 20, kadar air dan nutrisi tertentu, dikatagorikan kedalam pupuk organik karena terbuat dari bahan alami yakni berasal dari bahan makhluk hidup ( hewan, manusia dan tumbuhan)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-5511269811644554885</id><published>2011-08-11T09:31:00.000-07:00</published><updated>2011-08-11T09:31:05.900-07:00</updated><title type='text'>Aplikasi Kompos dan Pupuk Kimia secara Tepat Hasilkan Beras Sehat</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;&lt;a href="http://www.pemupukan.info/2006/12/produksi-beras-bebas-kimia-berseka.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-1008971675541767067"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOqpXSRoI/AAAAAAAAHhA/Pd-tr81PIQE/s1600/24919_434344553274_370621588274_5619200_805682_n.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOqpXSRoI/AAAAAAAAHhA/Pd-tr81PIQE/s200/24919_434344553274_370621588274_5619200_805682_n.jpg" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi  pertani padi sawah, penggunaan pupuk kimia jenis urea seolah adalah  wajib. Pupuk identik hanyalah urea, padahal menurut kaidah agronomis,  setiap tanaman, termasuk padi,&amp;nbsp; bagi pertumbuhan dan produksi secara optimal memerlukan  masukan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;hara lengkap unsur makro (NPK), makro sekunder (Mg, S, Ca) dan unsur mikro (Fe, Zn, dll).&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;Namun,  dengan cara berfikir (mindset ) kebanyakan petani Indonesia saat ini,&amp;nbsp; urea sebagai pupuk&amp;nbsp; sumber hara Nitrogen, yang  sesungguhnya lebih berperan hanya pada fase pertumbuhan ( vegetatif), lebih  sering dijadikan sebagai pupuk andalan. Salah satunya, karena sifat  sintetis dari pupuki urea, reaksinya cepat dari sejak penaburan urea,  tiga hari tanaman padi menghijau.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOk12joMI/AAAAAAAAHg8/oSeMr-glwFQ/s1600/24919_434680728274_370621588274_5627925_1146744_n.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOk12joMI/AAAAAAAAHg8/oSeMr-glwFQ/s200/24919_434680728274_370621588274_5627925_1146744_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyaknya  petani menggunakan Urea sudah over dosis, karena tanpa itu konon daun  padi tidak hijau dan telah terjadi penurunan hasil dari biasanya,  membuat subsidi negara, dari tahun ke tahun, memang makin besar.  Padahal, tanah sawah, yang memang sdh over eksploitasi, sebenarnya  kekurangan C Organik lah pangkal penyebabnya, dan bukan kurang nutrisi  pupuk. Bayangkan, jika setiap musim di panen 6 sd 8 ton/ ha gabah, namun  input (pupuk kimia) ke sawah hanyalah 500 kg, tanpa adanya masukan lain  dari bahan organik oleh pengembalian limbah sisa panen dan bahan  organik lain ( sisa makanan manusia, sisa dapur dan sampah organik)  kedalamnya, puluhan tahun sawah itu ditanami, akan dikuras habis  kesuburannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOe_E98KI/AAAAAAAAHg4/tHIilLZArCI/s1600/24919_434344533274_370621588274_5619197_2957667_n.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOe_E98KI/AAAAAAAAHg4/tHIilLZArCI/s200/24919_434344533274_370621588274_5619197_2957667_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal  berbeda dengan keadaan diatas, bagi petani yang menyiapkan bertani  padinya dirancang sebagai usaha ( bisnis) dengan tujuan jangka panjang,  sebagaimana di luasan 10 ha an, sejak tahun 2005 di Ciparay Bandung.  Dengan terlebih dahulu menetapkan segmen pasar beras yang akan  dihasilkannya yakni konsumen beras sehat, dirancanglah usaha produksi  dan membuat &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=36" style="color: blue;"&gt;beras BerSeka ( beras sehat bebas kimia). &lt;/a&gt;Guna  memenuhi tren permintaan konsumen tersebut, kemudian digunakan paket  teknologi untuk penciptaan kualitas beras bebas kimia, rasa enak dan  pulen, dengan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;memberikan kompos, pupuk organik cair &lt;/a&gt;dan  pupuk tablet Gramalet Padi.&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;Aplikasi kompos dan pupuk kimia secara  tepat, &lt;/a&gt;pemupukan terpadu dengan pupuk anorganik dikombinasi pupuk  organik kompos, pada padi sawah, telah menampakan hasil berbeda akan hal  vigor tanaman lebih kekar, malai dengan gabah lebih bernas, perolehan  rendemen beras meningkat hingga rataan 77 persen dari gabah kering  giling (GKG) dan rasa nasi jadi pulen dan enak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOYyXS1JI/AAAAAAAAHg0/hmXivLx4ToI/s1600/24919_434344518274_370621588274_5619194_1499918_n.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOYyXS1JI/AAAAAAAAHg0/hmXivLx4ToI/s200/24919_434344518274_370621588274_5619194_1499918_n.jpg" width="168" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan  rancangan usaha seperti itu, Ibu Tuti di Ciparay dan banyak petani lainnya di wilayah Bandung Selatan tidak lagi dipusingkan  dengan kenaikan harga maupun keberadaan urea (kimia sintetis) maupun  sulitnya memasarkan gabah, sebagaimana dialami para petani padi pada  umumnya. Kini, makin banyak konsumen beras sadar kesehatan, bahayanya  residu kimia berlebihan pada beras atau nasi yang dimakannya. Jadi  maunya beras, yang aman dari residu kimia dan pestisida. Dengan aplikasi  pupuk tablet ( kimia) namun&amp;nbsp; dosis tepat, dibenamkan tanpa ada pupuk  terbuang, di kombinasikan dengan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;aplikasi kompos&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;ini, me mudahkan dalam penjualan berasnya. Dan, harganya pun, lebih mahal pula dibanding beras umum di pasaran*)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-5511269811644554885?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;sort=2a&amp;language=ID' title='Aplikasi Kompos dan Pupuk Kimia secara Tepat Hasilkan Beras Sehat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/5511269811644554885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2011/08/aplikasi-kompos-dan-pupuk-kimia-secara.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/5511269811644554885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/5511269811644554885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2011/08/aplikasi-kompos-dan-pupuk-kimia-secara.html' title='Aplikasi Kompos dan Pupuk Kimia secara Tepat Hasilkan Beras Sehat'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOqpXSRoI/AAAAAAAAHhA/Pd-tr81PIQE/s72-c/24919_434344553274_370621588274_5619200_805682_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-3592704804195271322</id><published>2011-06-27T12:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-27T12:57:26.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menumbuhkan Posko Hijau di Tenggarong Kutai Kartanegara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='STIE'/><title type='text'>STIE, Menumbuhkan Posko Hijau di Tenggarong Kutai Kartanegara</title><content type='html'>&lt;h1 style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;STIE Kerjasama PKBM Lakukan Pemanfatan Sampah&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2011-06-24&amp;nbsp; 05:38:38&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;img alt="" height="285" src="http://www.poskotakaltim.com/media/stan_STIE_Tenggarong2.jpg" style="float: left; margin-left: 6px; margin-right: 6px;" width="410" /&gt;TENGGARONG,  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tenggarong sebagai salah satu  Perguruan Tinggi (PT) di Kabupaten Kutai Kartanegara terus memacu dalam  upaya peningkatan sumber daya manusia, tidak hanya dalam batas di ruang  lingkup perguruan tinggi, namun juga diberikan keahlian dalam penciptaan  social entrepreneurship (kewirausahaan masyarakat).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pengembangan  kewirausahan masyarakat tersebut dilakukan dengan pemanfaatan sampah dan  pengelohan solar cell (tenaga surya) yang sejauh ini terus diterapkan,  yang muaranya untuk menciptakan penberdayaan masyarakat secara jangka  panjang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-oIw3eqteMlU/TgjfC7gFQ3I/AAAAAAAAJwo/5cgpid_m45M/s1600/SUC30007.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="192" src="http://4.bp.blogspot.com/-oIw3eqteMlU/TgjfC7gFQ3I/AAAAAAAAJwo/5cgpid_m45M/s200/SUC30007.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Dikota kota berkembang sampah menjadi bagian problem  masyarakat, jika kondisi sampah tidak dimanfaatkan secara baik maka tak  jarang malah akan merusak ekologi. Olah karenanya, kemajuan ekonomi  bertumbuh diharapkan juga tidak merusak tatanan ekologi,” kata Yogi  Akbar Dosen pengajar STIE Tenggarong, kepada wartawan Kamis (23/6)  kemarin siang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Yogi menjelaskan, melalui &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;pemanfaatan sampah tersebut  diolah menjadi pupuk organic &lt;/a&gt;yang memiliki manfaat besar. Pupuk yang  dihasilkan tersebut padat dan cair. Yang mempunyai manfaat untuk  kesuburan tamanan dan kesuburan tanah.”Pupuk padat misalnya bisa untuk  menyuburkan tanaman, seperti tanaman sawit maupun karet. sementara untuk  yang cair bias untuk mengembalikan kesuburan tanah,” kata Yogi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7ZuY7yQzrIU/Tgje_2U06gI/AAAAAAAAJwg/nyqd4Os5V-8/s1600/SUC3003811.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://3.bp.blogspot.com/-7ZuY7yQzrIU/Tgje_2U06gI/AAAAAAAAJwg/nyqd4Os5V-8/s200/SUC3003811.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Menurut  Yogi melalui program tagline "Lets Grow Green", STIE mengajak mahasiswa  menyelamatkan lingkungan. Mahasiswa merupakan bagian agen-agen hijau  yang sepatutnya memiliki tanggungjawab untuk terus melestarikan  lingkungan agar tetap hijau dan menularkan keahlian dan pengetahuan itu  kepada warga masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;"Sejauh ini kami juga bermitra dengan PKBM  (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Puteri Karang Melenu di Loa Kulu.  Kami &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;membuat Posko (kompos kota) hijau. &lt;/a&gt;Sampah yang dikumpulkan diolah  menjadi pupuk sehingga mempunyai nilai tambah ekonomi bagi warga," papar  Yogi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-KVu01y254aY/TgjfB5lAe7I/AAAAAAAAJwk/r8j6fQGkZqg/s1600/Penas+Kutai+%252814%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://3.bp.blogspot.com/-KVu01y254aY/TgjfB5lAe7I/AAAAAAAAJwk/r8j6fQGkZqg/s200/Penas+Kutai+%252814%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;PENAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Momen Penas sepertinya menjadi momen penting untuk  memperkenalkan program yang ada di STIE Tenggarong. Dalam even tersebut&amp;nbsp;  STIE juga membuka stan dan memamerkan hasil pengolahan sampah yang  dikelola di Posko Hijau Loa Kulu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Selain pengolahan sampah,  pemanfaatan tenaga surya menjadi kegiatan berikutnya guna menyelamatkan  kerusakan ekologi. "Melalui program tenaga surya, kita memperkenalkan di  daerah pedalaman Kukar dimana ketersediaan listrik belum terpenuhi.  Kedepannya kita juga tak menutupkemungkinan akan bermitra dengan  beberapa perusahaan dalam memasarkan produk tenaga surya kepada warga  pedalaman,” tambahnya. (awi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;http://www.poskotakaltim.com/berita/read/12682-stie-kerjasama-pkbm-lakukan-pemanfatan-sampah.html&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-3592704804195271322?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41' title='STIE, Menumbuhkan Posko Hijau di Tenggarong Kutai Kartanegara'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/3592704804195271322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2011/06/stie-menumbuhkan-posko-hijau-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/3592704804195271322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/3592704804195271322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2011/06/stie-menumbuhkan-posko-hijau-di.html' title='STIE, Menumbuhkan Posko Hijau di Tenggarong Kutai Kartanegara'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-oIw3eqteMlU/TgjfC7gFQ3I/AAAAAAAAJwo/5cgpid_m45M/s72-c/SUC30007.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-6120120258017567070</id><published>2011-03-04T10:39:00.000-08:00</published><updated>2011-04-16T08:36:55.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara modern atasi Masalah dari timbulan sampah dan limbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Kompos Otomatis'/><title type='text'>Mesin Kompos Otomatis, Cara modern atasi Masalah dari timbulan sampah dan limbah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-4rO3dt0uQyY/TXEtHNLcO5I/AAAAAAAAI9A/ONxL38r9-Bs/s1600/SUC30152.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-US71qUPAUq0/TXEtk_m_s3I/AAAAAAAAI9I/0HpfdVBMlr8/s1600/Mesin+Kompos+ARK+1000L.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TJioEDWAcN4/Tam3LFOwPmI/AAAAAAAAJGs/2CNkGK72Mhc/s1600/ARK+1000L+-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="http://1.bp.blogspot.com/-TJioEDWAcN4/Tam3LFOwPmI/AAAAAAAAJGs/2CNkGK72Mhc/s200/ARK+1000L+-1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;Mesin  kompos&amp;nbsp; otomatis Biophoskko® ARK-1000L &lt;/a&gt;dengan  dimensi ( tinggi =   180 cm, lebar = 165 cm, panjang = 280 cm) terbuat  dari logam, serat   fiber resin, peredam, outlet terminal untuk motor 1  fasa atau 3 fasa,   terminal outlet untuk listrik kipas (exhaust fan),  kran elektrik&amp;nbsp; 2  buah, sensor suhu, panel kontrol, dan peralatan aerasi  lainnya. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;ARK-1000L   merupakan solusi tepat dan sempurna untuk memproses berbagai jenis   bahan organik menjadi kompos,&lt;/a&gt;  yakni material yang memiliki sifat  seperti  halnya tanah atau humus,  yang sangat penting guna memulihkan  siklus  materi dalam ekosistem.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mVg-KMacjg0/Tam3dMRp7GI/AAAAAAAAJGw/HjaL_ZLypX8/s1600/Decomposition+Process.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://2.bp.blogspot.com/-mVg-KMacjg0/Tam3dMRp7GI/AAAAAAAAJGw/HjaL_ZLypX8/s200/Decomposition+Process.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai  jenis bahan organik  yang dapat  diproses pada mesin ini adalah semua  bahan limbah yang  berasal dari  makhluk hidup seperti sampah rumah  tangga ( foodwaste,  tinja, urin,  sampah halaman) dan limbah pertanian (  sisa tanaman,  ranting dan kayu  kecil, serbuk gergaji, kayu chip),  limbah ternak (  kotoran, sisa pakan,  limbah pakan, daging hewan dan  ikan) dan bahan  organik lainnya&amp;nbsp; sisa aktivitas manusia. Kategori  material organik (  material yang dapat diuraikan kembali ke alam)   termasuk sisa-sisa  makanan, kertas, residu tulang ikan, kulit buah,   potongan sayuran, dan  berbagai jenis material sisa aktivitas manusia  yang berasal dan terbuat  dari makhluk hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-4rO3dt0uQyY/TXEtHNLcO5I/AAAAAAAAI9A/ONxL38r9-Bs/s1600/SUC30152.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193" src="https://lh6.googleusercontent.com/-4rO3dt0uQyY/TXEtHNLcO5I/AAAAAAAAI9A/ONxL38r9-Bs/s200/SUC30152.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;Kemampuan  mesin kompos tipe ARK-1000L&lt;/a&gt;   adalah mengurai bahan organik hanya  dalam 5 hari menjadi kompos.   Proses dekompisisi akan selesai, dan  kapasitasnya dapat ditingkatkan   lagi dengan cara penambahan sampah  maupun bahan organik lainnya setiap  saat terdapat ruang dalam tabung  karena menyusutnya bahan selama masa  penguraian (dekomposisi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengubah   sampah organik  menjadi sesuatu yang berguna untuk pemeliharaan   kesuburan tanah dan  sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman di sekitar   lingkungan seperti  hotel, restoran, lingkungan publik, hutan,   perkebunan, dll. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;Kompos&lt;/a&gt;   juga dapat dijual secara komersial untuk petani,  pemilik taman,  kepada  semua orang yang memiliki hobi berkebun, keperluan  perkebunan,   keperluan hobi dan pemulihan lahan pertambangan maupun  pembukaan hutan   lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-US71qUPAUq0/TXEtk_m_s3I/AAAAAAAAI9I/0HpfdVBMlr8/s1600/Mesin+Kompos+ARK+1000L.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://lh4.googleusercontent.com/-US71qUPAUq0/TXEtk_m_s3I/AAAAAAAAI9I/0HpfdVBMlr8/s200/Mesin+Kompos+ARK+1000L.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Sederhana  dan mudah untuk  menerapkan  cara modern dalam pengolahan sampah ini.  Siapkan sampah atau  aneka jenis  material organik 3 m³ ( meter kubik)  atau setara berat  sekitar 1 ton.  Pertama, sampah atau bahan organik  harus dipotong-potong  kecil ( sekitar  10-15 mm) dengan menggunakan  pisau atau mesin perajang  atau pencacah.  Masukkan langsung ke ARK  komposter Rotary Klin. Dalam  wadah yang berbeda  siapkan 1 kg ( 0, 1%  dari berat sampah organik) &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;aktivator  kompos Green Phoskko® ( GP-1),&amp;nbsp;&lt;/a&gt;  tambahkan molases atau tetes tebu  untuk 9 sendok dan  dicampur hingga  merata dan simpan selama 2-4 jam.  Setelah membuat  larutan aktivator,  tuangkan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;Activator  Kompos Green Phoskko® ( GP-1)&lt;/a&gt;  setelah dilarutkan tersebut ke dalam  tumpukan material organik dalam  komposter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada  hari  ke 3 sampai 5 proses dekomposisi  memperlihatkan gejala panas (  hingga  70 derajat celcius) , ditandai uap  muncul, dan terlalu  tingginya suhu  akan membuat berputarnya aeration  tool secara otomatis  setiap kali suhu  lebih dari 55 derajat celcius.  Pada Hari ke-5 - 7  jika suhu dibawah 30  derajat celcius atau telah  dianggap sudah dingin,  kran pintu bagi  pengeluaran pupuk cair akan  terbuka secara otomatis.  Setelah cairan  dari proses aerobik keluar  semua, selanjutnya  mengeluarkan kompos padat  dari dalam rotary kiln (  komposter) . Simpan  di tempat sejuk dan tetap  tertutup Dalam beberapa  hari kemudian ( 7  hari) , bahan kompos akan  kering dan gembur. Saring  atau ayak untuk  memisahkan berbagai jenis  ukuran sesuai keperluan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-hlUjYkPkG-w/TXEstn9jCXI/AAAAAAAAI88/LuYAvBdYoxQ/s1600/8+%25282%2529.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://lh3.googleusercontent.com/-hlUjYkPkG-w/TXEstn9jCXI/AAAAAAAAI88/LuYAvBdYoxQ/s200/8+%25282%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Alat  mesin &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;Biophoskko®   ARK-1000L&lt;/a&gt; ini memiliki kemampuan khusus:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.  dapat  berjalan secara  otomatis bergerak dan memutar berdasar jadwal  sesuai  keperluan dalam  pembuatan kompos, yang dalam hal ini  disesuaikan dengan  jenis bakteri  pengurai misalnya setiap pagi, sore  dan malam hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.  membuka  dan menutup katup kran  untuk melepaskan pupuk organik cair  pada hari -5 (  dapat diatur  kembali berdasarkan permintaan) .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.  Kipas listrik (  exhaust fan) dapat  menyala otomatis jika suhu dalam  komposter lebih  tinggi dari keperluan  agar bakteri melakukan  dekomposisi bahan organik.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="https://lh4.googleusercontent.com/-L70_ziIJyQE/TXEzs1zLikI/AAAAAAAAI9U/xcXFWANZd_c/s1600/SUC30175.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-6120120258017567070?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41&amp;sort=2a&amp;language=ID' title='Mesin Kompos Otomatis, Cara modern atasi Masalah dari timbulan sampah dan limbah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/6120120258017567070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2011/03/mesin-kompos-otomatis-cara-modern-atasi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/6120120258017567070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/6120120258017567070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2011/03/mesin-kompos-otomatis-cara-modern-atasi.html' title='Mesin Kompos Otomatis, Cara modern atasi Masalah dari timbulan sampah dan limbah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TJioEDWAcN4/Tam3LFOwPmI/AAAAAAAAJGs/2CNkGK72Mhc/s72-c/ARK+1000L+-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-8934931709505749799</id><published>2010-12-28T17:32:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T17:43:08.115-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perkuat Vigor Tanaman melawan Penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompos dan Hara Anorganik'/><title type='text'>Kompos dan Hara Anorganik,  perkuat Vigor Tanaman melawan Penyakit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRqOqpkMLuI/AAAAAAAAIQU/9Pa-Xbu3zgY/s1600/Penyul+Cjr.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRqOqpkMLuI/AAAAAAAAIQU/9Pa-Xbu3zgY/s200/Penyul+Cjr.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOk12joMI/AAAAAAAAHg8/oSeMr-glwFQ/s1600/24919_434680728274_370621588274_5627925_1146744_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;Fenomena di lapangan dengan banyaknya petani (padi sawah) menggunakan pupuk N (urea) over dosis, dari rekomendasi rataan per Ha/musim = 250 kg diaplikasi hingga lebih 500 kg/Ha bahkan lebih, sangat mengkhawatirkan jika dilihat dari kepentingan perkuatan vigor tanaman terhadap serangan penyakit. Anggapan para petani, tanpa penambahan dosis urea itu, konon daun padi maupun jagung tidak hijau dan telah terjadi penurunan hasil dari biasanya, harus segera mendapat pencerahan. Kondisi berlebihan, dosis pupuk kimia, bukan saja membuat subsidi negara kepada pupuk, dari tahun ke tahun, akan  makin besar melainkan juga, eksploitasi sawah melalui masukan dosis tinggi pupuk kimia akan menurunkan kemampuan tanaman melawan penyakit. Padahal, tanah sawah, yang memang sudah over eksploitasi, sebenarnya kekurangan C Organik menjadi pangkal penyebab dari penurunan produktivitas, dan bukan kurang nutrisi pupuk. Bayangkan, jika setiap musim di panen 6 sd 8 ton/ ha gabah, namun input (pupuk kimia urea, SP dan KCL) ke sawah  500 kg, tanpa adanya masukan lain dari bahan organik oleh pengembalian limbah sisa panen dan bahan organik lain ( sisa makanan manusia, sisa dapur dan sampah organik) kedalamnya, puluhan tahun sawah itu ditanami, akan dikuras habis kesuburannya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOe_E98KI/AAAAAAAAHg4/tHIilLZArCI/s1600/24919_434344533274_370621588274_5619197_2957667_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOe_E98KI/AAAAAAAAHg4/tHIilLZArCI/s200/24919_434344533274_370621588274_5619197_2957667_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal berbeda dengan keadaan umum petani diatas, bagi yang menyiapkan bertani padinya dirancang sebagai usaha (bisnis). Dengan tujuan&amp;nbsp; pemeliharaan tanah secara jangka panjang, petani di luasan 10 ha, sejak tahun 2005 di Ciparay Bandung, ibu Tuti melakukannya secara berbeda. Dengan terlebih dahulu menetapkan segmen pasar beras yang akan dihasilkannya yakni konsumen &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=36"&gt;beras sehat,&lt;/a&gt; dirancanglah usaha produksi dan membuat&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=36" style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: #45818e;"&gt;beras BerSeka ( beras sehat).&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guna memenuhi tren permintaan konsumen tersebut, kemudian digunakan &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOk12joMI/AAAAAAAAHg8/oSeMr-glwFQ/s1600/24919_434680728274_370621588274_5627925_1146744_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQLOk12joMI/AAAAAAAAHg8/oSeMr-glwFQ/s200/24919_434680728274_370621588274_5627925_1146744_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;paket teknologi untuk penciptaan kualitas beras sehat, rasa enak dan pulen, dengan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt; memberikan kompos, pupuk organik cair &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43" style="color: blue;"&gt;pupuk tablet Gramalet Padi&lt;/a&gt;.  Pemanfaatan kompos dan pupuk kimia secara tepat, atau pemupukan terpadu dengan pupuk anorganik dikombinasi pupuk organik kompos, pada padi sawah, telah menampakan hasil berbeda. Vigor tanaman lebih kekar, malai dengan gabah lebih bernas, perolehan rendemen beras meningkat, hingga rataan 77 persen dari gabah kering giling (GKG). Dan,&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=36"&gt; rasa nasi jadi&amp;nbsp; lebih pulen  enak.&lt;/a&gt; Kombinasi kompos &lt;span style="color: blue;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43" style="color: blue;"&gt;unsur hara anorganik&lt;/a&gt; dari pupuk tablet Gramalet, pada tanaman padi&amp;nbsp; dan jagung, menunjukkan adanya perkuatan vigor tanaman. Lebih lanjut, perkuatan vigor tanaman telah menunjukkan, menurunnya intensitas OPT, naiknya kemampuan melawan penyakit. Menurunnya intensitas&amp;nbsp; organisme pengganggu tanaman (OPT), ditunjukan oleh pengamatan visual. Sawah, dengan aplikasi pupuk tunggal berupa Urea, SP dan KCL, di sekitar lokasi Ibu Tuti, terkena serangan wereng, padahal, saat sama, sawah dengan aplikasi kompos dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43" style="color: blue;"&gt;Gramalet tablet &lt;/a&gt;memiliki penampilan kekar dan tidak roboh oleh angin kencang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOYY2PYwf0I/AAAAAAAAGaM/PSZhPQoq0lw/s1600/Uji+Tanah+%252824%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOYY2PYwf0I/AAAAAAAAGaM/PSZhPQoq0lw/s200/Uji+Tanah+%252824%2529.JPG" width="176" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43"&gt;Dosis Tablet Pada Padi Sawah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43" style="color: blue;"&gt;tablet Gramalet Padi,&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;dengan dosis 120 kg ( varietas lokal dan unggul) atau 160 kg ( padi hibrida), akan terdapat penghematan nasional atas urea, SP dan KCl. Cara aplikasi &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43"&gt;Pupuk Gramalet Padi &lt;/a&gt;adalah dengan membenamkan 3 gr &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43"&gt;pupuk Gramalet® Padi (&lt;/a&gt;1 butir @ 3 gr) diantara/ ditengah-tengah 4 rumpun padi, pada kedalaman sekitar 5 cm dari permukaan tanah. Penggunaan aplikator urea tablet, misalnya, juga dapat membantu percepatan pembenaman. Aplikasi dosis 3 gram tablet&amp;nbsp; pada setiap 4 rumpun jangan melebihi dosis yang ditetapkan. Caranya, lewati 1 antara 4 rumpun, yaitu kesamping kiri dan kanan maupun ke depan dan belakang. Sawah dalam keadaan pengairan macak – macak dan waktu pemupukan pada ( 3 – 14 ) HST ( Hari Setelah Tanam) direkomendasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;pupuk organik, berupa kompos padat,&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;dilakukan dengan cara menabur pada lahan sawah sesaat pemupukan tablet. Sementara,&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;pupuk organik cair &lt;/a&gt;dilakukan dengan cara disemprotkan ke arah daun dan batang, setiap minggu, atau di saat dirasakan perlu. &amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: blue;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43"&gt;Dosis Tablet Pada Tanaman Jagung&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRqNQkeovLI/AAAAAAAAIQE/rjzBtkJoSWQ/s1600/Kompos2-1+%252851%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRqOOzE0FZI/AAAAAAAAIQM/EjvIFm93u5E/s1600/DSC006066-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="181" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRqOOzE0FZI/AAAAAAAAIQM/EjvIFm93u5E/s200/DSC006066-1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOYkZVOtEgI/AAAAAAAAGas/2dU7xy0FkG8/s1600/Aplikasi+Jagung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOYkZVOtEgI/AAAAAAAAGas/2dU7xy0FkG8/s200/Aplikasi+Jagung.jpg" width="158" /&gt;&lt;/a&gt;Dosis &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43" style="color: blue;"&gt;pupuk tablet Gramalet® Jagung&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; t&lt;/span&gt;ergantung pada varietas dan jarak tanam. Bagi varitas berumur dalam ( ± 110 hari) - seperti Harapan Bogor, Composite, populasi optimum adalah ± 50.000 tanaman/ ha, dengan jarak 100 x 40 cm, akan memerlukan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43" style="color: blue;"&gt;dosis Gramalet® Jagung &lt;/a&gt;150 kg/ Ha atau benamkan antara 2 rumpun sebanyak 2 tablet ukuran 3 gram/ tablet apabila 2 benih tanaman per lubang. Sedangkan dengan jarak tanam 75 x 25 cm, dengan 1( satu) benih tanaman jagung per lubang, benamkan 1 tablet 3 gram diantara 2 rumpun pada kedalaman 10 cm atau dosis setara dengan 75 Kg Gramalet® Jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Varietas jagung berumur tengahan ( 80 - 90 hari) - misalnya Panjalinan dan Genjah Kretek, optimum populasi adalah 70.000 pohon/ ha, ditanam dengan jarak tanam 75 x 20 cm dengan 1 ( satu) butir benih per lubang agar benamkan 1 tablet pupuk Gramafix Jagung diantara 2 batang. Bagi 1 tablet diantara 2 rumpun jagung dengan 1 benih/ lobang/ rumpun, akan diperlukan dosis 105 Kg pupuk Gramafix Jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRqOa2zqtII/AAAAAAAAIQQ/i2oCn8wYkmM/s1600/SV403720.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRqOa2zqtII/AAAAAAAAIQQ/i2oCn8wYkmM/s200/SV403720.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagi varietas  berumur genjah ( 70 - 80 hari ) seperti Genjah Madura, populasi dapat ditingkatkan sampai 100.000 tanaman/ ha, bahkan pada tanah subur, populasi dapat mencapai 200.000 tanaman/ ha, dengan jarak tanam 50 x 20 cm atau 50 x 10 cm dengan 1 ( satu) tanaman per lubang; Benih ditanam 2 -3 biji per lubang, kemudian diperjarang pada umur 2 - 3 minggu setelah tanam, di mana ditinggalkan tanaman yang tegap dan sehat saja sehingga mencapai populasi yang diinginkan sesuai dengan jarak tanam yang digunakan dan penanaman benih adalah 3 butir/ lobang. Dengan 3 lobang / rumpun, benamkan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43" style="color: blue;"&gt;1 tablet pupuk Gramaflet Jagung diantara 2 rumpun &lt;/a&gt;atau dosis per Ha akan setara dengan 150 Kg/ Ha bagi populasi 100.000 pohon/ Ha dan dosis 300 kg/ Ha bagi populasi jagung hingga 200.000 pohon/ Ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRqNQkeovLI/AAAAAAAAIQE/rjzBtkJoSWQ/s1600/Kompos2-1+%252851%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRqNQkeovLI/AAAAAAAAIQE/rjzBtkJoSWQ/s200/Kompos2-1+%252851%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Penggunaan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;pupuk organik, berupa kompos padat,&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;dilakukan dengan cara menabur pada lahan sawah sesaat pemupukan tablet. Sementara,&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;pupuk organik cair &lt;/a&gt;dilakukan dengan cara disemprotkan ke arah daun dan batang, setiap minggu, atau di saat dirasakan perlu.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya,&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pupukkebun.biz/2010/12/pemupukan-kombinasi-pupuk-organik-dan.html#links"&gt;Pupuk Kebun ( Memadu Organik dan Anorganik): Pemupukan Kombinasi Pupuk Organik dan Anorganik, Hasilnya Beras Sehat&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-8934931709505749799?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.pupukkebun.biz/2010/12/pemupukan-kombinasi-pupuk-organik-dan.html#links' title='Kompos dan Hara Anorganik,  perkuat Vigor Tanaman melawan Penyakit'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/8934931709505749799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/kompos-dan-hara-anorganik-perkuat-vigor.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/8934931709505749799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/8934931709505749799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/kompos-dan-hara-anorganik-perkuat-vigor.html' title='Kompos dan Hara Anorganik,  perkuat Vigor Tanaman melawan Penyakit'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRqOqpkMLuI/AAAAAAAAIQU/9Pa-Xbu3zgY/s72-c/Penyul+Cjr.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-4505242426218482804</id><published>2010-12-22T00:40:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T03:26:36.967-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Kompos'/><title type='text'>Kompos, Peluang Bisnis dan Kemelimpahan Produk Sehat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRGuPnktl2I/AAAAAAAAIF8/FbTriajDtUU/s1600/GRAMAFERT+TANAMAN+HIAS+00-2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRGuPnktl2I/AAAAAAAAIF8/FbTriajDtUU/s200/GRAMAFERT+TANAMAN+HIAS+00-2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-size: x-small;"&gt;Penguraian bahan organik, limbah maupun sampah, dengan upaya daur ulang (recycle) maupun guna ulang (reuse), akan menjadi material baru berupa &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;kompos.&lt;/a&gt; Bagi  kepentingan pertanian di pedesaan, perawatan tanaman hias dan obat di pekarangan, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;kompos - sebagai jenis pupuk organik,&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;sangat penting untuk menggemburkan dan menumbuhkan mikrobilal. Pembuatan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=38"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;taman dan budidaya tanaman di pekarangan&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;rumah, kendati bisa menggunakan&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43" style="color: blue;"&gt;pupuk kimia,&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;namun dengan hasilnya dikonsumsi, memerlukan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=38" style="color: blue;"&gt;perlengkapan taman&lt;/a&gt; atau sangat dianjurkan hanya diaplikasikan unsur hara dan senyawa dari bahan kandungan&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;pupuk organik kompos.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRGwGIWYi-I/AAAAAAAAIGM/2OuBzCHvXsI/s1600/Aplikasi+Tablet+%25283%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRGwGIWYi-I/AAAAAAAAIGM/2OuBzCHvXsI/s200/Aplikasi+Tablet+%25283%2529.jpg" width="171" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRGuDNLTtDI/AAAAAAAAIF4/MTp_YFdvyg0/s1600/10.+Pengemasan+Kompos2-5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRGuDNLTtDI/AAAAAAAAIF4/MTp_YFdvyg0/s200/10.+Pengemasan+Kompos2-5.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-size: x-small;"&gt;Kompos, kini dikomersialkan sebagai pupuk guna melengkapi peranan penyedia unsur hara dalam konsentrasi tinggi pada pupuk buatan (sintetis), seperti aneka jenis pupuk yang kini banyak beredar. Berbagai jenis pupuk kimia, mulai pupuk dengan kandungan hara tunggal hingga majemuk, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=33" style="color: blue;"&gt;pupuk formula spesifik tanaman &lt;/a&gt;maupun pupuk berbentuk tabur dan bentuk&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43" style="color: blue;"&gt;pupuk tablet.&lt;/a&gt; Perkebunan, dan pertanian komersial, yang mengusahakan tanaman tahunan, atau tanaman keras, dalam menjaga tingkat produktivitasnya, sangat tergantung kepada pupuk kimia. Namun, meningkatnya kerusakan lahan akibat ekspoloitasi terus menerus, serta tuntutan pengurangan emisi timbulan efek rumah kaca dalam pemanasan global, penggunaan kompos, khususnya yang mendapat asupan inokulan bakteri penambat (N2), pelarut posfat, zat tumbuh &lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-size: x-small;"&gt;(ZPT) sebagai katagori kualitas pupuk hayati,  penggunaannya makin meningkat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-size: x-small;"&gt;Pupuk organik seperti&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;kompos maupun pupuk hayati&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; s&lt;/span&gt;angat penting dalam membangun p&lt;span class="text_exposed_show"&gt;ertanian organik, yakni praktek budidaya pertanian dalam menghasilkan aneka bahan pangan berlabel &lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=36" style="color: blue;"&gt;produk sehat,&lt;/a&gt; memiliki kandungan residu kimia dibawah ambang batas yang membahayakan kesehatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRGt5qGN1YI/AAAAAAAAIF0/X5J1aSXlKY8/s1600/Mangga+Gincu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="171" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRGt5qGN1YI/AAAAAAAAIF0/X5J1aSXlKY8/s200/Mangga+Gincu.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; Tren meningkatnya permintaan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=36" style="color: blue;"&gt;produk pangan sehat&lt;/a&gt;, khususnya di perkotaan, menuntut warga kota itu sendiri mendukungnya dalam bentuk kemelimpahan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;kompos &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pupuk organik bagi pertanian&lt;/span&gt;.&lt;/a&gt; Karena, hasil pertanian akan kembali ke kota, menjadi &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=36" style="color: blue;"&gt;makanan kita semua.&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;Makin banyaknya komunitas  &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=91461386285" target="_blank" title="Untuk menandai seseorang, ketik @ diikuti dengan nama teman Anda"&gt;Posko Hijau - Green Phoskko Organic Product&lt;/a&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;melakukan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=42" style="color: blue;"&gt;pilah olah sampah di kota&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;biaya pupuk pertanian diharapkan akan turun, dan sekaligus dengan itu naiknya kesejahteraan petani. Sedikit merobah kebiasaan kita semua, dalam meletakan dan menempatkan material sisa aktiviats, dalam&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=42"&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;tempat sampah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; secara terpisah berdasar jenisnya, memberi arti besar pada perbaikan derajat kesehatan serta kesejahteraan. Daur ulang sampah menjadi kompos, membuka peluang bisnis sekaligus, memberi kemelimpahan pada ketersediaan produk sehat, bagi kesehatan kita semua*).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://www.sampah.biz/2010/12/daur-ulang-sampah-membuka-peluang.html#links"&gt;Posko Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): Daur Ulang Sampah, Membuka Peluang Bisnis dan Kemelimpahan Produk Sehat&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-4505242426218482804?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sampah.biz/2010/12/daur-ulang-sampah-membuka-peluang.html#links' title='Kompos, Peluang Bisnis dan Kemelimpahan Produk Sehat'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/4505242426218482804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/kompos-peluang-bisnis-dan-kemelimpahan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/4505242426218482804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/4505242426218482804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/kompos-peluang-bisnis-dan-kemelimpahan.html' title='Kompos, Peluang Bisnis dan Kemelimpahan Produk Sehat'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TRGuPnktl2I/AAAAAAAAIF8/FbTriajDtUU/s72-c/GRAMAFERT+TANAMAN+HIAS+00-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-512718179536438907</id><published>2010-12-12T21:06:00.000-08:00</published><updated>2010-12-12T21:06:30.201-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penemu Komposter'/><title type='text'>Dengan Penemuan Komposter dan Konsorsium Bakteri, Membuat Kompos Jadi Mudah</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title" style="color: blue; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://www.kompos.biz/2006/05/dengan-komposter-membuat-kompos-di.html"&gt;Penemuan Komposter dan Konsorsium Bakteri, Membuat Kompos Jadi Mudah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TP2ZsHkVbMI/AAAAAAAAG2o/fcgscNftnx0/s1600/DSC08784.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TP2ZsHkVbMI/AAAAAAAAG2o/fcgscNftnx0/s200/DSC08784.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;Komposter&lt;/a&gt; adalah alat yang digunakan untuk membantu kerja &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;bakteri pengurai ( decomposer)&lt;/a&gt; aneka material organik berupa sampah dan limbah menjadi bentuk baru, yakni material kompos dengan sifat-sifat seperti tanah. Tumbuhan, hewan dan bahkan manusia, atau semua jasad makhluk hidup, pada dasarnya terbentuk dari tanah. Dengan penguraian (dekomposisi), unsur karbon (C) dan senyawa dalam makhluk hidup dikembalikan jadi tanah. Penguraian itu karena kerja bakteri menguntungkan (saprofit) pada kondisi lingkungan mikro kondusif. Komposter adalah alat media bagi proses penguraian, agar dengan kondisi kondusif, bakteri melangsungkan fungsi penguraian bahan organik terus menerus tanpa tidur (dorman). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TP2ZiEDBqfI/AAAAAAAAG2k/-HJEE5qTCPY/s1600/Bakteri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TP2ZiEDBqfI/AAAAAAAAG2k/-HJEE5qTCPY/s200/Bakteri.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bakteri memiliki keahlian spesialis, memerlukan kondisi lingkungan berbeda antara satu dengan jenis bakteri lainnya. Bakteri pengurai selulosa tidak bisa difungsikan bagi penguraian lemak maupun protein. Dengan kerja keras, sejak 25 Februari tahun 2005, &lt;a href="http://www.facebook.com/sonson.garsoni"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Sonson Garsoni&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;dan Tualar Simarmata, atas sponsor &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID" style="color: blue;"&gt;PT. CV Sinar Kencana (CVSK), &lt;/a&gt;mengenalkan cara mengurai material organik, oleh peranan aneka jenis bakteri hasil isolat dari sampah di kota. Dengan pengetahuan terdapatnya aneka jenis material dalam sampah kota, berbeda dengan limbah pertanian yang umumnya hanya daun dan ranting atau material sisa tumbuhan, aneka bakteri dengan fungsi berbeda-beda berikut fungi dan ragi, disajikan dalam media hidup dengan nutrisi tertentu untuk saling bekerjasama, membentuk konsorsium menjadi&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt; aktivator dalam mengolah sampah organik &lt;/a&gt;di perkotaan. Sampah di perkotaan umumnya memiliki keragaman isi terdiri antara lain dari kertas ( selulosa), sisa makanan berminyak, material sisa dari hewan berupa daging dan lemak (protein), yang tentu tidak bisa diurai oleh bakteri pada keahlian kerja pada jenis tumbuhan, seperti  halnya bakteri pada pembuatan bokashi di pertanian.Kendati dipaksakan, pasti ada penyimpangan, beberapa material protein tidak akan diurai, dan diantaranya menimbulkan reaksi anaerobik dengan timbulnya gas methan dan H2S, atau bau busuk.   &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TP2ZVZmQueI/AAAAAAAAG2g/kmofIQBpwfY/s1600/Lokasi+IPKK+%252868%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TP2ZVZmQueI/AAAAAAAAG2g/kmofIQBpwfY/s200/Lokasi+IPKK+%252868%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berkat penemuan teknik isolasi bakteri, ragi dan jamur membentuk konsorsium dalam &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;aktivator organik,&lt;/a&gt; dibuatlah media, yang kemudian disebut komposter. Alat ini difungsikan untuk memudahkan pengelolaan lingkungan mikro (PH, kelembaban, intensitas aerasi, suhu) bagi bekerjanya aktivator organik tersebut. Kini, tahun 2010, lima tahun kemudian sejak memulai isolasi aneka bakteri dan pengenalan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;aktivator organik &lt;/a&gt;bersamaan dengan ramainya isyu darurat sampah kota Bandung, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;komposter dalam berbagai model&lt;/a&gt; telah beredar di berbagai kota Indonesia, dan bahkan ekspor ke Malaysia. Komposter, sebagai alat dengan ukuran kecil bagi media penguraian material organik di rumah atau individual, sejak tahun 2006 telah pula dikenalkan dalam&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt; model kapasitas besar dengan nama mesin kompos ( rotary kiln).&lt;/a&gt; Berbagai skala kapasitas alat media bagi penguraian bahan organik ini, telah membantu masyarakat dalam membuat kompos, sekaligus ikut menyelesaikan masalah yang ditimbulkan sampah dan limbah, dalam berbagai tingkatan pengelolaan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah selanjutnya, klik &lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.kompos.biz/2006/05/dengan-komposter-membuat-kompos-di.html"&gt;Kompos ( Green Phoskko Organic Product): Dengan Komposter, Membuat kompos Di Kota Jadi Mudah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.marknet.biz/2010/12/penemuan-komposter-dan-konsorsium.html#links"&gt;Sonson Garsoni Marketing Network (MarkNet): Penemuan Komposter dan Konsorsium Bakteri, Membuat Kompos Jadi Mudah&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-512718179536438907?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.marknet.biz/2010/12/penemuan-komposter-dan-konsorsium.html#links' title='Dengan Penemuan Komposter dan Konsorsium Bakteri, Membuat Kompos Jadi Mudah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/512718179536438907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/dengan-penemuan-komposter-dan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/512718179536438907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/512718179536438907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/dengan-penemuan-komposter-dan.html' title='Dengan Penemuan Komposter dan Konsorsium Bakteri, Membuat Kompos Jadi Mudah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TP2ZsHkVbMI/AAAAAAAAG2o/fcgscNftnx0/s72-c/DSC08784.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-2214824563673298637</id><published>2010-12-08T17:03:00.000-08:00</published><updated>2010-12-08T17:03:09.438-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usaha Membuat Kompos'/><title type='text'>Usaha Kompos Menguntungkan</title><content type='html'>&lt;div class="post-282 post type-post status-publish format-standard hentry category-usaha-pupuk-kompos-dan-bahan-pendukung-tanaman" id="post-282"&gt;     &lt;h2 class="posttitle" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;a href="http://infobisnisukm.wordpress.com/2009/05/21/usaha-pupuk-kompos-dan-bahan-pendukung-tanaman-terus-moncer/" title="Permanent link to USAHA PUPUK KOMPOS DAN BAHAN PENDUKUNG TANAMAN TERUS MONCER"&gt;USAHA PUPUK KOMPOS DAN BAHAN PENDUKUNG TANAMAN&amp;nbsp;TERUS&amp;nbsp;MONCER&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQAqHhFRgeI/AAAAAAAAHZM/q2RnC_tobo0/s1600/PKC.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQAqHhFRgeI/AAAAAAAAHZM/q2RnC_tobo0/s200/PKC.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="commentmeta"&gt;      Mei 21, 2009 at 7:17 pm       (&lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/usaha-pupuk-kompos-dan-bahan-pendukung-tanaman/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam - Usaha Pupuk Kompos dan Bahan Pendukung Tanaman"&gt;  Usaha Pupuk Kompos dan Bahan Pendukung Tanaman&lt;/a&gt;)               &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pupuk tanaman bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, karena berkaitan erat dengan produktivitas tanaman dan berpengaruh terhadap hasil panennya. Apalagi kondisi negara kita adalah negara tropis, mendukung proses pembuatan pupuk tanaman khususnya &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;pupuk organik&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;dari bahan kotoran ternak sapi, ayam, maupun kambing. Lalu bagaimana usaha merintis usaha pupuk tanaman ini. Lebih baik menjadi produsen ataukah menjadi pedagang grosir ?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pupuk tanaman menjadi kebutuhan mutlak yang diperlukan oleh tanaman. Tanpa pemberian pupuk, hasil panen tanaman tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Jenis pupuk tanaman tebagi atas pupuk organik dan pupuk sintetik. Pupuk organik terbagi menjadi 2 macam, yakni pupuk hijau dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;kompos&lt;/a&gt;. Kompos terbagi lagi atas 2 macam, yakni pupuk limbah sampah dengan campuran kotoran ternak dan pupuk kompos yang bahan utamanya hanya kotoran ternak. Sedangkan pupuk sintetik terbuat dari bahan kimia sintetik, seperti urea, TSP, NPK, dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQAp24_c7_I/AAAAAAAAHZE/PHrzzD2SbkE/s1600/Green%252BPhoskko%252BCompost%252B%25282%2529-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQAp24_c7_I/AAAAAAAAHZE/PHrzzD2SbkE/s200/Green%252BPhoskko%252BCompost%252B%25282%2529-1.jpg" width="176" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini bentuk pupuk organik atau alami yang dijual dipasaran berbentuk padat dan cair. pupuk cair biasanya terbuat dari urine ternak, misalnya urine kelinci atau sapi yang terfermentasi. Bahan pupuk cair bisa juga berasal dari padatan yang diperas airnya. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;Harga pupuk kompos cair biasanya berkisar Rp.30 ribu/500 ml,&lt;/a&gt; sedangkan pupuk kompos padat Rp.6 ribu/5 kg atau jika ukurannya lebih besar akan lebih murah, misalnya ukuran 50 kg, yakni bisa mencapai Rp.1.000/kg.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut &lt;a href="http://www.indonetwork.co.id/appkmi" style="color: blue;"&gt;Sonson Garsoni, Ketua Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia,&lt;/a&gt; banyaknya lahan pertanian di Indonesia membuat kebutuhan akan pupuk tidak akan pernah hilang alias prospeknya akan terus moncer. Namun untuk saat ini belum bisa dikatakan mana pupuk yang lebih diminati antara &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pupuk kimia sintetis&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;dan kompos. Kedua jenis pupuk tersebut terkadang bisa saling melengkapi, selain itu juga tergantung segmen&amp;nbsp; pasar. misalnya pelaku untuk tanaman hias biasanya menggunakan 2 jenis pupuk, misalnya pupuk kompos cai dan pupuk kimia sintetik. Ataupun pelaku usaha pertanian skala besar yang biasanya ingin hasil yang lebih cepat, sehingga untuk pupuk dasar biasanya menggunakan pupuk kompos padat dan untuk tahap selanjutnya juga memakai pupuk kimia sintetis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap bentuk pupuk kompos memiliki kelebihan dan kekurangan. Pupuk cair memang lebih mudah diserap oleh tanaman, namun konsekuensinya harga akan lebih mahal. Begitu juga sebaliknya, pupuk kompos padat memang lebih murah, namun lebih lama diserap tanaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Lokasi Produksi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses produksi pupuk alami ini bisa dilakukan dimana saja diseluruh Indonesia. Hal ini karena kondisi tropis negara kita bisa mempermudah dan mempercepat proses fermentasi. Fermentasi di negara tropis bisa hanya memakan waktu 30 harisudah bisa mengeluarkan biogas, namun di negara lain misalnya subtropik butuh waktu lebih lama, yakni 45 hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun ada baiknya memilih lokasi yang lebih dekat dengan bahan baku, misalnya dekat dengan peternakan hewan, seperti daerah sepanjang Pantura, seluruh Pulau Jawa, areal peternakan di Jawa Timur, Tapanuli, Aceh, Bengkulu, NTT, Irian Jaya yang memilki babi, hingga Sulawesi Selatan. Daerah penghasil pupuk alami saat ini yakni Bandung, Wonosobo, Brastagi, dan Sulawesi Selatan. Di daerah Wonosobo yang banyak lahan temakau, biasanya memakai pupuk dari kotoran babi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sonson Garsoni mengatakan, bahwa kelemahan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;pupuk kompos&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;di Indonesia karena masih banyak yang belum tersertifikasi dan melalui uji laboratorium. Hal tersebut terjadi karena mahalnya biaya untuk melakukan semua itu. Biaya yang dibutuhkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sehingga banyak sekali pupuk kompos yang kualitasnya jelek. Akibat tingginya biaya tersebut banyak kompos yang telah terkemas baik, namun menyebabkan tanaman hangus terbakar, mati ataupun kurang produktif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendapatkan sertifikasi kelayakan bisa diajuka ke Departemen Pertanian, sedangkan untuk pengujian produk bisa dilakukan di berbagai lab kimia, misalnya laboratorium kimia di universitas. Untuk uji keefektifannya bisa di Balai Pertanian daerah setempat dan kelayakan jual dibuat di Departemen Perindustrian dan Perdagangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Usaha Produksi Pupuk Tanaman&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika ingin memulai usaha produksi sebaiknya mencari lokasi yang dekat dengan lokasi bahan baku dan lokasi pasar, karena untuk mengurangi biaya transportasi, baik dalam pembelian bahan baku maupun penjualan produk. Selain itu selalu meng-update teknologi baru pembuatan pupuk. “Sebaiknya untuk di kota produksi kompos lebih ditempat tertutup ataupun menggunakan zat peredam bau berupa bahan karbon yang cara kerjanya menyerap bakteri pathogen penyebab bau yang berasal dari limbah tersebut,” jelas Sonson Garsoni.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari usaha pembuatan pupuk tanaman khususnya pupuk organik bisa diperoleh keuntungan sampai 50%, karena bahan baku sangat murah, yaitu limbah. Sedangkan untuk usaha penjualan secara grosir, meskipun persentase keuntungannya tidak besar karena hanya berkisar 10-15% dari modal pembelian produk yang akan dijual. Namun bila kuantitas produk yang dijual semakin banyak juga akan semakin meningkatkan keuntungan. Untuk itu pelaku usaha harus pintar-pintar mempengaruhi konsumen, misalnya membuat berbagai layanan yang menarik konsumen untuk menjadi pelanggan kita, lewat diskon harga yang bersaing atau lewat kualitas produk yang kita jual.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Persaingan Usaha&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQAp_qeWxbI/AAAAAAAAHZI/TDlW5ZripJk/s1600/Bakteri+Pengurai.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQAp_qeWxbI/AAAAAAAAHZI/TDlW5ZripJk/s200/Bakteri+Pengurai.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persaingan usaha pupuk kimia sintetik tidak terlalu ketat, karena pupuk kimia di Indonesia masih dipegang oleh industri besar bahkan ada yang masih impor. Sedangkan untuk pupuk kompos persingan cukup ketat, namun hal tersebut justru membawa kebaikan, yakni banyak produsen berlomba-lomba &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;membuat pupuk kompos lebih cepat siap pakai, misalnya yang dulu bisa memakan waktu 1-2 bulan, sekarang banyak yang membuat pupuk dalam 7-10 hari.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQAqmwwscYI/AAAAAAAAHZQ/xek6mbqy2rY/s1600/Kencana.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQAqmwwscYI/AAAAAAAAHZQ/xek6mbqy2rY/s200/Kencana.jpg" width="114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang menjadi kendala dalam usaha ini biasanya mengenai harga. Harga pupuk dalam berat tertentu menjadi sangat murah misalnya Rp.1.000/kg. Dengan adanya transportasi yang berbeda jaraknya tidak mungkin menerapkan dengan harga yang sama. Hal tersebut bisa diatasi dengan membuat tarif biaya angkut jauh-dekat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah yang biasanya dihadapai produsen pupuk, yakni kekurangan bahan baku dari kotoran unggas, karena volume kotoran unggas pasti lebih sedikit dari kotoran hewan ruminansia. Namun hal itu bisa diatasi dengan mencampur kotoran unggas dengan kotoran hewan ruminansia. Jika tidak ingin menggunakan&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;aktivator kompos,&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;untuk mempercepat proses fermentasi bisa menggunakan urine dan limbah nanas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Usaha Pendukung Tanaman&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain pupuk, usaha pendukung pemeliharaan tanaman berupa peralatan pertanian seperti sprayer, pot, cangkul dan lain-lainnya, juga tak kalah moncernya dengan pupuk, karena semakin kedepan memelihara tanaman seperti kebutuhan wajib dari masyarakat, terutama pada wilayah perkotaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada usaha penjualan pendukung pemeliharaan tanaman ini keuntungan yang diperoleh pedagang tergantung pada kuantitas produk yang dijual. Jika Anda memposisikan sebagai pedagang grosir maka keuntungannya sekitar 15%, namun bila Anda memposisikan sebagi pedagang eceran, tentu saja keuntungan yang akan Anda dapatkan jauh lebih besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk lokasi pendukung pemeliharaan tanaman, akan sangat strategis jika Anda memilih di jalan raya utama, atau didekat pedagang tanaman, atau bisa juga Anda yang tinggal di perumahan, Anda bisa menempati ruko atau rumah Anda. dan biasanya keberadaan penjual pendukung pemeliharaan tanaman di perumahan itu justru akan laris manis, karena biasanya hampir semua warga perumahan pasti menanam tanaman baik tanaman hias, tabulampot, dan lain-lainnya. Yang perlu diketahui, pelaku usaha ini masih jarang, jadi Anda bisa mengambil kesempatan inibaik sebagai pedagang grosir maupun pedagang eceran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lesmana, pemilikgrosir pupuk dan alat pendukung tanaman toko Virgo di Rawabedong, Jakarta Barat mengaku hanya mengambil keuntungan dalam jumlah kecil, karena Ia lebih mementingkan kuantitas (jumlah) penjualan produk. Keuntungan yang diperoleh untuk berbagai produk pendukung tanaman seperti pot, peralatan pertanian, media tanam hanya berkisar 5-10% saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menigkatkan omset tokonya, ada beberapa pedagang grosiran yang membuat sendiri produk yang bisa dijualnya, seperti pupuk kompos, yang dilakukan olehRusdi Djafar, pemilik CV. Diana Phon. Ia memproduksi sendiri pupuk kompos yang dijualnya sehingga keuntungan yang diperoleh bisa lebih besar bahkan hingga mencapai 50%.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;*Dari berbagai sumber&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-2214824563673298637?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44' title='Usaha Kompos Menguntungkan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/2214824563673298637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/usaha-kompos-menguntungkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/2214824563673298637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/2214824563673298637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/usaha-kompos-menguntungkan.html' title='Usaha Kompos Menguntungkan'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TQAqHhFRgeI/AAAAAAAAHZM/q2RnC_tobo0/s72-c/PKC.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-4923696063163658722</id><published>2010-12-04T15:52:00.000-08:00</published><updated>2010-12-06T09:43:14.972-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membuat Kompos'/><title type='text'>Buat Kompos Mudah, Lho !!</title><content type='html'>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;Kompos &lt;/a&gt;adalah hasil penguraian material organik, yang dapat dipercepat oleh manipulasi lingkungan mikro guna diperoleh kelembaban, suhu, PH dan intensitas aerasi tertentu sehingga, mikroba mendapatkan suasana kondusif. Dengan keadaan kondusif, mikroba sanggup bekerja terus menerus, tanpa lelah dan tanpa pamrih untuk mengurai Nitrogen dan berbagai senyawa dalam material organik. Memanfaatkan karbon (C) sebagai sumber energi mengurai N, sehingga material organik akan berobah mendekati sifat-sifat tanah. Kompos kualitas baik adalah material dengan sifat mendekati tanah, dan dengan itu aneka nutrisi dalam kompos dapat diserap tanaman. Kompos demikian antara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrWC0a7qHI/AAAAAAAAG04/i1I2C2W_0fg/s1600/Membuat+Kompos-2+%2528103%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrWC0a7qHI/AAAAAAAAG04/i1I2C2W_0fg/s200/Membuat+Kompos-2+%2528103%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrU9T84ggI/AAAAAAAAG0o/m-OTa6qtjw8/s1600/Membuat+Kompos+%2528131%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="154" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrU9T84ggI/AAAAAAAAG0o/m-OTa6qtjw8/s200/Membuat+Kompos+%2528131%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;lain ditunjukkan oleh tampilan fisik gembur, berwarna kehitaman, tidak berbau, dan remah. Namun, penampakan fisik seperti diatas belum menjamin kompos telah baik serta nutrisinya dapat dimanfaatkan tanaman. Secara laboratorium, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;kompos yang baik&lt;/a&gt; bagi tanaman ketika memiliki perbandingan di kisaran C/N&amp;lt; 20, atau berobah dari material asalnya ( sampah&amp;nbsp; dan limbah organik) masih lebih besar dari 40/1.&amp;nbsp; Kompos kualitas baik antara lain memiliki kandungan karbon terhadap nitrogen dengan perbandingan C/N&amp;lt; 20. Disamping parameter C/N,&amp;nbsp; walaupun kecil, kompos yang baik juga mengandung nutrisi pupuk ( NPK dan unsur hara makro sekunder serta mikro elemen) serta senyawa penting bagi pertumbuhan tanaman. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrVJtIVxNI/AAAAAAAAG0s/AwsJB8n0IzE/s1600/Kencanaonline+%252827%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrVJtIVxNI/AAAAAAAAG0s/AwsJB8n0IzE/s200/Kencanaonline+%252827%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrUrfc7u0I/AAAAAAAAG0k/JwV350Co8_8/s1600/Kencanaonline+%252883%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrUrfc7u0I/AAAAAAAAG0k/JwV350Co8_8/s200/Kencanaonline+%252883%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membuat kompos adalah merobah perbandingan C/N material organik, berupa sampah atau limbah dan aneka bahan organik, dari bahan asalnya dengan perbandingan &amp;lt; 20 ( misalnya pada material limbah sayuran, limbah cair, kotoran hewan, bulu ayam, limbah makanan) atau memiliki CN &amp;gt; 20 ( seperti material kulit kayu, jerami padi, serbuk gergaji, daun kering), menjadi perbandingan pada kisaran C/N &amp;lt; 20. Perobahan C/N di alam, tanpa campur tangan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;manusia, bisa berlangsung beberapa bulan, seperti halnya serasah di hutan berobah menjadi humus. Namun dengan bantuan manusia mengelola lingkungan mikro yang disukai &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;mikroba pengurai,&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;melalui pengelolaan PH, suhu, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kelembaban dan intensitas aerasi tadi, penguraian bisa berlangsung dengan cepat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Metoda bedeng terbuka ( open windrows) atau pembuatan bokashi, sebagaimana dilakukan di pertanian sejak beberapa dasawarsa lalu, sebenarnya adalah metoda yang berusaha melakukan pengelolaan berbagai kondisi sesuai kebutuhan mikroba tersebut. Dengan menebar material dalam bedeng, mencampur aneka starter, membalik menggunakan cangkul setiap 7 hari serta menutup adonan dengan terpal mampu mempercepat pembuatan kompos menjadi sekitar 2 bulan. Walaupun metoda pembuatan kompos ini populer di pedesaan dan pertanian, kebutuhan manusia modern dan khususnya bagi warga kota, teknik itu masih dianggap belum dianggap cocok dan praktis dilihat dari kebutuhan tanah bedeng yang mahal, lamanya waktu, keperluan tenaga yang secara manual melakukan pembalikan serta timbulnya pencemar berupa bau dan cairan lindi yang meresap ke tanah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrVjHY88_I/AAAAAAAAG0w/DTRxcxpd_KY/s1600/Membuat+Kompos-2+%252812%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrVjHY88_I/AAAAAAAAG0w/DTRxcxpd_KY/s200/Membuat+Kompos-2+%252812%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penggunaan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;komposter &lt;/a&gt;atau rotary kiln, dengan memadukan mikroba, ragi dan fungi dalam spesifikasi alat komposter atau type rotary kiln tertentu, berusaha memodernkan pengelolaan lingkungan mikro dalam proses penguraian organik sehingga mampu diselesaikan lebih cepat dibanding teknik bedeng terbuka, menjadi hanya dalam lima (5) hari., Disamping percepatan waktu penguraian, komposter dan rotary kiln juga mampu meminimalkan cemaran serta higienis. Kebutuhan intensitas aerasi, mempertahankan PH, suhu dan kelembaban menjadi terjamin dan stabil dan selalu sesuai (compatible) dengan jenis bakteri pengurainya. Berkat pengetahuan akan karakter bakteri berdasar jenisnya, kemudian dibuat alat dengan spesifikasi tertentu, penguraian material organik dapat dilakukan dengan sesedikit mungkin &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrV4FYP4pI/AAAAAAAAG00/YdBskUcf9cg/s1600/Pengayak+Kompos.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrV4FYP4pI/AAAAAAAAG00/YdBskUcf9cg/s200/Pengayak+Kompos.JPG" width="195" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;pekerjaan bagi manusia, sehingga membuat kompos jadi mudah. Dan, tentu saja dengan alat mesin, keluhan dari timbulan cemaran proses penguraian ( dekomposisi) seperti bau, keluarnya binatang dan cairan lindi dapat diminimalkan atau hilang, karena kondisi lingkungan mikro yang kondusif membuat bakteri pengurai sahabat manusia ( probiotik) bekerja tanpa tidur ( dorman) lagi. Ketika mikroba menguntungkan manusia bekerja penuh, mikroba merugikan ( patogen) tidak sempat berperanan mengeluarkan proses anaerobik pembuat bau busuk, yakni gas methana (CH4) dan H2S. Membuat kompos pun,&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;dengan bakteri pengurai&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;yang dibantu oleh &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;komposter atau rotary kiln&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;pada spesifikasi tertentu, menjadi cepat, higienis dan ekonomis. Buat kompos, mudah lho !! &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.sampah.biz/2006/12/buat-kompos-mudah-lho.html"&gt;Posko  Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): Buat Kompos Mudah, Lho !!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-4923696063163658722?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sampah.biz/2006/12/buat-kompos-mudah-lho.html' title='Buat Kompos Mudah, Lho !!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/4923696063163658722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/posko-hijau-kelola-sampah-berbasis_04.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/4923696063163658722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/4923696063163658722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/posko-hijau-kelola-sampah-berbasis_04.html' title='Buat Kompos Mudah, Lho !!'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrWC0a7qHI/AAAAAAAAG04/i1I2C2W_0fg/s72-c/Membuat+Kompos-2+%2528103%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-1256351741289061799</id><published>2010-12-04T15:34:00.000-08:00</published><updated>2010-12-04T20:14:58.997-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mobil Produksi Kompos'/><title type='text'>Produksi Kompos Bergerak ( Compost Production Mobile ).</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.sampah.biz/2009/09/produksi-kompos-bergerak.html"&gt;Posko Hijau ( Kelola Sampah Berbasis Komunitas): Produksi Kompos Bergerak ( Mobile Composter ).&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrQ3fK8ryI/AAAAAAAAG0g/E27ES_MFjHA/s1600/Membuat+Kompos-2+%252821%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="115" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrQ3fK8ryI/AAAAAAAAG0g/E27ES_MFjHA/s200/Membuat+Kompos-2+%252821%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrQfUgN3rI/AAAAAAAAG0c/pp1zOgkz_gw/s1600/Mobile+Composter.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrQfUgN3rI/AAAAAAAAG0c/pp1zOgkz_gw/s200/Mobile+Composter.jpg" width="161" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;Kompos &lt;/a&gt;hasil penguraian material organik memiliki karakter, berharga murah namun, mengambil ruang yang besar ( bulky). Kompos, kendati memiliki zat dan nutrisi penting bagi perbaikan tanah pertanian dan pemupukan tanaman, khususnya dalam menghasilkan bahan pangan sehat menyehatkan, masih dihargai relatif murah oleh para penggunanya, misal petani dan perkebunan. Kondisi ini sering, kemudian, mendorong banyak pihak membuat dan menjual kompos tanpa menimbang&amp;nbsp; dan mempertimbangkan pentingnya mutu. Tanah hitam, tanah bakar, humus maupun media tanam - yang pengambilannya atau pembuatannya sederhana, disajikan dengan nama kompos. Padahal, tidak sesederhana itu, &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1648605764" style="color: blue;"&gt;kompos adalah material hasil penguraian mikroba menjadi material baru menyerupai tanah namun memiliki antara lain nutrisi (NPK dan unsur mikro), C/N rasio &amp;lt; 20, bebas dari mikroba merugikan (patogen), kadar air &amp;lt; 20 % serta memiliki &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;senyawa lain bagi metabolisme tanaman dan pembiakan mikrobial tanah.&lt;/a&gt; Diluar standar mutu itu, dalam klasifikasi peraturan pemerintah (PP), material yang serupa kompos, walaupun tampak gembur dan hitam, disebut sebagai pembenah tanah (amilioran). Karena, kompos yang benar sudah seharusnya gembur sebagai hasil penguraian, dalam sistim produksi tidaklah lagi memerlukan tahap penghancuran atau mesin penghancuri. Sejatinya, kompos, yang benar, sesaat penguraian selesai akan terlihat secara kasat mata memang akan gembur, hitam, tidak berbau.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPsNQK6Y6lI/AAAAAAAAG1s/XJ7u-wGs3ss/s1600/Kompos+n+%252859%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="181" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPsNQK6Y6lI/AAAAAAAAG1s/XJ7u-wGs3ss/s200/Kompos+n+%252859%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPsNlqxHtTI/AAAAAAAAG1w/qHuhpx_Wcq8/s1600/Kompos+n+%252834%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPsNlqxHtTI/AAAAAAAAG1w/qHuhpx_Wcq8/s200/Kompos+n+%252834%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kualitas kompos mempengaruhi pengguna, petani dan pekebun, dalam menghargai kompos. Kekhawatiran terbawanya mikroba patogen kedalam kompos yang dibelinya, beberapa pengusaha perkebunan dan pertanian memulai dengan membuat kompos secara mandiri. Salah satu cara termurah, membuat kompos, skala besar adalah memanfaatkan sampah di perkotaan. Sampah dan limbah dari timbulan&amp;nbsp; kegiatan masak memasak di restoran, bagian Food Beverages (banquet) hotel, kantin pabrik,&amp;nbsp; usaha peternakan dan berbagai lokasi kawasan komersial, yang terkena kewajiban memilah sampah seperti tuntutan UU No 18/ 2008, dengan senang hati akan memberikan sampahnya secara&amp;nbsp; gratis, atau bahkan, beberapa diantaranya bersedia mengeluarkan biaya&amp;nbsp; sebagaimana halnya ketika melakukan pembuangan ke TPA. Dengan memanfaatkan&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;teknologi Biophoskko,&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;di install diatas truk, kini peminat kompos skala besar dapat melakukan pengambilan sampah dan limbah organik di lokasi timbulnya sampah secara langsung dan masih segar tanpa bercampur polutan, kemudian mengirimnya ke kebun dalam bentuk kompos. Proses penguraian berlangsung sambil mobilisasi ke lokasi kebun. Penimbul sampah dan petani atau pekebun, dengan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;model produksi kompos bergerak ( compost production mobile),&lt;/a&gt; tentunya akan saling menguntungkan diantara keduanya*)&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-1256351741289061799?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sampah.biz/2009/09/produksi-kompos-bergerak.html' title='Produksi Kompos Bergerak ( Compost Production Mobile ).'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/1256351741289061799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/posko-hijau-kelola-sampah-berbasis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/1256351741289061799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/1256351741289061799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/12/posko-hijau-kelola-sampah-berbasis.html' title='Produksi Kompos Bergerak ( Compost Production Mobile ).'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPrQ3fK8ryI/AAAAAAAAG0g/E27ES_MFjHA/s72-c/Membuat+Kompos-2+%252821%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-4967969892254791407</id><published>2010-11-30T20:50:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T21:44:55.140-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Citra Kompos'/><title type='text'>Label dan Kemasan, Meningkatkan Citra Kompos</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWnOt8gYVI/AAAAAAAAGv0/CzrCzEU7Vgg/s1600/Membuat+Kompos-2+%252815%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWnOt8gYVI/AAAAAAAAGv0/CzrCzEU7Vgg/s200/Membuat+Kompos-2+%252815%2529.jpg" width="158" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kompos adalah pupuk organik&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;yang terbuat dari penguraian ( dekomposisi) bahan-bahan organik atau alami, berasal dari material makhluk hidup ( hewan, manusia dan tumbuhan).&amp;nbsp; Selain kompos, termasuk dalam katagori pupuk organik ini antara lain pupuk kandang, kascing, gambut, rumput laut dan guano. Namun sering juga amilioran hasil tambang seperti zeolit, dolomit, fosfat alam, kiserit, dan juga abu ( kaya kandungan K) ke dalam golongan pupuk organik, padahal amilioran lebih berfungsi hanya pembenah tanah tanpa kandungan nutrisi yang memenuhi syarat disebut&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43" style="color: orange;"&gt; pupuk.&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWnGTNK0eI/AAAAAAAAGvw/rkRDibQgz4I/s1600/container+komposter.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWnGTNK0eI/AAAAAAAAGvw/rkRDibQgz4I/s200/container+komposter.bmp" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;Jika berdasar pada bentuk,&amp;nbsp; pupuk organik termasuk kompos, dapat dikelompokkan menjadi padat, granul, remah ( teh), serbuk dan cair. Pupuk organik bentuk padat, antaranya hasil olahan dari bahan hewan, adalah tepung darah, tepung tulang, dan tepung ikan, sementara bentuk cair antara lain teh kompos (compost tea), ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWm5C7j88I/AAAAAAAAGvs/LhCfnoP5_30/s1600/compost-pile.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="161" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWm5C7j88I/AAAAAAAAGvs/LhCfnoP5_30/s200/compost-pile.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;Kompos, sebagai bagian dari jenis pupuk organik, memiliki kandungan hara yang lengkap,&lt;/a&gt; bahkan di dalam kompos juga terdapat senyawa-senyawa organik lain yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain. Namun, kandungan hara tersebut rendah. Berdasarkan pengalaman dalam pembuatan kompos selama lebih dari 5 tahun, tidak ada pupuk organik kompos memiliki kandungan hara tinggi atau menyamai &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=33"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pupuk kimia (buatan)&lt;/span&gt;.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWmsbNPUuI/AAAAAAAAGvo/y2M4Z9kt8fo/s1600/Komposter.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWmsbNPUuI/AAAAAAAAGvo/y2M4Z9kt8fo/s200/Komposter.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Gairah masyarakat dalam membuat kompos, selain yang bermotif hobby, sering terkendala pemasarannya. Walaupun secara kalkulasi, volume kompos untuk memperbaiki lapisan olah tanah, dibutuhkan oleh jutaan Ha lahan pertanian, namun daya beli petani dan masih rendahnya apresiasi para pengusaha perkebunan dan pertanian akan peranan kompos, menyebabkan sebagian pengusaha kompos kekurangan pembeli, sulit memasarkannya. Disamping kondisi pasar konsumen kompos seperti diatas, seringkali pemasar dan pengusaha kompos juga belum menetapkan teknik pemasaran yang tepat. Beberapa pembuat kompos, misalnya BUMD PD Kebersihan, mengemas kompos asal jadi, pada karung sederhana dengan ikatan tali rafia. Jelas saja, persepsi konsumen akan kompos dengan tampilan demikian, akan mempersepsikan bahwa kompos adalah barang kelas bawah (inferior). Jauh berbeda dengan kompos di negara maju, karena daya beli konsumen yang makin pro lingkungan, produk kompos makin berkualitas dan disajikan menarik. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPXTl0cqlmI/AAAAAAAAGv8/Ds3kyue750Y/s1600/Kompos+n+%252873%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPXTl0cqlmI/AAAAAAAAGv8/Ds3kyue750Y/s200/Kompos+n+%252873%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Memahami kondisi pemasaran kompos seperti itu, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/about.php"&gt;CVSK&lt;/a&gt; sebagai perusahaan berpengalaman dalam penyediaan teknologi kompos, mengenalkan cara baru dalam mengefisienkan sistim produksi kompos. Bagi pengguna paket lengkap teknologi Biophoskko, CVSK menyediakan kemasan bagi kompos padat maupun bentuk cair, dengan label dan legalitas sudah memadai bagi pengedaran dan pemasarannya. Dengan cara itu, &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWldbGLSII/AAAAAAAAGvg/WOl2LJGhxtc/s1600/Kencol+%252849%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWldbGLSII/AAAAAAAAGvg/WOl2LJGhxtc/s200/Kencol+%252849%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;kompos, yang dihasilkan para &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;penggiat lingkungan, pengusaha kompos, pengolah sampah dan usaha jasa kebersihan &lt;/a&gt;dapat langsung dijual dan dipasarkan kepada konsumen ( petani, pehobbies tanaman hias, pengelola taman dan usaha pertanian lainnya). Bagi sasaran pasar eceran (retail) pola demikian akan memberi manfaat pada pembuat kompos dan konsumen, mobilisasi produk menjadi lebih murah yang pada giliran berikutnya akan menekan harga penjualan atau meningkatkan margin usaha kompos itu sendiri. Dan, terlebih penting, citra kompos sebagai material penting bagi perbaikan kualitas lingkungan akan meningkat*) &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-4967969892254791407?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Label dan Kemasan, Meningkatkan Citra Kompos'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/4967969892254791407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/label-dan-kemasan-meningkatkan-citra.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/4967969892254791407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/4967969892254791407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/label-dan-kemasan-meningkatkan-citra.html' title='Label dan Kemasan, Meningkatkan Citra Kompos'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWnOt8gYVI/AAAAAAAAGv0/CzrCzEU7Vgg/s72-c/Membuat+Kompos-2+%252815%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-9022844163467036682</id><published>2010-11-29T05:55:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T04:25:09.853-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompos di Batam'/><title type='text'>Kompos Hasil CSR Bagi Perbaikan Tanah Bauksit Batam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPOvcs4SeLI/AAAAAAAAGu0/XWEm6qOnTag/s1600/Batam6.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPOvcs4SeLI/AAAAAAAAGu0/XWEm6qOnTag/s200/Batam6.jpg" width="158" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIIntentionalStory_Names" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;name&amp;quot;}"&gt;                      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;Kompos,&lt;/a&gt;  sebagai hasil dari pengolahan sampah dan limbah organik,  bermanfaat besar bagi upaya memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikrobial tanah bermanfaat bagi tanaman dan akan meningkat populasinya dengan &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;penambahan kompos&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.&lt;/span&gt; Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah, disamping juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, antaranya hasil panen lebih tahan disimpan,  lebih berat,  lebih segar,  dan lebih enak. Bagi keadaan tanah dengan lapisan sulum dangkal, atau tanah kurang subur, kompos memberi lapisan olah bagi budidaya tanaman diatasnya. Terlebih bagi tanah dengan kandungan bauksit seperti di pulau Batam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPOvo-0N1mI/AAAAAAAAGu4/B2WURLc8J74/s1600/Batam4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPOvo-0N1mI/AAAAAAAAGu4/B2WURLc8J74/s200/Batam4.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPOu82w0q7I/AAAAAAAAGus/4Nj3JLB5u2Y/s1600/Batam1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPOu82w0q7I/AAAAAAAAGus/4Nj3JLB5u2Y/s200/Batam1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-weight: normal;"&gt; Dalam kaitan ikut memperbaiki kondisi lingkungan dan pertanian di Batam tersebut, program CSR (Corporate Social Responsibility) suatu perusahaan PMA Amerika, Mc Dermott Indonesia di Batam, sejak tahun 2008 memulai model pengolahan sampah kota menjadi &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;kompos dan pupuk organik cair&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.&lt;/span&gt; Dengan mempercayakan kepada Karang Taruna di Tanjung Sengkuang Batam, hingga tahun 2010 ini berlangsung dengan sukses malahan, bahkan, bertambah lokasi di wilayah lain, yakni Batubesar. Diketahui, kota Batam memiliki potensi pasar kompos untuk pasar lokal dan ekspor ke Malaysia, &lt;span class="text_exposed_show"&gt;dengan harga kompos yang relatif lebih mahal dibanding di Jawa. Kondisi itu memberi insentif tambahan bagi berkembangnya olah sampah organik di Batam menjadi kompos.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPOvHIt36VI/AAAAAAAAGuw/Sd0PZEUDfc0/s1600/Batam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPOvHIt36VI/AAAAAAAAGuw/Sd0PZEUDfc0/s200/Batam.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;Menggunakan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;teknologi Biophoskko,&lt;/a&gt; biaya per 1 ton atau 3 m3 sampah sekitar Rp 250 rb, dihasilkan 400 kg kompos dan 20 botol pupuk organik cair @ 500 ml per hari di setiap Instalasi 5 unit rotary kiln pada&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;Instalasi Produksi Kompos Kota ( IPKK)&lt;/a&gt;. Dengan harga di Batam Rp 3000/kg dan pupuk cair Rp 40.000/ botol,  akan bernilai di kisaran Rp 2.000.000,-/ batch produksi/hari. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal;"&gt;Hasil proses dekomposisi tersebut menghasilkan kompos dengan kandungan berbagai macam senyawa organik yang kaya nutrisi dan energi pendukung kesuburan tanah sekaligus mendukung siklus kehidupan secara keseluruhan termasuk kehidupan mikroba.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Pasar besar lokal di Batam antaranya perkebunan buah naga di sepanjang Jembatan I sd III atau berbagai kebun pertanian sayuran di wilayah sekitar pulau. Kompos di batam juga sangat diperlukan bagi perbaikan tanah, pembangunan taman pekarangan dan taman kota. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-9022844163467036682?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Kompos Hasil CSR Bagi Perbaikan Tanah Bauksit Batam'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/9022844163467036682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/kompos-hasil-csr-bagi-perbaikan-tanah.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/9022844163467036682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/9022844163467036682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/kompos-hasil-csr-bagi-perbaikan-tanah.html' title='Kompos Hasil CSR Bagi Perbaikan Tanah Bauksit Batam'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPOvcs4SeLI/AAAAAAAAGu0/XWEm6qOnTag/s72-c/Batam6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-1045530824513226053</id><published>2010-11-27T19:23:00.000-08:00</published><updated>2010-11-27T19:23:20.672-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peranan Bakteri Pengurai'/><title type='text'>Kompos adalah hasil karya Bakteri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHJ8I_95MI/AAAAAAAAGr0/RPWONN3aLSY/s1600/Bakteri2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHJ8I_95MI/AAAAAAAAGr0/RPWONN3aLSY/s200/Bakteri2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHKH3VLimI/AAAAAAAAGr4/wUB8F6dRuW4/s1600/011+%25286%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="177" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHKH3VLimI/AAAAAAAAGr4/wUB8F6dRuW4/s200/011+%25286%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="UIIntentionalStory_Names" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;name&amp;quot;}"&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Keingintahuan akan proses penguraian kembali ( daur ulang) material organik menjadi &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;kompos&lt;/a&gt; oleh bekerjanya bakteri sahabat manusia (probiotik), karena juga mungkin tugas pelajaran atau keterbatasan alat peraga dekomposisi di sekolah, membuat siswa SMA (4) di Bandung- bergantian per kelompok sejak pagi hingga sore di hr jumat ( 4/06) antu&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_hide" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sias kunjungi Posko Hijau. Diskusi jadi menarik perhatian, ketika siswa mulai dan ada yang baru sadar akan peranan jasad renik ( bakteri) sungguh besar kepada manusia. Tanpa makhluk itu, tumbuhan dan jasad manusia serta hewan purba sekalipun tidak akan mengurai kembali jadi tanah. Dapat dibayangkan, bagaimana penuhnya bumi ini dihuni oleh jasad yang telah mati dan hidup berdampingan sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dan, memang atas kesadaran itulah pula, di tahun 2004 lalu, kami dan teman2 meneliti dan melakukan uji coba mikrobiologi, yang kemudian melahirkan &lt;span style="color: blue;"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;eknologi percepatan dekomposisi-&lt;/a&gt; guna kepentingan mengelola ekosistem  yang makin terganggu dan menyimpang karena berkurangnya rasio daya dukung alam dibanding jumlah manusia penghuninya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHJh_OA_YI/AAAAAAAAGrw/w5Rtf1Yxolw/s1600/Bakteri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHJh_OA_YI/AAAAAAAAGrw/w5Rtf1Yxolw/s200/Bakteri.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Teknologi itu adalah &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;Rotary Klin composting,&lt;/a&gt; untuk mempercepat dan mengefisienkan penguraian kembali material oganik oleh konsorsium bakteri, jamur dan ragi- seiring dengan makin banyaknya sampah di bumi. Prinsipnya, guna bekerjanya bakteri secara optimal, disamping keperluan akan jumlah populasi per gram cfu tinggi juga penting pengelolaan ( manipulasi) lingkungan mikro ( kecukupan oksigen/ aerasi, PH, temperatur, kelembaban, ukuran material secara tepat ) - yang bagi tiap jenis bakteri memerlukan kondisi berbeda satu dengan lainnya. Untuk memudahkannya, dibuatlah &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;komposter ( kapasitas kecil bagi ukuran rumah) &lt;/a&gt;dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;Rotary Kiln ( skala besar lingkungan dan komersial),&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;dengan spesifikasi hasil perhitungan cermat berdasar pemahaman akan karakter aneka jenis bakteri, jamur dan ragi - yang terdapat dalam aktivator Green Phoskko (GP-1).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHJTrVK5fI/AAAAAAAAGrs/RwNTon62N3E/s1600/Aktivator+Dekomposer-5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHJTrVK5fI/AAAAAAAAGrs/RwNTon62N3E/s200/Aktivator+Dekomposer-5.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="font-size: small; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Karenanya, jika ingin mengurai material organik - membuat kompos - secara sempurna ( cepat, higienis, tidak berbau, tidak menghidupkan hewan kecil dan serangga, hasil pupuk kompos bermutu), diperlukan kesesuaian ( compatible) antara alat ( media komposter) dan jenis bakterinya sebagai satu paket. Tanpa itu, membuat kompos akan kembali seperti jaman dulu- jadul - dan dipersepsikan rumit, menjijikan, waktunya lama, kumuh serta berbau saja, dan membuat kita pasti malas membuat kompos deh !!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-1045530824513226053?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID' title='Kompos adalah hasil karya Bakteri'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/1045530824513226053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/kompos-adalah-hasil-karya-bakteri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/1045530824513226053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/1045530824513226053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/kompos-adalah-hasil-karya-bakteri.html' title='Kompos adalah hasil karya Bakteri'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPHJ8I_95MI/AAAAAAAAGr0/RPWONN3aLSY/s72-c/Bakteri2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-8260716720865382886</id><published>2010-11-26T01:23:00.003-08:00</published><updated>2010-11-26T01:28:19.034-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebutuhan Kompos'/><title type='text'>Cara Menghitung Kebutuhan Kompos</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAnoda%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO94IkYlenI/AAAAAAAAGoo/dRwW2jx53g4/s1600/Kompos.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO962rlcaYI/AAAAAAAAGo4/pU8NlSwrwN0/s1600/Kompos+n+%252879%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO962rlcaYI/AAAAAAAAGo4/pU8NlSwrwN0/s200/Kompos+n+%252879%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kompos sebagai material yang dikatagorikan kedalam jenis &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: #3d85c6;"&gt;pupuk organik&lt;/a&gt; terbuat dari penguraian ( dekomposisi) bahan-bahan organik atau alami, berasal dari material mahluk hidup ( hewan, manusia dan tumbuhan). Selain kompos, hasil fermentasi bahan alami tersebut, termasuk dalam katagori pupuk organik  antara lain pupuk kandang,  kascing, gambut, rumput laut dan guano. Jika berdasar pada bentuk,&amp;nbsp; kompos dapat disajikan dalam bentuk padat, granul, remah ( teh), serbuk dan cair. Kompos dalam bentuk cair antara lain  teh kompos (compost tea), ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan semua material hasil fermentasi dari bahan alami lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO96F_P-2gI/AAAAAAAAGo0/5EheedM3KGU/s1600/Kompos+Tanaman.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="117" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO96F_P-2gI/AAAAAAAAGo0/5EheedM3KGU/s200/Kompos+Tanaman.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;pupuk kompos,&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;walaupun dalam konsentrasi rendah, terdapat senyawa-senyawa organik  yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain. Dalam bahan alami,  tidak ada  kompos yang memiliki kandungan hara tinggi atau menyamai pupuk kimia. Karenanya menghitung kebutuhan kompos ( pupuk organik) bagi keperluan tanaman tertentu tidak akan  sebanding dengan dosis  pupuk kimia ( sintetik). Jika  menghitung kebutuhan pupuk organik berdasarkan kandungan hara ( nutrisi), hara pupuk organik disetarakan dengan kandungan hara dari pupuk kimia, niscaya kebutuhan kompos (pupuk organik) akan jadi berlipat dibandingkan dengan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=43" style="color: blue;"&gt;dosis pupuk kimia. &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO95S0upftI/AAAAAAAAGow/LPQnJ7MnQY0/s1600/Kencol+100+%25286%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO95S0upftI/AAAAAAAAGow/LPQnJ7MnQY0/s200/Kencol+100+%25286%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-bottom: 12pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kebutuhan adanya patokan penggunaan dosis kompos oleh para praktisi pertanian, terutama awam dalam ilmu pertanian dan tumbuhan, mengharuskan kita memiliki patokan. Tanpa itu, banyak keraguan pengguna kompos ketika akan mengaplikasikan pada tanaman yang sedang diusahakannya. Pada dasarnya, pemanfaatan kompos bagi pertanian lebih didasarkan pada keinginan memelihara kesuburan tanah yang dinyatakan oleh kandungan C Organik. Semakin tinggi kandungannya, maka lahan kebun atau tanah itu disebut memiliki kesuburan yang baik. Ketika kita ingin membuat target kesuburan lahan naik, misalnya menaikan kandungan C Organik 2 % ( setelah diuji sebelumnya kandungan C organik lahan ternyata rendah &amp;lt; 2 %). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO95BW22hqI/AAAAAAAAGos/0gIsOIpVTvs/s1600/Uji+Tanah+%252853%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO95BW22hqI/AAAAAAAAGos/0gIsOIpVTvs/s200/Uji+Tanah+%252853%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Sebagai ilustrasi, apabila hasil analisa laboratorium tanah diketahui kandungan C organik tanah di suatu tempat= 2 % dan target dinaikan 1.26 %, maka guna mencapai kondisi kandungan C organik tanah dalam lapisan olah (20 cm) seluas 1 ha menjadi 3,26 % adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Target menaikan C organik  =&amp;nbsp; 1, 26 x 1,724 x 20 x 10.000&amp;nbsp; =&amp;nbsp; 4.344 ton  / ha,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Kebutuhan Kompos (C organik) = Target peningkatan kandungan C organik Tanah x 1.724 x 20 cm x 10.000 m2&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO94IkYlenI/AAAAAAAAGoo/dRwW2jx53g4/s1600/Kompos.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO94IkYlenI/AAAAAAAAGoo/dRwW2jx53g4/s200/Kompos.jpg" width="188" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;C organik tanah = dapat diuji kemudian  berdasarkan hasil analisa tanah di laboratorium&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;1.724= konstanta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;20 cm= kedalaman lapisan olah tanah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;10.000 m2= luas areal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO97phHrqyI/AAAAAAAAGo8/C3dbTYSSke0/s1600/Kompos+n+%252810%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO97phHrqyI/AAAAAAAAGo8/C3dbTYSSke0/s1600/Kompos+n+%252810%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO97phHrqyI/AAAAAAAAGo8/C3dbTYSSke0/s200/Kompos+n+%252810%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Berdasar pada pemahaman bahwa kompos memiliki sedikit hara namun mengandung senyawa-senyawa organik lain, seperti asam humik dan asam fulvat, maka mengukur nilai dan kemanfaatan kompos tidak bisa disamakan dengan analisa harga pupuk kimia ( sintetis). Nilai kedua asam yang memiliki peranan seperti hormon yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman, tidak bisa dimiliki oleh pupuk kimia. Bahkan, kompos juga diketahui dapat meningkatkan nilai KTK (kapasitas tukar kation) tanah. Tanaman akan lebih mudah menyerap unsur hara, tanah yang diberi kompos  menjadi lebih gembur dan aerasi  lebih baik. Tanah yang diberi kompos lebih banyak menyimpan air dan tidak mudah kering,  aktivitas mikrobial dalam&amp;nbsp; tanah dengan diberi kompos akan lebih tinggi.  Mikrobial ini memiliki peranan dalam penyerapan unsur hara oleh tanaman, bahkan beberapa diantaranya mampu mengikat unsur hara dari lingkungan mikro tanaman. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;Kompos dapat memperbaiki sekaligus sifat kimia,  fisik dan sifat biologi tanah.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-8260716720865382886?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;sort=2a&amp;language=ID' title='Cara Menghitung Kebutuhan Kompos'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/8260716720865382886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/cara-menghitung-kebutuhan-kompos.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/8260716720865382886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/8260716720865382886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/cara-menghitung-kebutuhan-kompos.html' title='Cara Menghitung Kebutuhan Kompos'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO962rlcaYI/AAAAAAAAGo4/pU8NlSwrwN0/s72-c/Kompos+n+%252879%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-5336652115993918964</id><published>2010-11-21T19:08:00.000-08:00</published><updated>2010-11-21T19:17:53.014-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompos ( compost)'/><title type='text'>The importance of Compost ( Kompos) in fertilization</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOndrB_UyoI/AAAAAAAAGgE/YZet2N5bym8/s1600/Kencol+100+%252844%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="155" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOndrB_UyoI/AAAAAAAAGgE/YZet2N5bym8/s200/Kencol+100+%252844%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=en" style="color: blue;"&gt;Compost,&lt;/a&gt;  as a result of processing waste and organic waste,  a big  benefit for the effort to improve soil structure by increasing organic  matter content ( C-Organic) and will increase the ability to maintain  soil water content. Microbial activity are beneficial for crops will  increase with the addition of compost. Microbial activity helps plants  to absorb nutrients from the soil. Microbial activity are also known to  help plants deal with disease. Plants are fertilized with compost also  tend to be better quality than the intake of plants with chemical  fertilizers,  eg more resistant crops stored,  heavier,  fresher,  more  spirited and more comfortable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;High organic matter content in compost is very important to improve  soil conditions. Based on the known two roles ie,  soil-compost and soil  conditioner ameliorator. Soil condotioner namely the role of compost in  improving soil structure,  especially the dry soil,  while soil  ameliorator function in improving the cation exchange capacity in soil. A  good compost for use as growing media perfect when it has experienced  weathering,  characterized by discoloration of constituent materials ( a  black-brown) ,  odorless,  has a low water content,  and has a  temperature equal to the space. While the laboratory has a C /  N ratio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agricultural land is cultivated entirely by composting organic  materials,  will produce healthy organic food to humans. The advantages  of organic foods including ( 1) . have a better nutrient content.  Organic foods have an average content of vitamin C,  minerals,  and  phytonutrients ( substances in plants that can fight cancer) is higher  than conventional foods,  ( 2) . Organic food is more durable not easy  to talk and ( 3) . save on production processes and reduce the level of  environmental damage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organic food is healthier then be trusted and can give hope to the  consumer to be able to live healthier,  longer life and free from  disease. Forms of organic food is currently processed into a variety of  forms ranging from its original form ( fresh) or in forms that have been  processed with modern machinery into powder soluble in water.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOndYAmig1I/AAAAAAAAGgA/EgNVPdCcMIM/s1600/Kencana+%2528118%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOndYAmig1I/AAAAAAAAGgA/EgNVPdCcMIM/s200/Kencana+%2528118%2529.jpg" width="176" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOnc8rl18II/AAAAAAAAGf8/1H-xnqH9g94/s1600/Lokasi+IPKK+%252883%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;To overcome the problem of fertilizer efficiency and environmental  degradation is one of the movement,  re-use of organic fertilizer ( like  compost) which originate from natural and local resources. Use of  compost can substitute the use of chemical fertilizers that can increase  land productivity by practicing environmentally friendly organic  farming. In addition to the use of compost can also reduce fluctuations  in temperature and humidity increasing land due to climate change. To  produce good quality compost,  composting technology is needed that has  been well tested in laboratory and field.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realizing that in the future,  chemical fertilizers ( inorganic) - as a  non-renewable natural materials ( unrenewable) will be increasingly  reduced availability,  as well as,  on the other hand,  there is a  health awareness of the importance of natural food ( organic) - since  2004,  &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID"&gt;CVSK develop fertilizer technology&lt;/a&gt; biological and organic as well  as to develop all equipment manufacturing waste and organic waste into  compost. V&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=en"&gt;arious machine tool capacity sewage treatment and waste  composter include manual ( type S,  M,  L) ,  electric composter  household scale ( TO 100L) ,  machine tool and the enumerator organic  composter large capacity in the form of Rotary Kiln. For purposes of  this big scale,  available on the machine tool selection Rotary Klin  capacity of 1 m3 ( 1 /  3 Ton) /  unit /  5 days,  3 m3 equivalent to 1  ton /  unit /  5 days to 6 m3 ( 2 Ton) /  units /  5 days.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOnc8rl18II/AAAAAAAAGf8/1H-xnqH9g94/s1600/Lokasi+IPKK+%252883%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="121" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOnc8rl18II/AAAAAAAAGf8/1H-xnqH9g94/s200/Lokasi+IPKK+%252883%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;With the machine tool if the garbage &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=en" style="color: blue;"&gt;Biophosko® make more modern,   fast and hygienic&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.&lt;/span&gt; This technology changed the processing of garbage and  waste in order to composting ( composting) of origin using the  technique of open plot ( open windrows) so that the land requires at  least ( 1,  5 x 6) m2,  should be reversed every 1 week for 1 month or  more,  must be closed sheeting,  shall be awarded various starter  materials ( dust,  ash,  waste saws,  etc.) - which is very hard to find  in the city,  is now very easy. Assistance of appropriate technologies  among others: ( a) . accelerate the composting time ( decomposition of  organic matter) from 60 days to 5 days,  ( b) . A simple and practical  labor operators only need 1 person /  unit though Installation Kaps 3 m3  /  day,  ( c) . produce liquid organic fertilizer ( POC) - which in the  plot technique so often wasted material contaminants seep into the  ground,  ( d) . purposes of the land area is much reduced compared to  traditional techniques,  and ( e) . hygienic,  does not cause noise  pollution and bad smell and odor*).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-5336652115993918964?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26&amp;sort=2a&amp;language=en' title='The importance of Compost ( Kompos) in fertilization'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/5336652115993918964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/importance-of-compost-kompos-for.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/5336652115993918964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/5336652115993918964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/importance-of-compost-kompos-for.html' title='The importance of Compost ( Kompos) in fertilization'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOndrB_UyoI/AAAAAAAAGgE/YZet2N5bym8/s72-c/Kencol+100+%252844%2529.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-4087661087567119322</id><published>2010-11-11T07:27:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T20:30:30.070-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komposting'/><title type='text'>Komposting Kini Makin Modern</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOSrXthtcgI/AAAAAAAAGWw/PxYgT4OeQ4A/s1600/Komposter+Elektrik+1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOSrXthtcgI/AAAAAAAAGWw/PxYgT4OeQ4A/s200/Komposter+Elektrik+1.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;Teknologi pengomposan ( composting technology) &lt;/a&gt;saat ini menjadi sangat  penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah (  organik) - khususnya di perkotaan,  seperti untuk mengatasi masalah  sampah di kawasan komersial ( pemukiman,  mall,  hotel,  kawasan  industri,  pabrik,  dll) ,  masalah sampah dan limbah di kawasan sosial (  sekolah,  rumah sakit,  tempat ibadah,  dll) serta masalah yang  ditimbulkan dari keberadaan limbah organik ( industri makanan dan  minuman,  serta limbah pertanian,  limbah peternakan dan perkebunan) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TNwLFPkvZFI/AAAAAAAAGSs/3nOC1GGxcFM/s1600/Kompos+n+%252857%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TNwLFPkvZFI/AAAAAAAAGSs/3nOC1GGxcFM/s200/Kompos+n+%252857%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;Kompos&lt;/a&gt;,  sebagai hasil dari pengolahan sampah dan limbah organik,   bermanfaat besar bagi upaya memperbaiki struktur tanah dengan  meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan  kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas  mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan  penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap  unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat  membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk  dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman  yang dipupuk dengan pupuk kimia,  misal: hasil panen lebih tahan  disimpan,  lebih berat,  lebih segar,  dan lebih enak.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TNwK38dmu7I/AAAAAAAAGSo/30RfepNj-N8/s1600/DSC09022.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TNwK38dmu7I/AAAAAAAAGSo/30RfepNj-N8/s200/DSC09022.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bangkitnya kesadaran sebagian masyarakat akhir-akhir ini akan dampak  penggunaan pupuk buatan terhadap lingkungan dan terjadinya penurunan  kesuburan tanah mendorong dan mengharuskan penggunaan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pupuk organik dan  pupuk hayati.&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis bahan organik asal tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi hara  tersedia bagi tanaman. Sedangkan pupuk hayati merupakan inokulan  berbahan aktif organisme hidup yang berfungsi untuk menambat hara  tertentu atau memfasilitasi tersedianya hara dalam tanah bagi tanaman.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-4087661087567119322?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41' title='Komposting Kini Makin Modern'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/4087661087567119322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/komposting-kini-makin-modern.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/4087661087567119322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/4087661087567119322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/komposting-kini-makin-modern.html' title='Komposting Kini Makin Modern'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOSrXthtcgI/AAAAAAAAGWw/PxYgT4OeQ4A/s72-c/Komposter+Elektrik+1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-8872405988464524217</id><published>2010-11-04T03:47:00.000-07:00</published><updated>2010-12-02T04:51:42.063-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompos'/><title type='text'>Kompos dong............!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TNKOo6ozZhI/AAAAAAAAGQg/NU_-9u2elYU/s1600/Kencol+100+%2844%29.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPeQQmevX4I/AAAAAAAAGw8/evZ9aWTk_Lg/s1600/Membuat+Kompos+%2528198%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPeQQmevX4I/AAAAAAAAGw8/evZ9aWTk_Lg/s200/Membuat+Kompos+%2528198%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TNKOo6ozZhI/AAAAAAAAGQg/NU_-9u2elYU/s1600/Kencol+100+%2844%29.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="155" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TNKOo6ozZhI/AAAAAAAAGQg/NU_-9u2elYU/s200/Kencol+100+%2844%29.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bangkitnya kesadaran sebagian masyarakat akhir-akhir ini akan dampak  penggunaan pupuk buatan terhadap menurunnya kualitas lingkungan, penurunan derajat kesehatan dan terjadinya penurunan  kesuburan tanah, mendorong dan mengharuskan penggunaan pupuk organik, salah satu&amp;nbsp; bentuk pupuk organik itu, ya kompos. Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis pupuk berbahan organik&amp;nbsp; atau material yang berasal&amp;nbsp; dari tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi hara  tersedia bagi tanaman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;Kompos&lt;/a&gt;,   sebagai hasil dari pengolahan sampah dan limbah organik,   bermanfaat  besar bagi upaya memperbaiki struktur tanah dengan  meningkatkan  kandungan bahan (C-organik) organik tanah yang pada giliran berikutnya  kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas   mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan   penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap   unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat   membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk   dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman   yang dipupuk dengan pupuk kimia,  misal: hasil panen lebih tahan   disimpan,  lebih berat,  lebih segar,  dan lebih enak. Jadi jika kita ingin mendapatkan hasil tanaman pekarangan, kebun atau sawah kita, dengan rasa lebih enak, ya pupuknya&amp;nbsp; pakai kompos dong..........!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="clear: right; float: right; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPeS9j-BCMI/AAAAAAAAGxA/mP0wMYKzd8g/s1600/Membuat+Kompos+%2528287%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="156" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPeS9j-BCMI/AAAAAAAAGxA/mP0wMYKzd8g/s200/Membuat+Kompos+%2528287%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;Teknologi  pengomposan ( composting technology) &lt;/a&gt;saat ini menjadi sangat   penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah (   organik) khususnya di perkotaan,  seperti untuk mengatasi masalah   sampah di kawasan komersial ( pemukiman,  mall,  hotel,  kawasan   industri,  pabrik),  masalah sampah dan limbah di kawasan sosial (   sekolah,  rumah sakit,  tempat ibadah) serta masalah yang  ditimbulkan  dari keberadaan limbah organik ( industri makanan dan  minuman,  serta  limbah pertanian,  limbah peternakan dan perkebunan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-8872405988464524217?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26' title='Kompos dong............!!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/8872405988464524217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/kompos-dong.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/8872405988464524217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/8872405988464524217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/11/kompos-dong.html' title='Kompos dong............!!'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPeQQmevX4I/AAAAAAAAGw8/evZ9aWTk_Lg/s72-c/Membuat+Kompos+%2528198%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-2753387138101862675</id><published>2010-02-09T11:11:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T11:16:09.337-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Olah sampah di Medan'/><title type='text'>Seminar Teknologi Olah Sampah dan Pemupukan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/S3G0aNmF5vI/AAAAAAAAGCo/sc-Q6CDMJzE/s1600-h/SUC4430002-2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/S3G0aNmF5vI/AAAAAAAAGCo/sc-Q6CDMJzE/s200/SUC4430002-2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436324587631929074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampah kawasan komersial ( pasar, mall, hotel, restoran, apartemen, pertokoan, perumahan, pabrik dan sejenisnya) kini diwajibkan Undang undang No 18/ 2008 untuk dikelola secara mandiri. Dengan demikian, penguasaan teknologi proses pengelolaan sampah - yang bisa mengolah sampah secara modern, cepat, menguntungkan secara ekonomi ( menjadi bentuk baru yakni sesuatu yang bisa dijual dan bernilai seperti kompos dan pupuk organik cair) serta pengetahuan pemasarannya, akan menjadi daya tarik dan pendorong bagi semua pihak dalam melakukan pengelolaan sampah secara mandiri tersebut. Demikian juga bagi pengusaha jasa (kontraktor, supplier, perusahaan jasa kebersihan), penguasaan teknologi olah sampah akan menjadi modal dalam menawarkan jasa pengelolaan sampah (cleaning service) kepada setiap kawasan komersial tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah organik suatu kota - sebagai bahan baku pembuatan kompos - juga bermanfaat bagi perbaikan kesuburan lahan perkebunan dan pertanian. Eksploitasi lahan pertanian secara terus menerus dengan asupan pupuk kimia - tanpa perbaikan kadar C-Organik ( tingkat kesuburan) akan menurunkan produktivitas lahan. Pemberian kompos hasil olah sampah dikombinasikan pupuk sintetik kimia secara bijaksana diketahui mampu meningkatkan produksi sekaligus memelihara kesuburan perkebunan. Namun, sayangnya, pengetahuan pemupukan dengan menggabungkan kompos organik dan pupuk lengkap berimbang ( kandungan NPK-MgSCa+TE) - sebagai persyaratan utama dalam meningkatkan produktivitas kebun secara berkelanjutan (sustainable) - seringkali masih terbatas dikuasai petani dan pengusaha perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar kepentingan menyebarluaskan informasi teknologi pembuatan pupuk organik dari bahan sampah kota dan teknologi pemupukan secara lengkap dan berimbang (NPK-MgSCa+ TE), dilaksanakan seminar singkat " Teknologi Olah Sampah dan Pemupukan Perkebunan Sawit di Medan" pada 19 Februari 2010 bertempat di Ruang Pertemuan Kadin Sumut, Jl. Sekip Baru No 16 Medan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyaji materi adalah Ir Sonson Garsoni, alumni IPB - yang kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia (APPKMI), Ketua Asosiasi Konsultan Non Konstruksi Indonesia (Askkindo), Wk Ketua Umum Kadin Jawa Barat dan sekaligus juga selaku pimpinan PT. Cipta Visi Sinar Kencana (CVSK) yakni pelaku industri pupuk tablet ( Gramalet ), pupuk formula spesifik tanaman ( Gramafix) dan produsen komposter ( Biophoskko) - mesin pengolah sampah menjadi pupuk kompos dan organik- yang telah berpengalaman lebih 15 tahun dalam penyebaran teknologi pupuk dan pemupukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Konfirmasi kepesertaan dan informasi detil bisa dihubungi pelaksana ( organizer) di Medan :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mahadi Hasibuan, SE&lt;br /&gt;Telpon: +62-61-7864968&lt;br /&gt;HP: +62-81376175864- 81572527115&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KADIN SUMATERA UTARA&lt;br /&gt;Jl. Sekip Baru No. 16&lt;br /&gt;Medan 20112&lt;br /&gt;Telp.: 62-61 4523654, 4527799&lt;br /&gt;( cp. Hendra Utama, S.Sos)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar singkat ini dilaksanakan atas kerjasama Kadin Prov Sumut dan PT CV Sinar Kencana Pwk Medan, akan bermanfaat bagi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pelaku usaha dan pengelola properti kawasan komersial ( Mall, hotel, developer perumahan, restoran, apartemen) serta pengelola fasilitas sosial ( kawasan pendidikan meliputi sekolah, Universitas), rumah sakit dan tempat peribadatan - dalam mendapatkan teknologi alat mesin pengelolaan sampah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengusaha pertanian dan perkebunan dalam kepentingan mendapatkan informasi pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair (organik) bagi pemeliharaan kesuburan lahan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengusaha perkebunan dalam kepentingan mendapatkan informasi teknologi pemupukan lengkap dan berimbang bagi peningkatan produktivitas kebun,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Peminat dan berbagai pihak yang peduli lingkungan dan peminat usaha berwawasan lingkungan serta produk organik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pejabat pemerintah maupun korporat yang berkaitan dengan CSR ( corporate social responsibility), PKBL serta pengendalian lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian semoga bermanfaat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT. CV Sinar Kencana Pwk Medan&lt;br /&gt;Mahadi Hasibuan, SE&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-2753387138101862675?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Seminar Teknologi Olah Sampah dan Pemupukan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/2753387138101862675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/02/seminar-teknologi-olah-sampah-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/2753387138101862675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/2753387138101862675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2010/02/seminar-teknologi-olah-sampah-dan.html' title='Seminar Teknologi Olah Sampah dan Pemupukan'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/S3G0aNmF5vI/AAAAAAAAGCo/sc-Q6CDMJzE/s72-c/SUC4430002-2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-5273575136253655589</id><published>2009-09-11T03:10:00.000-07:00</published><updated>2010-12-03T03:45:16.929-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komposter pembuat kompos'/><title type='text'>Mesin Kompos Modern, Atasi Masalah Sampah di Perkotaan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPjEyO3FRcI/AAAAAAAAGx8/4W9yZLTC6AM/s1600/DSC08784.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPjIRmKtLJI/AAAAAAAAGyA/f4DhavMwXQE/s1600/Pabrik-7.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPjEh0RWavI/AAAAAAAAGx4/0FQxqHwoXAs/s1600/Balad+Kuring+31-21.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPjEh0RWavI/AAAAAAAAGx4/0FQxqHwoXAs/s200/Balad+Kuring+31-21.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Balad Kuring akronim dalam bahasa daerah Sunda berarti teman kita, adalah forum atau aktivitas para pihak dalam masyarakat yang peduli pada lingkungan hidup. Perwujudan kegiatan yang ingin dipopulerkan antara lain hari tanpa kendaraan (car free day), mengganti atau mengurangi penggunaan kantung plastik, membersihkan dan menjaga kebersihan sungai serta aliran air, memelihara lahan terbuka hijau, mengurangi penggunaan kendaaan bermotor pribadi dengan memanfaatkan kendaran umum massal, dan menanam pohon atau penghijauan lahan kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/SqoisO1nCoI/AAAAAAAAFTA/NKChyMTkghw/s1600-h/balad+%286%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="148" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380150848140020354" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/SqoisO1nCoI/AAAAAAAAFTA/NKChyMTkghw/s200/balad+%286%29.jpg" style="float: left; height: 148px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gerakan pertama Balad Kuring adalah penetapan kawasan bebas sampah di 26 kabupaten/kota se&amp;nbsp; Jawa Barat. Penetapan kawasan tersebut menjadi wewenang bupati dan wali kota. ''Bebas sampah di kawasan itu bukan sehari, tapi selamanya. Secara bertahap jumlah kawasannya diperbanyak,'' jelas Dede Yusuf, dalam kesempatan event Balad Kuring di tahun 2009 lalu, di Bandung. &lt;/span&gt;Sementara itu, dilain kesempatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengancam mencabut penghargaan Adipura dari daerah yang tak bisa menjaga kebersihannya.&amp;nbsp; Lebih lanjut dikatakan, &lt;span style="color: #993300;"&gt;“jangan sampai, katanya, daerah cuma bebersih menjelang tim penilai datang, namun setelahnya kembali kacau balau&lt;/span&gt;.&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1937407150"&gt;(&lt;b&gt;TEMPO  &lt;/b&gt;&lt;i&gt;Interaktif&lt;/i&gt;, &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/11/28/brk,20101128-295082,id.html"&gt;Purwakarta,  28 Nov 2010)&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Melihat keadaan  pengelolaan sampah di banyak kota, maupun menyimak jalan berfikir banyak  pimpinan pengelola kota dan pemerintahan, nampaknya problem sampah dan kebersihan ini belum akan  berakhir untuk beberapa tahun kedepan. Kultur dan cara pandang kita semua terhadap masalah sampah bisa dikatagorikan masih primitif. Pada komunitas primitif,  karena keterbatasan ilmu pengetahuan melihat kegunaan dan keterpakaian suatu material, benda dikatagorikan sampah. Karena sampah tidak berguna, dibuanglah ke TPA. Dengan&amp;nbsp; jalan berfikir (mindset) bahwa sampah tidak berguna dan harus dibuang itulah, semua pemegang kewenangan pengelolaan sampah kota, akan selalu berfikir mengatasi timbulan sampah di kota, adalah mencari lahan TPA. Walaupun dalam istilah "keren" bisa saja dinamakan Tempat Pengelolaan dan Pembuatan Kompos, namun pada faktanya sama, sampah ditumpuk (open dumping), ditinggalkan saat penuh, dan kemudian mencari lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) baru.&amp;nbsp; Padahal, bahkan, dalam kalkulasi ekonomi, membuat kompos&amp;nbsp; di TPA, dengan karakter&amp;nbsp; kompos bernilai murah&amp;nbsp; serta meruang ( bulky), jelas tidak memenuhi kelayakan, baik secara ekonomi maupun teknis. Sampah organik, bahan pembuatan kompos di TPA, selain sudah tercemari oleh material non organik dan kandungan logam berat&amp;nbsp; selama proses pengumpulan, bongkar muat dan pembuangan, juga telah mengambil biaya tinggi untuk dijadikan bahan&amp;nbsp; baku&amp;nbsp; pembuatan kompos. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Sebenarnya, kini, banyak hasil penelitian dan  perkembangan ilmu pengetahuan telah menuntun kita akan pentingnya material - yang dulu dikatagorikan sampah. Bagi masyarakat, dan kita yang telah tahu sesuatu  itu memberi manfaat keterpakaian, namun, masih juga membuangnya, harus diakui  kita tergolong primitif. Bahkan, dalam nilai agama anutan sebagian  besar warga, kepada manusia demikian digolongkan melakukan perbuatan mubadzir (siasia). Terlebih lagi dari berbuat sia-sia (mubadzir), ketika  melakukan pembuangan sampah ke TPA, malahan justru, menggunakan biaya mengangkut,  bongkar muat, dan menyediakan investasi sarana prasarana.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Pengelolaan sampah dan kebersihan  suatu kota, nampaknya memerlukan ikhtiar lebih dari sekedar pengadaan sarana prasarana. Mengaplikasikan hasil penelitian tentang pentingnya daur ulang ( recycle), upaya mengurangi ( reduce)&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; menggunakan kembali (reuse)&amp;nbsp; atau dikenal metoda 3 R,&amp;nbsp; suatu keniscayaan kalau kita tidak ingin disebut bangsa yang telah berbuat sia-sia dan primitif. Bahkan, secara khusus besarnya peranan 3R, dalam sudut pandang lingkungan maupun ekonomi, mengharuskan kita memanfaatkan sampah tersebut.&amp;nbsp; Mengolah sampah katagori organik yang mendominasi sampah di perkotaan, kini&amp;nbsp; dengan teknologi mesin pengomposan (composting), yang telah di modifikasi bagi kepentingan olah sampah di sumber-sumber timbulnya, patut dipertimbangkan sebagai pilihan alternatif dibanding dengan pola pembuangan sampah ke TPA.&amp;nbsp; Mesin pembuatan kompos modern, bisa atasi masalah sampah di perkotaan yang&amp;nbsp; diketahui masih didominasi oleh jenis sampah organik..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPM4m0F3H0I/AAAAAAAAGuM/OJ4eZo-qYKw/s1600/Mesin+Olah+Sampah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="151" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPM4m0F3H0I/AAAAAAAAGuM/OJ4eZo-qYKw/s200/Mesin+Olah+Sampah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="starial"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;Pengomposan ( composting)&lt;/a&gt; adalah proses dimana  bahan organik mengalami penguraian ( dekomposisi) secara biologis,  oleh  mikroba yang memanfaatkan bahan organik (C) sebagai sumber energi.  Mengolah sampah organik dan membuat kompos adalah mengatur dan  mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih  cepat. Proses rekayasa ini meliputi penyiapan kondisi campuran bahan  baku yang ideal ( CN ratio = 30/  1 hingga 40/  1),  pemberian air yang  cukup,  pengaturan intensitas aerasi ( ketersediaan oksigen) dan  &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;penambahan populasi bakteri pengurai&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;dalam pengomposan. Diketahui,  bau  busuk yang ditimbulkan material ( sampah dan limbah) organik terjadi  tatkala proses penguraian ( dekomposisi) berlangsung dalam kondisi tanpa  oksigen atau intensitas aerasi rendah ( anaerob),  atau kadar air atau  kelembaban rendah maupun terlalu kering serta suhu yang tidak kondusif  bagi bekerjanya bakteri pengurai. Pada kondisi prasyarat bagi  berlangsungnya penguraian ( dekomposisi) material organik tidak  terpenuhi,  bakteri akan diam dan tidur ( dorman,  saat sama akan  terjadi reaksi anaerobik dan menimbulkan gas H2S maupun methana ( CH4) .  Kedua jenis gas inilah yang dirasakan dan dipersepsikan warga  masyarakat di sekitar pengelolaan sampah berada sebagai bau busuk  mengganggu lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPjIRmKtLJI/AAAAAAAAGyA/f4DhavMwXQE/s1600/Pabrik-7.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPjIRmKtLJI/AAAAAAAAGyA/f4DhavMwXQE/s200/Pabrik-7.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="starial"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;Teknologi Biophoskko&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;telah lama melakukan  penelitian dan uji atas proses olah sampah untuk kepentingan di kota,   yang tentu berbeda dibanding dengan pembuatan kompos di daerah  pertanian. Menjiplak teknik lama tradisional,  misal metoda bedeng  terbuka (open windrows) dalam pembuatan kompos, sebagaimana dilakukan di pertanian, dilaksanakan di kota dalam kepentingan pengolahan sampah,  akan  menimbulkan berbagai masalah seperti kebutuhan luasan lahan,  timbulan  polutan bau,  kebutuhan waktu proses dan tenaga kerja.. Kesemua hal  itu sangat menentukan bagi kelayakan (sosial,  lingkungan dan ekonomi)  pengelolaan sampah di perkotaan. Dengan dasar itu, keperluan  menyajikan teknologi pengelolaan sampah dan limbah- melalui &lt;span style="color: blue;"&gt;penggunaan&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; mesin (mekanisasi) dalam metoda bedeng (open windrow)&lt;/span&gt;,&lt;/a&gt; menjadi penting.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPjEyO3FRcI/AAAAAAAAGx8/4W9yZLTC6AM/s1600/DSC08784.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="185" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPjEyO3FRcI/AAAAAAAAGx8/4W9yZLTC6AM/s200/DSC08784.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="starial"&gt;Berkat pengalaman lama mengenalkan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;komposter skala rumah tangga,&lt;/a&gt; kini &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;rotary kiln &lt;/a&gt;ditawarkan untuk menjadi pilihan dalam mendapatkan solusi atas masalah sampah di perkotaan.&amp;nbsp; Mekanisasi&amp;nbsp; pada metoda&amp;nbsp; pembuatan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;kompos&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;,&lt;/span&gt; khususnya bagi  kepentingan&amp;nbsp; olah sampah di kawasan komersial ( hotel,  restoran,  pabrik,   perumahan,  apartemen) serta kawasan sosial ( pendidikan,  sekolah,   rumah sakit,  tempat ibadah)&amp;nbsp; berkaitan dengan  upaya memberikan kenyamanan kepada masyarakat sekitar lokasi pengolahan sampah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="starial"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/xVmv4GET4fU&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/xVmv4GET4fU&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-5273575136253655589?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Mesin Kompos Modern, Atasi Masalah Sampah di Perkotaan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/5273575136253655589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2009/09/komposter-biophoskko-is-balad-kuring.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/5273575136253655589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/5273575136253655589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2009/09/komposter-biophoskko-is-balad-kuring.html' title='Mesin Kompos Modern, Atasi Masalah Sampah di Perkotaan'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPjEh0RWavI/AAAAAAAAGx4/0FQxqHwoXAs/s72-c/Balad+Kuring+31-21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-8746727380278095324</id><published>2008-08-05T13:43:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T20:51:46.798-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aktivator pembuatan Kompos'/><title type='text'>Konsorsium Bakteri Bagi Pengolahan Sampah ( Kompos)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOToOodgXaI/AAAAAAAAGXQ/n3NoPx_szfE/s1600/29111_443049003274_370621588274_5812575_3931843_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOToOodgXaI/AAAAAAAAGXQ/n3NoPx_szfE/s200/29111_443049003274_370621588274_5812575_3931843_n.jpg" width="125" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;Green Phoskko® (GP-1) Activator Kompos [&lt;/a&gt; per pack, 250 gr] adalah konsorsium mikroba unggulan (bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp, bakteri aktinomycetes, ragi, dan jamur) pengurai semua jenis bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan, limbah industri makanan dan minuman, limbah kebun dan limbah padat perkotaan lainnya). Berfungsi mempercepat proses dekomposisi, menghilangkan bau busuk dan menekan pertumbuhan mikroba patogen.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; Kemasan Green Phoskko Activator [250 gr] dalam pack  karton duplex @ 250 gram kemudian dimasukan kedalam karton per 20 pack  setara 5 kg+&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTog1rE45I/AAAAAAAAGXU/dGQvYrfMSIw/s1600/Membuat+Kompos-2+%252866%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtIKEkoqxI/AAAAAAAAGgo/L3oHaRVjpRQ/s1600/Lokasi+IPKK+%252897%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; DOSIS &amp;amp; TEKNIK APLIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 1 (satu) kg&amp;nbsp; atau 4 Pack @ 250 gram Green Phoskko®&amp;nbsp; (GP-1) Activator Kompos (bakterium aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp, bakteri aktinomycetes, ragi, dan jamur) dapat digunakan untuk tumpukan sampah sekitar 3 sampai 6 m3 atau setara 1 Ton,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTog1rE45I/AAAAAAAAGXU/dGQvYrfMSIw/s1600/Membuat+Kompos-2+%252866%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="168" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTog1rE45I/AAAAAAAAGXU/dGQvYrfMSIw/s200/Membuat+Kompos-2+%252866%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Larutkan atau campurkan 1 kg Green Phoskko® (GP-1) Activator Dekomposer Sampah (bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp, bakteri aktinomycetes, ragi, dan jamur) dalam 10 hingga 20 ltr air, ( tergantung keperluan agar kelembaban adonan sampah organik mencapai ideal bagi dekomposisi yakni 50 sampai 60 %) kemudian diaduk hingga merata (bila tersedia tambahkan 1 kg dedak dan 50 hingga 100 gram gula pasir ( molases tetes tebu), 100 urea dan diaduk hingga merata),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diamkan sekitar 2 4 jam, dalam kurun waktu tersebut lakukan pengadukan 2 sampai 3 kali,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Siramkan larutan tersebut pada tumpukan sampah secara merata. Bila kelembaban sampah masih kurang, tambahkan lagi ke tumpukan limbah atau sampah tersebut hingga&amp;nbsp; kadar air adonan mencapai kelembaban sekitar 60 - 65 %. Bagi pembuatan kompos modern, tambahkan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;penggembur Green Phoskko (GP-2) pada dosis 3 %&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;dari berat limbah dan sampah target. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pertahankan proses pengkomposan secara aerob, dengan mengatur sirkulasi udara atau suplai oksigen melalui pipa paralon atau bambu (diameter sekitar 7,5 cm 10 cm dan diberi lubang dengan diameter 1 cm dalam bentuk spiral), ditusukkan ke dalam tumpukan dengan jarak sekitar 25 - 50 cm. Pada &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;pengomposan modern menggunakan alat mesin Rotary Kiln,&lt;/a&gt; kayuh pedal atau putar tabung guna&amp;nbsp; 2 putaran guna membalik aneka bahan, mencampur secara homogen aneka material di dalam tabung komposter, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTo0gQ7D9I/AAAAAAAAGXY/Z_wCVkB6p_4/s1600/Aktivator+Dekomposer-26.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTo0gQ7D9I/AAAAAAAAGXY/Z_wCVkB6p_4/s200/Aktivator+Dekomposer-26.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Tutup tumpukan sampah dengan terpal atau plastik untuk mengurangi penguapan dan pertahankan temperatur 60 65C selama 2 3 hari. Selanjutnya lakukan pembalikan (5 7 hari sekali) dan atur kelembaban tumpukan sampah dengan menambahkan air hingga kelembaban sekitar 60 65% (bila diperlukan pada pembalikan kedua gunakan Green Phoskko® Activator kembali). Pada &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;pengomposan menggunakan mesin Rotary Kiln, kelembaban, aerasi dan suhu dapat dikelola dengan memutar exhaust fan untuk menghembuskan oksigen kedalam rotary.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtIKEkoqxI/AAAAAAAAGgo/L3oHaRVjpRQ/s1600/Lokasi+IPKK+%252897%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtIKEkoqxI/AAAAAAAAGgo/L3oHaRVjpRQ/s200/Lokasi+IPKK+%252897%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Proses dekomposisi pada cara tradisional, memakai metoda bedeng ( open windrows) dilakukan sekitar 2 5 minggu, sementara menggunakan rotary Kiln dapat dicapai hanya 5 hari, penurunan C/N ratio hingga &amp;lt; 20 atau dekomposisi bahan organik selesai. &lt;span style="color: blue;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;eluaran alat mesin berupa kompos yang sangat baik digunakan pada pertanian dan perbaikan kesuburan lahan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemegang kebijakan dan proyek yang berkaitan dengan kebersihan kota dapat mempertimbangkan penggunaan activator ini dengan cara melakukannya di pusat-pusat sampah kota (pasar, perumahan, sentra peternakan dan lainnya). Tanpa harus bermotif penjualan kembali hasil proses pengomposannya (non-komersial), jika saja sampah sudah terdekomposisi maka tidak berbau, berbagai kalangan akan memungutnya untuk digunakan sebagai kompos kualitas rendah - amilioran/ tanah gembur (melakukan packing dan repacking untuk dijual maupun ibu rumah tangga untuk tanaman hias dan bunga di pekarangan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="344" style="clear: left; float: left;" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/hI1NbZn11Ss&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/hI1NbZn11Ss&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-8746727380278095324?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Konsorsium Bakteri Bagi Pengolahan Sampah ( Kompos)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/8746727380278095324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/08/konsorsium-bakteri-bagi-pengolahan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/8746727380278095324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/8746727380278095324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/08/konsorsium-bakteri-bagi-pengolahan.html' title='Konsorsium Bakteri Bagi Pengolahan Sampah ( Kompos)'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOToOodgXaI/AAAAAAAAGXQ/n3NoPx_szfE/s72-c/29111_443049003274_370621588274_5812575_3931843_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-5370792858618163725</id><published>2008-08-05T13:29:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T21:40:30.085-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Green Phoskko Activator'/><title type='text'>Compost Activator For Organic Decomposition</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtTlHn80VI/AAAAAAAAGg8/EihOXW2r3Po/s1600/Cover+%252859%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtSpN017AI/AAAAAAAAGgw/qQxqTtzj1q4/s1600/Kencana+%252857%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtS_SX5sCI/AAAAAAAAGg4/FkwMx7dZZuk/s1600/DSC09032.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtTlHn80VI/AAAAAAAAGg8/EihOXW2r3Po/s1600/Cover+%252859%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtTlHn80VI/AAAAAAAAGg8/EihOXW2r3Po/s200/Cover+%252859%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Realizing that in the future,  chemical fertilizers ( inorganic) as a  non-renewable natural materials ( unrenewable) will be increasingly  reduced availability,  as well as,  on the other hand,  there is a  health awareness of the importance of natural food ( organic) - since  2004,  CVSK develop fertilizer technology sources of &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;biological and  organic fertilizers.&lt;/a&gt; Supports it,  the next is presented also means  &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;making waste into organic fertilizer compost ( composter manual,   electric composter,  and Rotary Kiln various capacities)&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;. For large  scale,  machine tools are also available with a choice of Rotary Klin  capacity of waste from 1 m3 ( 1 /  3 Ton) ,  3 m3 equivalent of 1 ton to  6 m3 ( 2 Ton) /  engine units.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtS_SX5sCI/AAAAAAAAGg4/FkwMx7dZZuk/s1600/DSC09032.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtS_SX5sCI/AAAAAAAAGg4/FkwMx7dZZuk/s200/DSC09032.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;In the category of material of organic fertilizer ( compost) ,  CVSK  has managed to isolate microbial decomposers and garbage ( probiotics)  and various minerals for the continuity of modern composting,  hygienic  and quick. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;Microbial decomposers are compost activators and minerals are  bulking material ( bulking agent) - who both branded Green Phoskko ® .&lt;/a&gt;  For the continuity of effective and efficient decomposition,  developed  machine tools ( composter) Bioposko ® whether the household scale,  and  environmental scale Rotary Kiln scale commercial business. Compost is  very beneficial for the hobbies and park managers in making compost by  using raw materials derived from domestic waste or,  for entrepreneurs  to get business - which produces faster than manage waste in homes,   factories,  markets or apartment environment. In fact,  for the cities  that have problems with landfill and waste management BioPoskko® will  help reduce the waste completely from the source or location of the  waste ( families or households,  restaurants,  malls,  markets,  factory  canteen,  vegetable markets and hotels) .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtSpN017AI/AAAAAAAAGgw/qQxqTtzj1q4/s1600/Kencana+%252857%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="116" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtSpN017AI/AAAAAAAAGgw/qQxqTtzj1q4/s200/Kencana+%252857%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Green Phoskko® Compost Activator [250 gr] is pre-eminent microbe consortium (bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp, bakteri aktinomycetes, ragi, dan jamur) organic decomposing materials (town waste, agriculture, ranch and others). Useful to quicken the decomposition process, deodorizing to decay and depress growth of microbe of pathogen.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtS15bfv8I/AAAAAAAAGg0/cvRwVNMsLpg/s1600/Aktivator+Dekomposer-5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtS15bfv8I/AAAAAAAAGg0/cvRwVNMsLpg/s200/Aktivator+Dekomposer-5.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;[1] One Kg of Green Phoskko® Compost Activator (bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp, bakteri aktinomycetes, ragi, dan jamur) can be used for scrapheap about 3 - 6 m3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/5kG18FYISaY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/5kG18FYISaY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-5370792858618163725?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Compost Activator For Organic Decomposition'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.indonetwork.co.id/kencanabandung' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/5370792858618163725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/08/compost-activator-for-decomposition.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/5370792858618163725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/5370792858618163725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/08/compost-activator-for-decomposition.html' title='Compost Activator For Organic Decomposition'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtTlHn80VI/AAAAAAAAGg8/EihOXW2r3Po/s72-c/Cover+%252859%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-700222711677387073</id><published>2008-08-03T13:35:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T20:26:03.618-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Membuat Kompos'/><title type='text'>Compost Maker ( Mesin Pembuat Kompos)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOs-dH99WAI/AAAAAAAAGgc/4ifVgglMYnY/s1600/Lokasi+IPKK+%2528107%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOs-pUXEe7I/AAAAAAAAGgg/Qef3WthMLnU/s1600/Lokasi+IPKK+%252838%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOs--3VukYI/AAAAAAAAGgk/tDwmN-6Ikpg/s1600/Kencana+%252841%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOs--3VukYI/AAAAAAAAGgk/tDwmN-6Ikpg/s200/Kencana+%252841%2529.jpg" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID" style="color: blue;"&gt;CVSK&lt;/a&gt; is a national company who act as principals ( owner of the brand,   quality standards,  network marketing,  licensing and other trade terms)  in the development Gramalet fertilizer technology and then developed in various  activities compost,  organic fertilizers,  composting waste processing  equipment and organic waste as well as activators decomposer organic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the category of material of organic fertilizer ( compost) , &lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;CVSK&lt;/span&gt;  h&lt;/a&gt;as managed to isolate microbial ( probiotics) decomposers and garbage  and various minerals for the continuity of modern composting,  hygienic,   economical and quick. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=en" style="color: blue;"&gt;Microbial decomposers are compost activators  Green Phoskko® ( GP-1) and bulking agent ( organic bulking agent) Green  Phoskko ® ( GP-2) &lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.&lt;/span&gt; For the continuity of effective and efficient  decomposition,  developed machine&amp;nbsp; maker ( composter) Biophosko® such as  the interests of composting at the household scale,  waste management  or environmental scale Rotary Kiln engine for commercial business  interests.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOs-dH99WAI/AAAAAAAAGgc/4ifVgglMYnY/s1600/Lokasi+IPKK+%2528107%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOs-dH99WAI/AAAAAAAAGgc/4ifVgglMYnY/s200/Lokasi+IPKK+%2528107%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Machine maker tools and technology of waste and organic waste decomposition  is very useful for hobbies park,  and the manager in making compost by  using raw materials derived from household waste; Or,  for entrepreneurs  to get business-type Rotary Kiln will provide a business which produces  faster than manage waste commercial areas ( housing,  factories,   markets,  industrial estates,  malls,  hotels,  restaurants or apartment  environment.) In fact,  for the cities that have problems with the  location of final disposal ( landfill) waste and waste management are  still weak and metropolitan waste,  Rotary Kiln Biophosko® will help  reduce the waste completely from the source or location of waste  generated ( family or household ,  restaurant,  mall,  market,  factory  canteen,  vegetable markets and hotels) . For large scale,  &lt;span style="color: blue;"&gt;R&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?currency=USD&amp;amp;cPath=41&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=en" style="color: blue;"&gt;otary Klin  machine maker tools can be selected between the capacity of 1 m3 ( 1 /  3 Ton) /   5 days,  3 m3 equivalent to 1 ton /  5 days to 6 m3 ( 2 Ton) /  units /   5 days.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOs-pUXEe7I/AAAAAAAAGgg/Qef3WthMLnU/s1600/Lokasi+IPKK+%252838%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOs-pUXEe7I/AAAAAAAAGgg/Qef3WthMLnU/s200/Lokasi+IPKK+%252838%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;Compost,  as a result of processing waste and organic waste,&lt;/a&gt;  a big  benefit for the effort to improve soil structure by increasing soil  organic matter content and will enhance the ability of soil to maintain  soil water content. Microbial activity in soil that are beneficial to  plants will increase with the addition of compost. Microbial activity  helps plants to absorb nutrients from the soil. Soil microbial activity  are also known to help plants deal with disease. Plants are fertilized  with compost also tend to be better quality than plants fertilized with  chemical fertilizers,  eg more resistant crops stored,  heavier,   fresher,  and more comfortable.&lt;/div&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/5LGVpTtbrwI&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/5LGVpTtbrwI&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-700222711677387073?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Compost Maker ( Mesin Pembuat Kompos)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/700222711677387073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/08/membuat-kompos-sebagai-olah-raga-baru.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/700222711677387073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/700222711677387073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/08/membuat-kompos-sebagai-olah-raga-baru.html' title='Compost Maker ( Mesin Pembuat Kompos)'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOs--3VukYI/AAAAAAAAGgk/tDwmN-6Ikpg/s72-c/Kencana+%252841%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-1229657701581142098</id><published>2008-06-11T09:30:00.000-07:00</published><updated>2011-09-08T11:11:45.983-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Kompos'/><title type='text'>Peluang Bisnis Pengelolaan Sampah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari Detik.Com&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fdZ6qTRe3SU/TOYoYoJTauI/AAAAAAAAHFQ/owMn99OzblM/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-fdZ6qTRe3SU/TOYoYoJTauI/AAAAAAAAHFQ/owMn99OzblM/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;View Full Version : &lt;a href="http://forum.detik.com/showthread.php?t=48127"&gt;Sampah Berlimpah = Bisnis Luar Biasa!&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="posttop"&gt;&lt;div class="username"&gt;kndsti&lt;/div&gt;&lt;div class="date"&gt;8th July 2008, 14:17&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="posttext"&gt;Hmmm, judulnya provokatif juga ya...:-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo DF-ers,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam kenal, saya anggota baru disini yg langung nekat bikin thread disini. Mudah-mudahan gak ditimpukin rame-rame ya..:-).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-EfhHyGw3KRo/TP7Tc2Q_VCI/AAAAAAAAHGs/GnOhmm8Vlwg/s1600/Lay+Out+IPKK.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="210" src="http://3.bp.blogspot.com/-EfhHyGw3KRo/TP7Tc2Q_VCI/AAAAAAAAHGs/GnOhmm8Vlwg/s320/Lay+Out+IPKK.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Terus terang saya bukan pakar sampah atau lingkungan sama sekali, saya cuma sedang cari-cari informasi di internet tentang bisnis pengolahan sampah pasar (hijauan) untuk dijadikan pupuk kompos/pupuk organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesa saya sederhana, kalo para investor/pebisnis bisa melihat sampah pasar yg berlimpah sebagai peluang bisnis pupuk kompos/organik yg bisa menguntungkan, mungkin sampah pasar tidak akan menumpuk dan menimbulkan bau dimana-mana ya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yg saya dapetin cukup lumayan. Saya juga sudah make komposternya pak sukamto untuk mengolah limbah organik rumah saya jadi kompos cair. Lumayan, gak beli pupuk kompos lagi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-QLsYyXCvVl0/TNJfQ6mciiI/AAAAAAAAHDo/4jwtxk5nezs/s1600/Kencana+%252846%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-QLsYyXCvVl0/TNJfQ6mciiI/AAAAAAAAHDo/4jwtxk5nezs/s1600/Kencana+%252846%2529.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Termasuk juga informasi yg dikencana online yg punya komposter yg bisa mengubah 1 ton (2-3 m3) sampah organik jadi kompos padat dan cair hanya dalam waktu 5 hari saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hitung-hitungan di situs kencana online, kalo diliat secara bisnis lumayan banget. Kalo ga salah kutip, dengan modal 15 jt udah bisa beli komposter untuk mengolah 1 ton (2-3 m3) sampah organik menjadi produk kompos padat dan cair dengan keuntungan sebesar Rp. 2.000.000,- (penjualan) - Rp. 135.000,- (Biaya produksi) = Rp. 1.865.000,- per 5 hari. Kalo kita punya 6 komposter berarti bisa produksi setiap hari. Menarik ga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum salah sangka, sekali lagi saya sama sekali tidak ada hubungan bisnis dengan kencana online dan/atau pak sukamto, apalagi sebagai sales pemasarannya...he..he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru saya posting wacana ini disini, karena ingin belajar dan menangkap lebih banyak lagi informasi tentang potensi bisnis sampah di Indonesia, benarkah hipotesa saya semula? bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampah Berlimpah = Bisnis Luar Biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-PEf986iN9Tg/TP7To-RMDJI/AAAAAAAAHHQ/n6SZg685QgE/s1600/Kencol+%25283%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://2.bp.blogspot.com/-PEf986iN9Tg/TP7To-RMDJI/AAAAAAAAHHQ/n6SZg685QgE/s320/Kencol+%25283%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Adakah yg udah mencoba menjalankan bisnis sampah ini sebagai bisnis profesional?, saya banyak membaca study kasus yg menjelaskan bukan dari sudut pandang bisnis. kebanyakan dibangun sebagai program-program sosial, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa-apa saya kuatir karena terlampau menjadi gerakan sosial, akhirnya potensi bisnisnya yg NYATA justru akan terkubur, padahal bisa dibayangkan kalau pemilik modal bisa melihat potensi bisnis ini sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulung koreksi kalo saya keliru....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:hi:&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="posttop"&gt;&lt;div class="username"&gt;BARBIE762777&lt;/div&gt;&lt;div class="date"&gt;8th July 2008, 15:57&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="posttext"&gt;pemasarannya yang jadi pertanyaan nih, klo untung kan klo laku di pemasrannya&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="posttop"&gt;&lt;div class="username"&gt;kndsti&lt;/div&gt;&lt;div class="date"&gt;9th July 2008, 09:10&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="posttext"&gt;Betul mba,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo saya liat di Indonesia, lebih mudah menjual kompos padat yg murah karena sudah dikenal, sementara kompos cair masih belum umum dijual dan dikenal, padahal kompos cair secara bisnis lebih meguntungkan, potensinya bisa untuk pupuk pertanian-pertanian organik, juga kalo ga salah disalah satu milis pernah disebutkan kalo pupuk kompos cair ini juga bisa untuk mengurangi frekuensi sedot wc, dari yg tadinya satu tahun sekali jadi 2 tahun sekali....ini kan potensi pasar di perkotaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kencana online visi bisnisnya sudah lebih maju, karena kalo kita beli komposter di situs tsb, kita juga bisa beli kemasan kompos cair 500 ml sekalian, jadi hasil produksi kita sudah langsung punya brand dan masuk pasar. Harga perkiraannya yg 500 ml Rp. 25.000,- hingga Rp 40.000,-. again, i'm not their salesman at all...:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada masukan? yg kritis juga boleh kok, malah welcome, soalnya saya lagi pengen mendalami informasi ini terus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tx a lot&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="posttop"&gt;&lt;div class="username"&gt;hardjo_pawiro&lt;/div&gt;&lt;div class="date"&gt;9th July 2008, 19:09&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="posttext"&gt;salam kenal:hi:&lt;br /&gt;saya setuju banget sih kalu sampah bisa diolah serta dapat dijadikan bisnis, karena natinya juga akan mengurangi jumlahnya yang semakin lama semakin menggunung.:vanish:&lt;br /&gt;saya juga  mejalani bisnis di sampah tetapi hanya mengkhususkan sampah sampah plastik botol botol air mineral.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="posttop"&gt;&lt;div class="username"&gt;miqu&lt;/div&gt;&lt;div class="date"&gt;10th July 2008, 08:40&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="posttext"&gt;Mmmm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya negative thinking, tapi sudah rahasia umum kalau perhitungan2 peluang bisnis itu terkadang di exxagerate oleh si pnjual peluang. Tetapi aku tetep yakin bisnis ginian akan menghasilkan untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetep semangat om kndsti&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="posttop"&gt;&lt;div class="username"&gt;kndsti&lt;/div&gt;&lt;div class="date"&gt;10th July 2008, 10:11&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="posttext"&gt;to hardjo prawiro:&lt;br /&gt;pak thread ini bukan cuma buat bisnis kompos kok, tujuannya utk 'merangsang' (wuih bahasanya serem) pebisnis melihat peluang bisnis di tumpukan sampah yg menggunung, jadi muonggo kalo mau cerita lebih banyak ttg untung ruginya bisnis sampah plastik yg udah bapak jalanin. Tx a lot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To miqu:&lt;br /&gt;saya setuju, memang kita mesti kritis sama setiap tawaran peluang bisnis. hitung-hitungan yg ada di kencana online memang mesti dicari kasus realnya, oleh karena itu sy bikin thread ini, supaya kali aja ada yg udah ngejalanin tau persis itung-itungannya berapa dan bisa kasih masukan di forum ini......:-)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div class="post"&gt;&lt;div class="posttop"&gt;&lt;div class="username"&gt;blueberrymilkklover&lt;/div&gt;&lt;div class="date"&gt;18th July 2008, 19:04&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="posttext"&gt;Ayo yang sudah pernah menjalankkan bisnis kompos, tolong di share disini.&lt;br /&gt;Untung / rugi ? Ya semua usaha punya peluang untung dan rugi kale.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gue mau banget nih menjalankan bisinis kompos ini, tapi...detikers ada yang mau ngasih pinjeman modal nggak ?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/1NW_K0_X1Oo&amp;amp;hl=en"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/1NW_K0_X1Oo&amp;amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-1229657701581142098?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.youtube.com/watch?v=1NW_K0_X1Oo' title='Peluang Bisnis Pengelolaan Sampah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/1229657701581142098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/06/peluang-bisnis-pengelolaan-sampah.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/1229657701581142098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/1229657701581142098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/06/peluang-bisnis-pengelolaan-sampah.html' title='Peluang Bisnis Pengelolaan Sampah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fdZ6qTRe3SU/TOYoYoJTauI/AAAAAAAAHFQ/owMn99OzblM/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-3704952305500861123</id><published>2008-04-20T08:28:00.000-07:00</published><updated>2010-11-30T14:55:29.336-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pameran Tanaman Hias Batam'/><title type='text'>Antusiasme Warga Batam Pada Agro Flora Expo 2008</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Mungkin karena pertama kali diadakannya suatu Expo Tanaman Hias (Nursery, Bonsai, alat &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=38&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;mesin pembuatan kompos, pupuk tanaman hias &lt;/a&gt;dan Perlengkapannya ) di Batam, penyelengaraan &lt;/span&gt;&lt;span class="konten" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://batampos.co.id/edisi-harian/metropolis/gaya-%E2%80%9Drock-planting-sampai-freestyle.html" style="color: #3333ff;"&gt;1st Batam Flora Contest and Agro Expo 2008&lt;/a&gt;&lt;a href="http://batampos.co.id/edisi-harian/metropolis/gaya-%E2%80%9Drock-planting-sampai-freestyle.html" style="color: #3333ff; font-weight: bold;"&gt; &lt;/a&gt;di lapangan parkir Gedung Promosi Sumatera, Batam Centre &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Batam setiap harinya terlihat banyak dikunjungi warga masyarakat Batam dan pengunjung dari luar negeri ( Singapura) karena lokasi bersebelahan dari penyebarangan Ferry Terminal Batam Center ( &lt;/span&gt;&lt;a href="http://green-phoskko.blogspot.com/2008_04_19_archive.html" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;selanjutnya&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/EZxV6fcIFKY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/EZxV6fcIFKY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-3704952305500861123?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Antusiasme Warga Batam Pada Agro Flora Expo 2008'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/3704952305500861123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/04/antusiasme-warga-batam-pada-agro-flora_20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/3704952305500861123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/3704952305500861123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/04/antusiasme-warga-batam-pada-agro-flora_20.html' title='Antusiasme Warga Batam Pada Agro Flora Expo 2008'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-163295475622844794</id><published>2008-04-19T09:54:00.000-07:00</published><updated>2010-11-30T15:00:09.196-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komposter Di Pameran Tanaman Hias Batam'/><title type='text'>Antusiasme Warga Batam Pada Agro Flora Expo 2008</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SAooERf4gHI/AAAAAAAADQQ/b4tAz57t74s/s1600-h/Komposter+Flora+Expo+%287%29.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SAokMRf4gAI/AAAAAAAADPc/DcbXziIPzo4/s1600-h/Komposter+Flora+Expo+%281%29.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="151" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191001313772077058" src="http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SAokMRf4gAI/AAAAAAAADPc/DcbXziIPzo4/s200/Komposter+Flora+Expo+%281%29.JPG" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" height="167" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191005574379634802" src="http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SAooERf4gHI/AAAAAAAADQQ/b4tAz57t74s/s200/Komposter+Flora+Expo+%287%29.JPG" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="200" /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SAon3hf4gGI/AAAAAAAADQI/9Q51VLS5KW4/s1600-h/Komposter+Flora+Expo+%2810%29.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="151" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191005355336302690" src="http://bp2.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SAon3hf4gGI/AAAAAAAADQI/9Q51VLS5KW4/s200/Komposter+Flora+Expo+%2810%29.JPG" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Mungkin karena pertama kali diadakannya suatu Expo Tanaman Hias (Nursery, Bonsai, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=38&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;komposter, pupuk organik, pupuk tanaman hias&amp;nbsp;&lt;/a&gt; dan Perlengkapannya ) di Batam, penyelengaraan &lt;span class="konten"&gt;&lt;a href="http://batampos.co.id/edisi-harian/metropolis/gaya-%E2%80%9Drock-planting-sampai-freestyle.html" style="color: #3333ff;"&gt;1st Batam Flora Contest and Agro Expo 2008 &lt;/a&gt;di lapangan parkir Gedung Promosi Sumatera, Batam Centre &lt;/span&gt;Batam setiap harinya terlihat banyak dikunjungi warga masyarakat Batam dan pengunjung dari luar negeri ( Singapura) karena lokasi bersebelahan dari penyebarangan Ferry Terminal Batam Center.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dengan mengambil lokasi bagus di halaman dekat lokasi pelabuhan penyebarangan ke Singapura ( Terminal Ferry Batam Center), sejak tanggal 15 April hingga 25 April 2008 berlangsunglah Batam Agro Flora Expo 2008  dengan menampilkan aneka nursery, koleksi tanaman hias, bonsai, aneka lomba dan tidak ketinggalan sarana pendukung usaha tanaman hias berupa &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;pupuk, kompos&lt;/a&gt;. Namun, menariknya ada satu-satunya stand dengan menempati VIP Stand yang menampilkan mesin di tengah aneka bunga dan tanaman hias yang indah, dan ternyata itu adalah stand &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID" style="color: #3366ff;"&gt;Kencana Articles&lt;/a&gt;  dengan menampilkan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=291"&gt;komposter elektrik Bio Phoskko&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=33" style="color: #3366ff;"&gt;pupuk majemuk tablet Gramafix Tanaman Hias&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=36" style="color: #3366ff;"&gt;aneka herbal instant&lt;/a&gt; serta aneka Kencana Articles lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan unik lainnya adalah tentu saja lokasi ini berada di pantai Batam center, bisa melihat pemandangan antara bunga,  kota Batam dan  laut  yang hilir mudik dengan Ferry Batam-Singapura atau Batam-Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/EZxV6fcIFKY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/EZxV6fcIFKY&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-163295475622844794?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Antusiasme Warga Batam Pada Agro Flora Expo 2008'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.kencanaonline.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/163295475622844794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/04/antusiasme-warga-batam-pada-agro-flora.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/163295475622844794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/163295475622844794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2008/04/antusiasme-warga-batam-pada-agro-flora.html' title='Antusiasme Warga Batam Pada Agro Flora Expo 2008'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SAokMRf4gAI/AAAAAAAADPc/DcbXziIPzo4/s72-c/Komposter+Flora+Expo+%281%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-659460783729541468</id><published>2007-12-09T04:04:00.000-08:00</published><updated>2011-09-08T11:06:22.792-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komposter Elektrik'/><title type='text'>Komposter Elektrik Solusi Masalah Sampah di Rumah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vN_spwj5rlk/TO3ZeSPSsbI/AAAAAAAAHK8/MQ4wJHoopXQ/s1600/KE+100+L.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-vN_spwj5rlk/TO3ZeSPSsbI/AAAAAAAAHK8/MQ4wJHoopXQ/s320/KE+100+L.JPG" width="239" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah lama bergulat dengan penciptaan alat pengolah sampah (komposter) bagi pengolahan sampah menjadi kompos, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/about.php"&gt;CVSK&lt;/a&gt; kini meluncurkan kembali  produk terbaru  dengan nama &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1850674114"&gt;Komposter Elek&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/goog_1850674114"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;trik &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;Biophoskko®&lt;/a&gt; sebagai &lt;/span&gt;solusi terhadap masalah sampah di rumah. Kita ketahui, keberadaan sampah dimulai dari unit terkecil penghasil sampah yakni rumah tangga. Dengan makin sibuknya keluarga, untuk agar tetap dapat mengelola sampahnya, komposter elektrik memberi pilihan karena praktis, higienis dan cepat dalam mengolah sampah dapur, pekarangan dan sisa makanan di rumah.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ydvjAX8NuMo/TPcZY206N0I/AAAAAAAAHK8/Up9uHniZigQ/s1600/Komposter+Elektrik+1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-ydvjAX8NuMo/TPcZY206N0I/AAAAAAAAHK8/Up9uHniZigQ/s320/Komposter+Elektrik+1.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berdasar pada banyaknya permintaan agar ada &lt;span style="color: blue;"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;enggerak motor bagi komposter skala rumah tangga ( S,M,L) yang selama ini manual-&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;yang selama ini dipasarkan, khususnya bagi peminat berdaya beli tinggi, komposter Elektrik d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;iciptakan dengan tawaran kepraktisan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-IMMUZyI8j2s/TPcZq78U9LI/AAAAAAAAHK8/gRfI625dUiE/s1600/KOMPOSTER+ELEKTRIK+04.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-IMMUZyI8j2s/TPcZq78U9LI/AAAAAAAAHK8/gRfI625dUiE/s320/KOMPOSTER+ELEKTRIK+04.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue;"&gt;Komposter Elektrik Biophoskko® &lt;/a&gt;diciptakan untuk memenuhi keinginan para pehobies tanaman, bunga dan pencinta lingkungan - yang memiliki kegemaran, kepedulian dan keinginan mengolah sampah organik ( material yang berasal dari makhluk hidup tumbuhan, hewan dan manusia) guna mendapatkan kompos secara praktis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan dimensi PLT (Panjang x Lebar x Tinggi)  adalah = 55 cm x 55 cm x 85 cm, terbuat dari bahan fiber, plastik dan motor engine hasil perakitan (assembling) aneka spare part dikota Batam ini, hanya memerlukan daya listrik 330 watt, 220 Volt dengan lama waktu penggunaan hanya 5 kali masing-masing 10 menit. Dengan Komposter elektrik Biophoskko®, membuat kompos menjadi mudah dan sangat praktis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tatacara membuat kompos dari bahan sampah dengan menggunakan komposter elektrik Biophoskko® :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOZfRg36CHI/AAAAAAAAGbc/SAqZuReq-DY/s1600/Membuat+Kompos+%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOZfRg36CHI/AAAAAAAAGbc/SAqZuReq-DY/s200/Membuat+Kompos+%25281%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SBXcQXNKGXI/AAAAAAAADXA/AwvdtWQXawU/s1600-h/Komposter+Elektrik+KE+%283%29.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Siapkan bahan berupa sampah organik ( sisa makanan, material berasal dari tumbuhan dan hewan ) untuk sekali proses dalam Komposter Elektrik sesuai kapasitas alat yakni 50 liter atau setara 10 kg, kemudian &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=198" style="color: #000099;"&gt;Penggembur ( bulking agent) Green Phoskko&lt;/a&gt; 3 % dari bahan sampah ( 300 gram) serta &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=257" style="color: #000099;"&gt;Aktivator Green Phoskko&lt;/a&gt; ( bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp) sebanyak 1 permil ( 1 sendok makan) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Larutkan bahan Aktivator Green Phoskko sebanyak 1 permil ( 1 sendok makan) kedalam air mineral atau air sumur ( sedapat mungkin hindarkan air ledeng yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; mengandung kaporit dan kimia pembersih) sekitar 5 liter, aduk beberapa kali dan simpan dalam pot siram 4 jam sebelum digunakan untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; pertamakalinya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Masukan sampah yang berukuran sekitar 15 mm, sebagaimana ukuran umumnya sampah makanan (foodwaste) dan sampah dapur. Bagi sampah ukuran besar- seperti sampah pasar pada umumnya - agar terlebih dahulu mendapat perajangan sebelum dimasukan kedalam komposter,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Masukan penggembur ( bulking agent ) kompos sebanyak 3 % dari berat sampah atau setara dengan 300 gram. Penggembur ini berguna untuk menyerap bakteri merugikan (patogen) penyebab bau busuk- yang umum terdapat dalam sampah organik yang telah tersimpan tanpa oksigen atau sampah bukan segar,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Cipratkan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;mikroba aktivator kompos Green Phoskko® ( compost activator) &lt;/a&gt;yang merupakan hasil pelarutan serbuk mikroba ( mikroba dalam keadaan dorman tersimpan dalam serbuk tertentu) kedalam air mineral atau air sumur ad2 tadi melalui pot siram,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Putar saklar timer ( sebelah kanan alat) untuk meng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;hidupkan sistim pengadukan komposter selama 10 menit - yang sebelumnya telah terhubung ke sumber listrik 330 watt, dan komposter akan mati (off) dalam menit ke 10. Hidupkan saklar timer ini 5 kali sehari sampai kompos dipanen pada hari ke 5 dari sampah terakhir yang dimasukan, Pada hari ke 3, jika proses pembuatan kompos secara aerob berjalan baik, akan terjadi reaksi panas dan mengeluarkan uap,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWCghn3t3I/AAAAAAAAGvU/xCMjleRsHU4/s1600/Kompos+n+%252854%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWDtlUBcuI/AAAAAAAAGvY/xGSZ8b6j_YY/s1600/IPKK+Mini.2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWDtlUBcuI/AAAAAAAAGvY/xGSZ8b6j_YY/s200/IPKK+Mini.2.jpg" width="158" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Pada hari ke 5 sejak pemasukan adonan kompos terakhir, adonan telah selesai fermentasi dengan tanda mulai mendingin dan berwarna hitam. Pada saat ini siapkan jerigen plastik - penampung kapasitas 5 liter - dan masukan slang pembuangan kedalam jerigen serta kemudian hidupkan tombol membilas (spinning) di sebelah kiri alat. Komposter akan memeras adonan bahan kompos tadi sehingga terpisahkan antara air lindi aerob (leacheate) dengan &lt;span style="color: blue;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;ompos padat.&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;Tambahkan air sebanyak 10 x dari jumlah cairan leacheate ini, maka kompos cair siap digunakan sebagai pupuk organik cair ( POC). Gunakan dalam keperluan pemupukan tanaman, baik dengan cara disiramkan ke sekitar perakaran tanaman maupun disemprotkan dengan menggunakan sprayer ke area daun dan batang,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8. Setelah diperkirakan cairannya habis, keluarkan adonan kompos padat, simpan dan angin-anginkan di tempat teduh dan bebas dari sinar matahari langsung serta air hujan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWCghn3t3I/AAAAAAAAGvU/xCMjleRsHU4/s1600/Kompos+n+%252854%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPWCghn3t3I/AAAAAAAAGvU/xCMjleRsHU4/s200/Kompos+n+%252854%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;9. Pada keesokan harinya, satu hari sejak dikeluarkan dari komposter, adonan akan kering, hitam dan gembur. De&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ngan dipukul-pukul sejenak, adonan kering tersebut akan pudar dan remah. Adonan kering dan remah itulah kompos, yang kalau diayak ( screen) akan terpisahkan bagian kompos dengan butiran halus dan dilain pihak terdapat kompos butiran besar. Sesuai keperluan dalam penggunaannya sebagai kompos bagi tanaman, kompos ukuran besar masih bisa dikembalikan kedalam komposter untuk diolah lagi bersamaan dengan bahan atau adonan kompos yang baru,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;10. Selama masa penggunaan komposter elektrik, bahan sampah hari ke 2 dan seterusnya dapat ditambahkan tanpa akan mengganggu proses aerob composting yang berlangsung sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/hAGcGKQ-0_E&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/hAGcGKQ-0_E&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-659460783729541468?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Komposter Elektrik Solusi Masalah Sampah di Rumah'/><link rel='enclosure' type='text/html' href='http://poskohijau.blogspot.com/2007_11_11_archive.html' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/659460783729541468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2007/12/komposter-elektrik-bio-phoskko.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/659460783729541468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/659460783729541468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2007/12/komposter-elektrik-bio-phoskko.html' title='Komposter Elektrik Solusi Masalah Sampah di Rumah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vN_spwj5rlk/TO3ZeSPSsbI/AAAAAAAAHK8/MQ4wJHoopXQ/s72-c/KE+100+L.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-490250174604478742</id><published>2007-06-11T08:34:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T21:15:51.678-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Posko Hijau Di Surabaya'/><title type='text'>Geliat Kegiatan Olah Sampah di Kota Metropolitan Peraih Adipura 2007</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rm1ue0U6IxI/AAAAAAAACZI/qlNX0rnd4R0/s1600-h/SUC30003.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="186" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5074833830837887762" src="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rm1ue0U6IxI/AAAAAAAACZI/qlNX0rnd4R0/s200/SUC30003.JPG" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;Geliat kegiatan masyarakat di suatu daerah di ketintang Surabaya memang bukan berarti otomatis mewakili suatu kota- yang kemudian diketahui menjadi peraih Adipura katagori kota Metropolitan. Jadi jika di suatu daerah Keluarahan Karah Jambangan di kawasan Ketintang Surabaya terdapat kegiatan swadaya masyarakat &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;menggunakan komposter Biophoskko&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; dalam mengelola sampahnya, saat ini suatu kebetulan saja kalau pada saat sama Surabaya meraih penghargaan bergengsi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rm1uG0U6IwI/AAAAAAAACZA/3VJfmab2mXk/s1600-h/SUC30017.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="146" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5074833418521027330" src="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rm1uG0U6IwI/AAAAAAAACZA/3VJfmab2mXk/s200/SUC30017.JPG" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Upaya meningkatkan harkat dan budaya suatu komunitas salah satunya .............ya dengan terdapatnya kesadaran akan kebersihan. Sebutlah kawasan negara-negara di Eropa- yang lebih dulu makmur dan menempatkan kebersihan menjjadi bagian tidak terpisahkan dari kebudayaan bangsanya- bisa kita dapati sungai kecil di tengah kota amatlah bersih. Bahkan Sungai Rhein, menjadi urat nadi bisnis Eropa meliputi negara-negara perancis, Jerman, Swiss hingga bagian selatan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rm1uv0U6IyI/AAAAAAAACZQ/GegW7XPDKpM/s1600-h/SUC30008.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5074834122895663906" src="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rm1uv0U6IyI/AAAAAAAACZQ/GegW7XPDKpM/s200/SUC30008.JPG" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rm1tZ0U6IvI/AAAAAAAACY4/SA0rhVjRuQk/s1600-h/SUC30009-1.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5074832645426914034" src="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rm1tZ0U6IvI/AAAAAAAACY4/SA0rhVjRuQk/s200/SUC30009-1.JPG" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka segala upaya kearah itu, sekecil apapun, patutlah dipuji. Sejak beberapa lama, sebagai misal, kota Surabaya berusaha keras menyadarkan masyarakat pada pentingnya kebersihan. Pemerintah kota bahkan menerbitkan penghargaan berupa plakat Pejuang Lingkungan kepada berbagai pihak yang bekerja secara swadaya pada penataan kampung dan atau kebersihan suatu kawasan. Salah satunya, sebutlah Ny Riza Hariono, seorang ibu di bilangan Ketintang atau tepatnya di Kelurahan Karah Kec Jambangan tadi. Dengan mendapat sokongan sebuah perusahaan swasta, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/includes/modules/runtext/dbruntext.php?id_lang=6"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;PT Mastolindo- agen PT CV Sinar Kencana&lt;/span&gt;,&lt;/a&gt; mempelopori pengelolaan sampah dengan menggunakan komposter setelah sebelumnya menggunakan berbagai teknologi mulai open windrows hingga model jepang "takakura".&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berkat kepeloporannya, kini telah muncul beberapa spot pengolahan sampah menjadi kompos, menjadi pemandangan baru di beberapa wilayah di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/lOEmhFaqM0k&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/lOEmhFaqM0k&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-490250174604478742?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/includes/modules/runtext/dbruntext.php?id_lang=2' title='Geliat Kegiatan Olah Sampah di Kota Metropolitan Peraih Adipura 2007'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/490250174604478742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2007/06/geliat-kegiatan-olah-sampah-di-kota.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/490250174604478742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/490250174604478742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2007/06/geliat-kegiatan-olah-sampah-di-kota.html' title='Geliat Kegiatan Olah Sampah di Kota Metropolitan Peraih Adipura 2007'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rm1ue0U6IxI/AAAAAAAACZI/qlNX0rnd4R0/s72-c/SUC30003.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-6481619822631159540</id><published>2007-04-08T03:44:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T21:25:18.963-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Baja Kompos Malaysia'/><title type='text'>Merencanakan Produksi Kompos Di Malaysia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjJFOUJmvI/AAAAAAAACPo/gKvjD7e_i2c/s1600-h/Melaka+BioTech+%285%29.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjJheUJmwI/AAAAAAAACPw/6cSkhqohi7A/s1600-h/SUC30037.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Memasuki Negeri Melaka- yang berbataskan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Negeri Sembilan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; di utara dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Johor&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; di Timur atau setelah perjalanan sekitar 1 jam dari Airport LCCT di Kualalumpur- sebagai salah satu wilayah Persekutuan dari Malaysia- di suatu hari, kamis, 5 April 2007, langsung teringat suatu hikayat popular. Dalam masa pemerintahan Sultan Mansur Syah – syahdan dikisahkan oleh sebuah hikayat Melayu - yang menggambarkan kehebatan 5 pendekar yaitu Laksamana Hang Tuah, dengan kawan-kawan karibnya Hang Jebat, Hang Lekir, Hang Leukiu dan Hang Kasturi. Konon karena fitnah, kemudian Hang Tuah itu dianggap berkhianat dan harus dihukum dengan dibunuh; Namun, kemudian, akhirnya, hanya diasingkan atas jasa Bendahara Kesultanan ( Perdana Menteri sekarang, red) bernama Tun Perak. Kemudian kelak Hang Tuah, disaat Hang Jebat memberontak kepada Sultan, muncul kembali dan menyelamatkan raja &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjJFOUJmvI/AAAAAAAACPo/gKvjD7e_i2c/s1600-h/Melaka+BioTech+%285%29.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051008073675152114" src="http://bp3.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjJFOUJmvI/AAAAAAAACPo/gKvjD7e_i2c/s200/Melaka+BioTech+%285%29.JPG" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="195" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;dengan mengalahkan kembali Laksamana Hang Jebat- yang diangap telah durhaka kepada Sultan tersebut. Hikayat ini pula - yang menggambarkan isteri Hang Jebat- yang telah terkalahkan dan bahkan terbunuh Hang Tuah, yakni Dang Wangi - kemudian menetap di Singapura guna membesarkan anaknya bernama Hang Nadim. Hikayat Melayu ini cukup menggambarkan kemengertian kita akan hubungan Sumatera, Singapura dan Malaysia, dengan membaca sejarah kebudayaan Melayu - pada jaman kejayaannya sekitar tahun 1511 – sebelum kemudian dijajah Portugis. Antara Melaka, Singapura- tempat pelarian Dang Wangi - seorang dayang istana yang &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjJheUJmwI/AAAAAAAACPw/6cSkhqohi7A/s1600-h/SUC30037.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="130" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051008559006456578" src="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjJheUJmwI/AAAAAAAACPw/6cSkhqohi7A/s200/SUC30037.JPG" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;diperistri Hang Jebat kemudian melahirkan anak bernama Hang Nadim tadi - dan kini diabadikan kemudian sebagai nama airport Batam - serta Sumatera, ketiganya ternyata merupakan bagian kerajaan Sriwijaya. Kerajaan yang berpusat di wilayah Sumatera Selatan - kini menjadi Palembang, antara Sumatera- Malaysia dan Singapura terdapat hubungan historis yang amat panjang karena, keterikatan sebagai suatu wilayah dari kerajaan Sriwijaya. Kerajaan ini amat disegani dan memiliki wilayah amat luas- disamping saingannya saat itu - yakni kerajaan Majapahit di Timur dan Kerajaan Siam ( Thailand) di Utara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOtPjo5CcVI/AAAAAAAAGgs/l0azZYWoORY/s1600/Kencana+%252837%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjIeeUJmqI/AAAAAAAACPA/akM2dhtzk80/s1600-h/Green+Phoskko+%282%29.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="135" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051007407955221154" src="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjIeeUJmqI/AAAAAAAACPA/akM2dhtzk80/s200/Green+Phoskko+%282%29.JPG" style="float: left; height: 181px; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 268px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjIkeUJmrI/AAAAAAAACPI/N9hNgO8Ul-c/s1600-h/Green+Phoskko+%283%29.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="146" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051007511034436274" src="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjIkeUJmrI/AAAAAAAACPI/N9hNgO8Ul-c/s200/Green+Phoskko+%283%29.JPG" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjIzuUJmtI/AAAAAAAACPY/l2hSoev87t8/s1600-h/Melaka+BioTech+%282%29.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="154" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051007773027441362" src="http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjIzuUJmtI/AAAAAAAACPY/l2hSoev87t8/s200/Melaka+BioTech+%282%29.JPG" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjI8uUJmuI/AAAAAAAACPg/graDHOxBtPI/s1600-h/Melaka+BioTech+%283%29.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="192" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051007927646264034" src="http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjI8uUJmuI/AAAAAAAACPg/graDHOxBtPI/s200/Melaka+BioTech+%283%29.JPG" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Konon, dalam pertempuran antara kedua Laksamana tersebut digambarkan sampai 7 hari tujuh malam- dan salah satu kehebatan ke dua Laksamana tersebut dikisahkan berasal dari pemilikan sebuah keris Taming sari - yang asalnya dimiliki pendekar Jawa. Keris itu, berasal dari Pendekar Jawa Taming Sari - yang dikisahkan membuat setiap pemiliknya bisa menjadi pendekar yang kebal. Disaat raja Melaka berkunjung ke Majapahit, saat mana terjadi pertarungan hebat antara Hang Tuah dengan pendekar Jawa tersebut, kemudian keris pun jatuh ketangan Hang Tuah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh..selanjutnya bukan mau cerita soal keris tapi soal &lt;a href="http://kencanabandung.indonetwork.co.id/345446/green-phoskko-a-aktivator-dekomposisi.htm"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #009900;"&gt;Green Phoskko&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;– yakni suatu formula activator kompos - yang dikarenakan ketatnya karantina Malaysia akhirnya harus dikerjasamakan menjadi produk baru di &lt;a href="http://www.melbio.com.my/"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Melaka Biotech&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Setelah CVSK gagal memenangkan “pertarungan” minta ijin kastam Diraja Malaysia selama 7 bulan - agar bisa masuk dengan leluasa ke Malaysia, akhirnya melalui serangkaian dialog, Melaka Biotech dan &lt;a href="http://kencanabandung.indonetwork.co.id/profile/cv-sinar-kencana-pt-www-kencanaonline-com.htm"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Cipta Visi Sinar Kencana&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; – melalui Konsortium Melayu selayang Bhd (KmsB) – akhirnya bersepakat menyerahkan keris…………….eh ……..menyerahkan inokulan dan formula Green Phoskko – &lt;i&gt;compost activator&lt;/i&gt; tersebut. Namun demikian, bahan dasar media gambut air tawar – yang tidak boleh ditawar lagi - serta memang terbatas dan tidak dibolehkan dieksploitasi di Malaysia- dengan induk Inokulan tetap di import dari Majapahit………………eh Sinar kencana di Bandung. Jadi hasil akhir dialog, di suatu hari Kamis tanggal 5 April 2007, 5 ( lima) pendekar eh.........5 bahan induk konsortium mikroba (bakteri &lt;i&gt;aktinomycetes&lt;/i&gt;- spesies &lt;i&gt;aktinomyces naeslundii&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Lactobacillus&lt;/i&gt; spesies &lt;i&gt;delbrueckii&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Bacillus Br&lt;/i&gt;evis, &lt;i&gt;Saccharomyces Cerevisiae&lt;/i&gt;, ragi, dan jamur serta &lt;i&gt;Cellulolytic Bacillus Sp&lt;/i&gt;) dan bahan media career dari Jawa kemudian pembiakan dan &lt;i&gt;injection&lt;/i&gt;nya dilakukan di Melaka Biotech Semenanjung Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerjasama tersebut, direncanakan produksi pada&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;sejumlah 50.000 kg selama 5 tahun, dengan kewajiban CVSK – melalui peranan Dr Tualar Simarmata - akan mewakili kepentingan CVSK dalam menunaikan kewajiban melakukan technology transfer, penyusunan SOP, membantu pengadaan peralatan &lt;i&gt;fermentor &lt;/i&gt;hingga &lt;i&gt;injector&lt;/i&gt; serta menjamin kualitas pada umumnya bagi berjalannya &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;produksi &lt;i&gt;compost activator&lt;/i&gt; di negeri Melaka.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan permufakatan produksi aktivator kompos antara CVSK dengan Melaka Biotech diatas, meneguhkan perusahaan CVSK- sebagai perusahaan prinsipal di Bandung - atas berbagai jenis produk &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Kencana Articles&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;  “Unik-menyehatkan &amp;amp; Ramah Lingkungan”- dengan salah satu produk &lt;i&gt;biotech&lt;/i&gt; andalannya adalah &lt;i&gt;compost activator&lt;/i&gt;- melangkahkan kaki dengan pasti meluaskan pemasaran ke Semenanjung melalui Batam. Selanjutnya, maka jangan heran jika CVSK- yang telah meluaskan pemasarannya ke wilayah pasar di wilayah Timur ( wilayah Majapahit dalam sejarah, red) &lt;a href="http://bp2.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjIY-UJmpI/AAAAAAAACO4/Pc4gt3wJseI/s1600-h/Green+Phoskko+%281%29.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="226" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051007313465940626" src="http://bp2.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjIY-UJmpI/AAAAAAAACO4/Pc4gt3wJseI/s320/Green+Phoskko+%281%29.JPG" style="float: left; height: 182px; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 247px;" width="296" /&gt;&lt;/a&gt;dipegang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjIqeUJmsI/AAAAAAAACPQ/3Lw15PfTnP0/s1600-h/Melaka+BioTech+%281%29.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="88" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5051007614113651394" src="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjIqeUJmsI/AAAAAAAACPQ/3Lw15PfTnP0/s200/Melaka+BioTech+%281%29.JPG" style="float: left; height: 120px; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 270px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;oleh orang Sunda Bandung- yakni &lt;/span&gt;&lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencana_surabaya/profile" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;Dang Yudi&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;( sampai saat ini belum diketahui hubungannya dengan Dang Wangi- isteri Hang Jebat dalam hikayat Melayu diatas tadi), kemudian mengajak rekan-rekan usahawan di Bandung dan Jawa Barat, memperkuat program &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?products_id=270&amp;amp;osCsid=d6a85d59831d6de46f3ea2afbe70bd32" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #3333ff;"&gt;Bandung Batam Incorporated (BBI)&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;memasuki wilayah pasar Johor, Melaka dan negeri lain di Malaysia kemudian sampai ke Vietnam, Kamboja, Myanmar, Thailand dan Brunei. Siapa tahu berkat dari keris sakti “Tameng Sari” tadi...........eh compost activator, justru menjadi “tiket masuk” bagi produk Jawa ke Semenanjung+++++++)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/DGQmoyvPgFI&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/DGQmoyvPgFI&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-6481619822631159540?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID' title='Merencanakan Produksi Kompos Di Malaysia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/6481619822631159540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2007/04/produksi-green-phoskko-di-negeri-hang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/6481619822631159540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/6481619822631159540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2007/04/produksi-green-phoskko-di-negeri-hang.html' title='Merencanakan Produksi Kompos Di Malaysia'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/RhjJFOUJmvI/AAAAAAAACPo/gKvjD7e_i2c/s72-c/Melaka+BioTech+%285%29.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-116593825189855110</id><published>2006-12-12T07:23:00.000-08:00</published><updated>2010-11-26T16:13:22.534-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepakati Pelatihan Pembuatan Kompos'/><title type='text'>Sepakati Pelatihan Kompos dari Desentralisasi Pengelolaan Sampah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/336620/Pusat%20Latihan%20Posko%20Hijau%20%2823%29.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="138" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/814928/Pusat%20Latihan%20Posko%20Hijau%20%2823%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/726711/Pusat%20Latihan%20Posko%20Hijau%20%2827%29.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/161650/Pusat%20Latihan%20Posko%20Hijau%20%2827%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Senin, 11 Desember 2006, secara dadakan hanya dengan sms malam sebelumnya berkumpul  juga 11 orang sehari di Bantar Jati 1/16 B Bogor Utara- yang tidak lain adalah fasilitas &lt;a href="http://indonetwork.co.id/ptmpp/profile"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;Ir Harry Bambang, MSc&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;– salah satu mitra pemasaran ( agen) CVSK dalam memasyarakatkan pembuatan kompos dengan alat Komposter Biophosko.  Hadir agen Jakarta &lt;a href="http://balin.indonetwork.co.id/profile"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;Ir Ismail Anomhan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, Ir Bambang dari Jakarta, peminat pengomposon dari Kebun Raya Bogor, Cecep Suryana, Ir Suherlan, peminat tanaman hias Ciapus Bogor, Nandang Hermawan, dll serta Direktur &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;CVSK &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Ir Sonson Garsoni dan staf CVSK serta sebelumnya Ade Machdizar dan Yasfarizal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi pun mengalir dari soal &lt;a href="http://72.14.235.104/search?q=cache:-IzK6IbyP0UJ:www.menlh.go.id/i/art/pdf_1130481720.pdf+RUU+Pengelolaan+Sampah&amp;amp;hl=id&amp;amp;gl=id&amp;amp;ct=clnk&amp;amp;cd=3"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;RUU Pengelolaan Sampah&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;yang sedang digulirkan Men LH ke DPR, kampanye Reuse-Reduce dan Recycle, soal fasilitas pelatihan Kompos dan Pengelolaan Sampah Kota hingga metodologi training NLD yang dikembangkan Ir Harry Bambang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/50680/Pertemuan%20Agen%20%2816%29.jpg" style="clear: left; float: left; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="193" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/15674/Pertemuan%20Agen%20%2816%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/901435/Pertemuan%20Agen%20%2810%29.jpg" style="clear: left; float: left; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="131" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/621083/Pertemuan%20Agen%20%2810%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/510608/Pertemuan%20Agen%20%286%29.jpg" style="clear: left; float: left; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="152" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/977226/Pertemuan%20Agen%20%286%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/94254/Pertemuan%20Agen%20%287%29.jpg" style="clear: left; float: left; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="143" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/809444/Pertemuan%20Agen%20%287%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Singkat kata, CVSK sepakat dengan Ir. Harry Bambang dengan Direktur CVSK guna memanfaatkan fasilitas seluas 3900 m2 di tengah Kota Bogor - namun tetap asri menjadi lokasi pelatihan CVSK - untuk ditawarkan kepada agen dan pihak lainnya yang berminat mengelola sampah kota dan pembuatan kompos praktis menggunakan teknologi &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;osCsid=ef125281ce891de39931cea4b9d0a540" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;Biophosko Composter&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;.    Fasilitas ini mampu menampung 20 hingga 50 orang peserta termasuk paket pelatihan yang akan diberikan. Kita sepakat bahwa kurikulum akan dibuat dengan kombinasi antara Classroom dengan Outbond. “ Supaya peserta tidak bosan dan happy training, kita memiliki alat cukup guna outbond training seperti Team building sampai teknik perobahan paradigma peserta terhadap sesuatu masalah” ujar Harry Bambang.   Dengan biaya hanya Rp 350.000,-/peserta minimal 20 orang kita bisa adakan pelatihan 1 hari mulai paradigma soal sampah hingga teknik dan praktek di Workshop pengomposan yang tersedia di sekitar ruang kelas. Biaya itu sudah termasuk akomodasi 3 kali makan, snack dan penginapan trainee- yang unik berbahan full bambu ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Nah ini terobosan guna menyambut RUU Pengelolaan Sampah  dimana isinya menyinggung perobahan paradigma masyarakat terhadap sampaih, tatacara dan kewenangan ijin kepada swasta peminat olah sampah kota hingga urusan memilah sampah organik dan an-organik di sumber sampah ( rumah tangga).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Kalau sampah akan menjadi urusan private melakukannya secara bisnis, ya harus tersedia alat teknologi dan sumberdaya manusia operator hingga managerial level dong..............&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dengan pertemuan ini makin nambah aja kerjaan CVSK guna ngurusi pelatihan persampahan dan pengomposan. Untung saja teringat kalau CVSK memiliki mitra Usaha Konsultan dengan bendera &lt;/span&gt;&lt;a href="http://indonetwork.co.id/ptpaska/profile" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;PT Paska KONSULTAN&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;, guna mengelola &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Pelatihan Pengelolaan Sampah Kota dan Pembuatan Kompos ini. Pelatihan pun disepakati dengan nama  &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.green-phoskko.blogspot.com/" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #009900;"&gt;Posko Hijau,&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #009900;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; mengingat suasana tempat yang asri, hijau, teduh, dan memberi semangat dalam menghijaukan kota ?+)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; .  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/xprn4NEFsMA&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/xprn4NEFsMA&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-116593825189855110?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID' title='Sepakati Pelatihan Kompos dari Desentralisasi Pengelolaan Sampah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/116593825189855110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/12/bersiap-menyambut-desentralisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/116593825189855110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/116593825189855110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/12/bersiap-menyambut-desentralisasi.html' title='Sepakati Pelatihan Kompos dari Desentralisasi Pengelolaan Sampah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-116490055438082061</id><published>2006-11-30T07:28:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T15:30:32.831-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selebrity Kompos'/><title type='text'>Mereka Peduli Sampah dengan Membuat Kompos, Anda ?</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/48556/MOU%20Brunei%20%2834%29.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/423745/MOU%20Brunei%20%2834%29.jpg" style="float: right; margin: 0px 0px 10px 10px;" width="173" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sampah dijadikan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;kompos &lt;/a&gt;adalah keniscayaan, ketika lahan pertanian makin kekurangan kandungan C-Organik, nutrisi, mikrobial makin rendah, serta&amp;nbsp; umumnya tanah pertanian sakit, sampah organik&amp;nbsp; sebagai bahan baku kompos yang mampu memperbaiki keadaan lahan tersebut berada di kota dan justru jadi masalah pada penciptaan sanitasi lingkungan perkotaan yang sehat.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Remaja di Bandung coba dikenalkan pada &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kompos&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;berasal bahan sampah rumah tangga dan lingkungannya. Kampanye penyadaran akan pentingnya sampah organik yang didekomposisi menjadi nutrisi ( kompos) bagi tanaman hendaknya mengena ke berbagai lapisan masyarakat terutama remaja.&amp;nbsp; &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID"&gt;CVSK&lt;/a&gt; melakukan itu dengan bantuan remaja- yang dengan sukarela menceritakan kehandalan komposter sebagai alat dalam proses dekomposisi agar higienis. Membuat kompos tidak lagi dicitrakan rendah, melainkan sebagai suatu kegiatan wajar yang dapat dilakukan oleh semua lapisan mulai pensiunan, ibu rumah tangga, remaja danb bahkan kanak-kanak.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/246333/Astra3.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/743854/Astra3.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Astra Company ( Auto 2000 di Sungkono Surabaya) membuat&amp;nbsp; Visi sebagai Green &amp;amp; Clean Company. Dengan menempatkan &lt;span style="color: #0b5394;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;Komposter Biophosko&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, bagian sampah organik diolah menjadi kompos sehingga bermanfaat dalam memupuk tanaman di sekitar bengkel dan halaman kantor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Makin banyaknya perusahaan yang berminat pada perolehan sertifikat ISO 14002 mendorong pada persebaran komposter di berbagai wilayah Indonesia bahkan luar negeri seperti Malaysia dan Brunei.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/298506/SUC30152-1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/311902/SUC30152-1.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="176" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Perusahaan CVSK&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;di Bandung terus lakukan edukasi pada masyarakat dan advokasi pada Pemerintah perihal pengelolaan sampah menggunakan komposter. Dengan menggandeng remaja khususnya gadis-gadis, proses penyadaran keluarga akan besarnya masalah sampah di kemudian hari, mendapat perhatian banyak pihak ikut berperan serta mengolah sampahnya di level sumber masalah sampah yakni rumah tangga.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/333226/SUC30031-1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="138" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/458389/SUC30031-1.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt; Gubernur Jawa Barat Drs Dany Setiawan, Msi memberi perhatian pada pengembangan Komposter bagi pengelolaan sampah rumah tangga di Jawa Barat. Tantangan akan penyediaan hasil pertanian yang berbasis pada bahan organik, bukan saja ideal bagi kepentingan kesehatan masyarakat dengan mengkonsumsi hasil pertanian organik, melainkan juga secara ekonomi di beberapa negara kini sudah mulai menolak sayur dan bahan makanan yang mengandung kimia serta belum menyehatkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/509755/MOU%20Brunei%20%2833%29.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="131" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/769708/MOU%20Brunei%20%2833%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hj Zainuddin Bin Tuah Director Syariukat Undang Jaya Brunei datang ke Bandung guna mengoisasikan pengelolaan sampah di Brunei. Bahkan, Brunei sebagai negara yang kecil sangat khawatir jika saja sampah-sampah akan menyita lahan negara di masa yang akan datang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kajian sementara menyatakan jika teknis dan ekonomis pengusahaan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26" style="color: blue;"&gt;kompos ( baja organik) &lt;/a&gt;di Brunei sebenarnya layak. Namun masalahnya, usahawan Brunei kurang terbiasa mengelola usaha ini. Kini, sedang ditawarkan kepada usahawan Indonesia yang berminat buka bisnis kompos di Brunei Darussalam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="clear: left; color: red; float: left; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/569665/Lokakarya%20PPLH%20IPB%20%281%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="174" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Peserta Lokakarya Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh PPLH IPB antusias melihat dan membeli komposter guna mulai mengolah sampah organik di Rumah dan lingkungannya. Lokakarya yang menghadirkan pembicara antara lain kepala Dinas Kebersihan DKI Jaya, Rama Budi, Kepala Dinas Kebersihan Kota Bandung Drs Awan Gumelar serta Ir Sonson Garsoni ini mendapat perhatian para akademisi maupun pejabat terkait pengelolaan sampah dan kebersihan kota.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Satu pertanyaan dari forum saat Lokakarya ini, Dr Nastiti, apakah mungkin dekomposisi hanya 5 hari ? Dijelaskan Rama Budi dan Sonson Garsoni bahwa dekomposisi diibaratkan proses makan ruminansia yang melumat dulu bahan organik ( rumput, tanaman, dll) kemudian memasuki rumen atau usus dengan suhu, jenis mikroba dan peristaltik usus yang memilin bahan organik maka dalam beberapa jam saja juga mampu menjadikan feces atau Kompos .................................................. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/539528/Kunj%20Malaysia.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="138" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/861071/Kunj%20Malaysia.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Mr Adzmy Deputy Secretary General Ministry Of Entreupreneurship Malaysia kunjungi Pengelolaan Sampah menggunakanj Komposter di Ciparay Bandung. Dengan melihat langsung peluang usaha kompos dari bahan sampah kota, Mr Adzmy berjanji akan mendorong usahawan kecil Malaysia untuk mau mengusahakan kompos bagi pengelolaan sampah di semua negeri se Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/195810/Cibiru_09.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/785715/Cibiru_09.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Direktur Umum PT Aneka Tambang kunjungi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Penglolaan sampah Menggunakan Komposter Biophoskko di Cibiru Bandung. PT Antam ( Persero) berminat menyalurkan PKBL kepada masyarakat sekitar lokasi usaha penambangan guna mengusahakan kompos sebagai upaya ikut mereklamasi lahan eks pertambangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam rencananya, dana PKBL PT Aneka Tambang diantaranya akan disalurkan kepada UKMM ( Usaha Kecil Mikro) yang berminat membuka usaha kompos berbahan sampah kota dimana kantor dan usaha penambangan PT ANTAM, Tbk berada. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dikaji lokasi di Jakarta Selatan dan Bogor dekat Pongkor yang diduga memiliki kelayakan bagi usaha kompos berbahan sampah kota tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;----------------------------------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/27376/CIMG1971.jpg1-1.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/358905/CIMG1971.jpg1-1.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #330000;"&gt;Eva Natassa mulai akrab dengan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;Hand Rotary komposter biophosko&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;. &lt;/span&gt;Sebagai remaja, Eva berkeinginan agar makin banyak pihak mengusahakan kompos dengan menggunakan komposter. Dengan teknologi ini, membuat kompos baginya bukan lagi bertendensi bau dan kumuh melainkan usaha bersih dan higienis sekaligus menghasilkan untung. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/1600/659335/1-2.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/5595/944/320/338193/1-2.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dewi Dee RSD artis penyanyi sekaligus penulis Novel pun rela megolah sampah rumah tangga guna mendukung kesehatan lingkungan warga sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Wah kalau saja artis, pejabat dan pengusaha serta para remaja sudah memilki kesadaran akan pentingnya memelihara lingkungan dengan mengelola sampah, nampak masa depan lingkungan yang hijau, sejuk dan asri....................seasri memandang kecantikan Dewi dan Eva diatas dong.............hm...hm...................Tim Posko Hijau * )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/23rzO0yPvXY&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/23rzO0yPvXY&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-116490055438082061?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Mereka Peduli Sampah dengan Membuat Kompos, Anda ?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/116490055438082061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/11/mereka-peduli-kompos-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/116490055438082061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/116490055438082061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/11/mereka-peduli-kompos-anda.html' title='Mereka Peduli Sampah dengan Membuat Kompos, Anda ?'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-115674161111935023</id><published>2006-08-27T22:03:00.000-07:00</published><updated>2010-11-30T15:36:04.551-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Produksi Kompos Di Malaysia'/><title type='text'>Bersiap Ke Negeri Jiran Produksi Kompos</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari sabtu tanggal 26 Agustus, &lt;a href="http://cipta-visi.blogspot.com/2006/07/sepenggal-perjalanan-pt-cipta-visi.html"&gt;CVSK&lt;/a&gt; kedatangan tamu istimewa yakni Mr Adzmy Abdullah- Deputy Secretary General Ministry of Entrepreneur dan Co-operative Development Malaysia serta Mohd Shukri Abdullah - Chief Executive Officcer MIHAZ Malaysia dengan Rombongan guna meninjau Model Small Business yang berpeluang dikembangkan di Malaysia. Maka kita ajak beliau serta rombongan ke &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44"&gt;Instalasi Pengelolaan Kompos Kota (IPKK) &lt;/a&gt;di Ciparay Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Kunj%20Malaysia%20%283%29.2.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="173" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Kunj%20Malaysia%20%283%29.2.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Prospek nya adalah antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;1.Kementrian Koperasi dan Usahawan Malaysia akan mengusulkan model small business pengelolaan sampah jadi Kompos di Kerajaan Malaysia dan membantu KMSB importer mendapatkan "permit import" serta pemasaran peralatannya kepada Usahawan Malaysia ,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;br style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;" /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;2. Dimintakan kesiapan  CVSK mengirim tenaga ahli pengalaman dalam pengolahan sampah menjadi kompos mendampingi Usahawan kecil Bumiputera Malaysia berikut tenaga operator terampil-nya atau secara khusus para Usahawan UKMK Indonesia berpengalaman dengan teknologi Komposter Biophoskko® investasi kecil di negeri jiran. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nah, tentu saja bagi yang sukses dan pengalaman mengelola dan membangun Instalasi Pengolahan Kompos di Indonesia ( bs klik : &lt;a href="http://gdpsk.blogspot.com/2006/02/usaha-baru-produksi-pupuk-organik-dan.html"&gt;IPKK ( Instalasi Pengolahan Kompos Kota ) &lt;/a&gt; di Kota-Kota di Indonesia, atas support teknologi Biophoskko® selama ini, akan berkesempatan meluaskan bisnis kompos nya di Malaysia dengan harga jual dan penerimaan dijamin 10 kali lipat dibanding harga di dalam negeri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karenanya, suatu saat mengolah sampah Malaysia - yang jelas lebih menguntungkan jika harga kompos berkali lipat dan ditambah adanya penerimaan dari retribusi ( Typing Fee) dari kerajaan Malaysia- dibanding di Lokal Indonesia tanpa insentif, akan merupakan prospek bisnis bagi para usahawan Indonesia bermuhibah ke negeri jiran Malaysia membawa teknologi, tenaga kerja dan tentu saja sedikit modal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/R%20Klin%20Composter.0.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/R%20Klin%20Composter.0.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="185" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Dan, tentu saja kami,  CVSK, berharap memiliki ribuan kader -kader usahawan - yang mau berkembang sampai ke negeri seberang. Dapat dihitung perolehannya bagi devisa nasional,  jika mengolah sampah kota Kualalumpur saja yang 2600 ton/ hari diperlukan 2600 IPKK skala 1 ton model IPKK Bandung, Bogor, Surabaya dan kota lainnya; maka, berapa keuntungan Indonesia dapat dihitung jika suatu negeri Malaysia diolah sampahnya oleh alat, bahan, UKMK beserta para operator dan tenaga kerjanya juga "ekspor" dari Indonesia ????&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="clear: left; float: left; font-size: 85%; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="171" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Kunj%20Malaysia.jpg" style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;" width="200" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;Mr Adzmi Abdullah Deputy Secretary General Kementrian Koperasi dan Usahawan Malaysia dan Moh Shukri MIHAZ mendapat penjelasan Mikroba, mineral Green Phoskko® dan Komposter dari Direktur PT CVSK, Sonson Garsoni.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Dan Pers Jawa Barat juga, PR ( Senin, 28 Agustus 2006) menulis laporannnya dengan enak dibaca dan perlu sebagaimana dibawah ini :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/28/0605.htm"&gt;Malaysia Tertarik dengan Teknologi Komposter&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Hanya Rp 150.000,00 untuk Mengolah 1 Ton Sampah &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;BANDUNG, (PR).-Teknologi pengolahan sampah menjadi kompos dengan menggunakan mikroba atau lebih dikenal dengan istilah komposter mulai dilirik oleh Malaysia. Selain mampu mengurangi sampah, teknologi ini juga dinilai mampu menciptakan dan menumbuhkan wirausaha baru di bidang pengolahan sampah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Deputy Secretary General, Ministry of Entrepreneur and cooperative Development (MECD/Kementerian Pembangunan Usahawan dan Koperasi) Malaysia, Adzmy Abdullah mengakui sampah merupakan masalah besar. "Di Malaysia, sampah mencemari lingkungan. Namun, di Bandung, sampah malah bisa jadi uang. Maka dari itu, kami tertarik teknologi ini," papar Adzmy saat berkunjung ke Ciparay, Kabupaten Bandung, lokasi pengolahan sampah dengan teknologi komposter, Sabtu (26/8). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menurut Adzmy, teknologi komposter ini ramah lingkungan dengan penerapan yang cukup mudah. Sementara, di Malaysia sendiri, belum ada usahawan yang menggunakan teknologi ini. Ia berkeyakinan, penggunaan teknologi komposter akan membantu memecahkan masalah sampah di negeri jiran itu."Sampah bukan urusan kementerian kita, namun kita tertarik karena menghasilkan uang. Kita akan coba dorong usahawan agar mau mengelola usaha ini," tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia menilai, pengolahan sampah dengan teknologi komposter di Indonesia, telah mampu menghasilkan uang dan membuka peluang usaha baru. "Ini yang akan kita terapkan di Malaysia, lewat sampah kita ciptakan usahawan baru," katanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adzmy berniat untuk meyakinkan pemerintah Malaysia, untuk bekerja sama mengimpor peralatan teknologi komposter beserta mikrobanya dari Indonesia. Bahkan, dia pun menginginkan tenaga ahli dan tenaga kerja untuk bekerja di pengolahan sampah dengan teknologi komposter dari Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain itu, Kementerian Pembangunan Usahawan dan Koperasi Malaysia akan menfasilitasi masyarakat Malaysia yang akan menerjuni bisnis ini. Hal ini dinilai Adzmy tidak akan mengalami kesulitan, apalagi banyak masyarakat Malaysia yang tertarik jadi owner operation bisnis ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada kesempatan yang sama, Direktur PT CV Sinar Kencana (produsen komposter), Ir. Sonson Garsoni mengungkapkan, mengolah sampah menjadi kompos merupakan bisnis yang cukup menjanjikan. Apalagi harga kompos di Malaysia mencapai 4 ringgit ( RM 4,- ) -atau setara Rp 10.000,00/kg, sedangkan di Indonesia Rp 500,00 sampai dengan Rp 1.000,00/kg. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan menggunakan teknologi komposter ini biaya produksi relatif kecil. "Untuk mengolah satu ton sampah rumah tangga diperlukan biaya sekira Rp 115.000 sampai Rp 150.000,00 dengan produksi kompos mencapai 500 kg atau setara Rp 500.000,00, jika harga kompos di Indonesia yang hanya Rp 1000,-/ kg" tutur Sonson. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat ini, telah ada 1.200 unit teknologi komposter yang digunakan tersebar di Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Padang, dan beberapa kota lainnya di Indonesia. Selain itu, Brunei Darussalam dan Malaysia yakni Negara Bagian Selayang juga telah mengimpor peralatan komposter ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/w_IXYHNG0Eg&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/w_IXYHNG0Eg&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Sayangnya, untuk Malaysia ada persoalan. Mikroba masih terganjal izinnya harus ada "import permit". Dikhawatirkan, mikroba masih dianggap berbahaya. Walaupun sebenarnya mikroba yang kita gunakan tidak berbahaya karena mikroba ini yang ada di alam. Hanya saja, telah ”ditidurkan”. Kita berharap, izin untuk mikroba ini bisa keluar. Kalau tidak, solusinya kita produksi mikroba di Malaysia," papar Sonson. (A-155)***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;_______________________________________________________________________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;b&gt;Customer Announcement :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Bagi pengguna Komposter Biophoskko® - yang kini telah tersebar di berbagai kota Indonesia dan telah berpengalaman serta berminat buka Instalasi (IPKK) Biophoskko di Malaysia - dapat kiranya mendaftarkan diri dengan kirim minat pada kami via e mail &lt;a href="mailto:greenphoskko@kencanaonline.com"&gt;greenphoskko@kencanaonline.com&lt;/a&gt; atau mendapat keterangan langsung melalui agen dan Perwakilan kami dengan alamat bisa di klik antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;___________________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;1. &lt;b&gt;Medan,&lt;/b&gt; &lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencana_medan/profile"&gt;http://indonetwork.co.id/kencana_medan/profile&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;_____________________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;2. &lt;b&gt;Makassar&lt;/b&gt;, &lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencana_makassar/profile"&gt;http://indonetwork.co.id/kencana_makassar/profile&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;_____________________________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;3. &lt;b&gt;Surabaya&lt;/b&gt;, &lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencana_surabaya/profile"&gt;http://indonetwork.co.id/kencana_surabaya/profile&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;____________________________________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;4. &lt;b&gt;Pekanbaru,&lt;/b&gt; &lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencana_riau/profile"&gt;http://indonetwork.co.id/kencana_riau/profile&lt;/a&gt;, atau langsung &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;_______________________________________________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;5. &lt;b&gt;Bandung&lt;/b&gt;, &lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencanabandung/profile"&gt;http://indonetwork.co.id/kencanabandung/profile&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;___________________________________&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Kami segera akan menandatangani kesanggupan dan kesiapan kepada pihak Kerjaan Malaysia untuk mengirim dalam tahun 2006 ini juga, karenanya diharapkan dapat terkirim minimal ratusan Usahawan IPKK, alat Komposter dan bahan berikut dengan ribuan tenaga kerjanya siap berbisnis di Malaysia.+++) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/hwF2RfM7_GM&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/hwF2RfM7_GM&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-115674161111935023?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Bersiap Ke Negeri Jiran Produksi Kompos'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/115674161111935023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/08/bersiap-ke-negeri-jiran-produksi.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/115674161111935023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/115674161111935023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/08/bersiap-ke-negeri-jiran-produksi.html' title='Bersiap Ke Negeri Jiran Produksi Kompos'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-114918210676586262</id><published>2006-06-01T10:13:00.000-07:00</published><updated>2010-11-27T15:18:46.493-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengelola Sampah Rumah'/><title type='text'>Membuat Kompos Di Kota Dari Sampah Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Mengayak%20Kompos.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOXbBIHvQHI/AAAAAAAAGZg/_fjHfRjd5JE/s1600/GreenLeaves_wallpaper_da035069f+%252817%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOXbBIHvQHI/AAAAAAAAGZg/_fjHfRjd5JE/s200/GreenLeaves_wallpaper_da035069f+%252817%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kini masalah sampah di kota-kota telah menjadi wacana di seluruh Indonesia. Apalagi saat Presiden RI terlibatkan dengan masalah sampah kota Bandung - yang bulan Mei 2006 saat Presiden RI berkunjung ke Bandung sampah makin menggunung di berbagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) karena tidak memiliki lahan TPA yang dekat kota. Dari beberapa dasawarsa lalu juga puluhan metode penyelesaian permasalahan sampah sudah di uji cobakan, dari skala terkecil sampai terbesar. Hasil penelitian tersebut telah memberikan gambaran bagi kita untuk memilih salah satu model bagi level permasalahan dan skala - yang berbeda antara satu negara atau daerah dengan lainnya. Karenanya harus diputuskan metoda paling tepat untuk diterapkan dengan menyesuaikan terhadap kondisi lingkungan dan sumber daya setempat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="clear: left; float: left; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Mengaduk%20Sampah.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Mengayak%20Kompos.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="194" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Mengayak%20Kompos.jpg" style="margin-top: 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Mengaduk%20Sampah.jpg" style="float: left; height: 247px; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 182px;" width="147" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOXbBIHvQHI/AAAAAAAAGZg/_fjHfRjd5JE/s1600/GreenLeaves_wallpaper_da035069f+%252817%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada umumnya, dari sekian banyak pengujian teknologi pengomposan sampah rumah tangga sangat bergantung pada &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;“&lt;span style="color: blue;"&gt;keajaiban” bakteri baik bakteri aerob&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; pun bakteri anaerob yang membantu proses fermentasi atau dekomposisi. Secara ilmiah berbaga&lt;/span&gt;i hasil ekperimen tersebut sangat signifikan membantu mereduksi timbunan dan tingkat pencemaran kandungan toxid sampah rumah tangga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Teknologi pengolahan sampah rumah tangga dengan memakai metode sebut saja sanitary Landfill, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;Mini Komposter, Bio Reaktor Mini, &lt;/a&gt;Vermicomposting, Incenerator, Open Windrow, Bak Aerasi, Bio Filter dan masih banyak lagi merupakan alternatif tawaran terhadap pilihan teknologi yang selama ini menjadi rujukan bagi pelaku untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Masing – masing teknologi mempunyai karakteristik yang sangat berbeda dalam penerapannya atau pengoperasianya, jika kita tidak berhati – hati menseleksi teknologi tersebut , tidak mustahil dapat memberikan akibat negatif yang fatal bagi penggunanya baik dari segi ekonomis, kesehatan, waktu dan emosi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/SUC30079.0.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/SUC30079.0.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="158" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bisa terjadi demikian ? hal ini dikarenakan tiap teknologi memiliki aneka spesifikasi misalnya ukuran-ukuran kuantitas, jenis bahan baku, perlakuan, perawatan khusus yang jika salah satu spesifikasi tak terpenuhi akan mengganggu proses secara keseluruhan sehingga kegagalan menjadi tidak terelakkan. Untuk menghindari pertanyaan–pertanyaan ketidak percayaan terhadap kemampuan teknologi tersebut hendaknya sosialisasi teknologi atau penjelasan secara mendetail harus dilakukan oleh para penggiat pengolahan sampah rumah tangga. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu pembaca dan calon pengguna, sebagian teknologi tersebut mungkin dapat menggunakan panduan sederhana untuk melakukan pilihan yang tepat yaitu 1. Bagaimana karakteristik sampah rumah tangga yang akan diolah; dan 2. Sesuaikan karakteristik sampah rumah tangga dengan kebutuhan tehnologi yang akan digunakan;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam kesempatan ini akan dikenalkan teknologi dan metoda pengomposan - yang paling sederhana dilakukan di level rumah tangga yakni menggunakan media dekomposisi berupa komposter BioPhoskko®. Tatacara pengolahan sampah ini adalah langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/SUC30092.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="189" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/SUC30092.jpg" style="float: left; height: 222px; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 234px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama, mendapatkan sampah organik- material sisa dapat terurai (degradable) yang berasal dari makhluk hidup semisal kulit buah, sisa makanan, sisa sayuran, sisa ikan, kertas dan sejenisnya yang terpisah dari material an-organik ( plastik, kaca, kaleng dan logam).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua, siapkan larutan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;bio aktivator kompos kota- Phoskko®&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; (GP-1) - sebagai suatu konsorsium mikroba guna mempercepat dekomposisi secara aerobic- dengan melarutkan 1- 2 sendok makan dalam 2-3 liter air. Larutan harus dibuat semerata mungkin dengan cara mengaduknya. Cipratkan keatas tumpukan sampah dalam tong sampah organik atau simpan terlebih dahulu dalam pot siram untuk memudahkan penggunaannya hanya dengan menyiramkan dan sisanya masih dapat disimpan untuk dapat digunakan bagi pengelolaan di hari berikutnya; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketiga, masukan mineral penggembur Phoskko® (B) sekira 2-3 % dari bahan sampah yang akan diolah serta kemudian aduk agar tercampur merata;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keempat, masukan tumpukan sampah tersebut kedalam &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Komposter BioPhoskko®&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; serta tempatkan dibawah pohon atau tempat lainnya yang tidak terkena air hujan maupun sinar matahari;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;object height="344" style="clear: right; float: right;" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/pfOFBEQ8NuU&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/pfOFBEQ8NuU&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kelima, pada hari ke 5 sd 14 sebenarnya dekomposisi telah selesai maka tuangkan diatas tanah hingga material hasil dekomposisi - yang awalnya lembab- lengket menjadi gembur dan kering. Dengan didapatkannya kompos yang telah " dingin" maka akan siap digunakan atau dikemas untuk dijual secara komersial *). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-114918210676586262?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;osCsid=78be29aaddc070591af3092dce403e0f' title='Membuat Kompos Di Kota Dari Sampah Rumah Tangga'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/114918210676586262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/06/membuat-kompos-di-kota-dari-sampah.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/114918210676586262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/114918210676586262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/06/membuat-kompos-di-kota-dari-sampah.html' title='Membuat Kompos Di Kota Dari Sampah Rumah Tangga'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOXbBIHvQHI/AAAAAAAAGZg/_fjHfRjd5JE/s72-c/GreenLeaves_wallpaper_da035069f+%252817%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-114831415507304028</id><published>2006-05-22T08:16:00.000-07:00</published><updated>2010-12-02T04:22:42.496-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komposter Pengolah Sampah'/><title type='text'>Dengan Komposter, Membuat Kompos Di Kota Jadi Mudah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPePPRVE2DI/AAAAAAAAGw4/mxqGBgxEiS4/s1600/0.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPePPRVE2DI/AAAAAAAAGw4/mxqGBgxEiS4/s200/0.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SBXVSHNKGPI/AAAAAAAADWA/4pyNHXDgTwk/s1600-h/Komposter+Elektrik+KE+%282%29.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;Kenapa sulit memasyarakatkan pengelolaan sampah menjadi kompos di sumber penghasilnya yakni antaranya rumah tangga, hotel dan restoran ? Salah satunya karena dipersepsikan membuat kompos itu rumit, memerlukan tanah bedeng sekurangnya 3 x 4 m, menghasilkan bau tak sedap dan memerlukan bahan mineral kotoran hewan- abu-sekam dan bahan lain yang kesemuanya memang sulit didapatkan di kota. Tanah bedeng ukuran 12 m2 tidaklah murah, belum lagi protes warga sekitar.  Demikian juga bahan kotoran hewan maupun limbah kayu dan sejenisnya bukan hal mudah. Kini, berbagai kesulitan menerapkan metoda bedeng ( open windrows) dalam pembuatan kompos -yang biasa digunakan di pertanian, teratasi.&amp;nbsp; Dengan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;komposter&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;,&lt;/span&gt; membuat kompos di kota jadi mudah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SBXVk3NKGQI/AAAAAAAADWI/ZgLPGekuRi0/s1600-h/Bulking+Agent+7+Kg+%285%29.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan keberadaan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;komposter satu kesatuan paket beserta&amp;nbsp; aktivator dan penggembur,&lt;/a&gt; persepsi orang kota terhadap pembuatan kompos harus diubah, karena tidak lagi sama dengan petani membuat kompos menggunakan bedeng. Bahkan, di berbagai kota di negara maju sudah lazim dan kewajiban rutin anggota keluarga mengumpulkan sampah organik ( sisa makanan, sisa bahan masak dapur, serasah taman depan rumah dan hasil pertanian serta &lt;/span&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SBXVk3NKGQI/AAAAAAAADWI/ZgLPGekuRi0/s1600-h/Bulking+Agent+7+Kg+%285%29.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194292574512879874" src="http://bp0.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/SBXVk3NKGQI/AAAAAAAADWI/ZgLPGekuRi0/s200/Bulking+Agent+7+Kg+%285%29.JPG" style="float: left; height: 160px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 120px;" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;bahan makhluk hidup lainnya) dijadikan kompos dalam komposter. Dengan alat sebesar tong sampah, bahan organik di dekomposisi oleh aktivator dan mineral, akan dihasilkan kompos dalam 5 sampai 14 hari saja tergantung jumlah yang akan diolah. Mereka bukan karena gak punya uang lalu membuat kompos, tapi kesadaran terhadap lingkungan akan perlunya tempat hidup harus lebih nyaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Belanda.0.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="159" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Belanda.0.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Bulking%20Agent.0.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/R5K2jmXPyOI/AAAAAAAADJI/EsZB6e5e7_c/s1600-h/Activator+Compost+%281%29.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157385246002366690" src="http://bp1.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/R5K2jmXPyOI/AAAAAAAADJI/EsZB6e5e7_c/s200/Activator+Compost+%281%29.jpg" style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt;" width="153" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebuah perusahaan di Bandung yang didirikan para alumni IPB dan alumni Fakultas Pertanian, dosen Mikrobiologi UNPAD serta Teknik Lingkungan ITB dengan bantuan operator alumni PT Dirgantara Indonesia, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/"&gt;PT.Cipta Visi SINAR KENCANA&lt;/a&gt;, terinspirasi dengan masalah penolakan warga akan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah dengan giat melakukan penelitian dan percobaan sampai akhirnya didapatkan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;teknologi komposter yang praktis&lt;/span&gt;,&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=190"&gt;murah&lt;/a&gt; dan cepat menghasilkan kompos. Sebenarnya penelitian dimulai tahun 2004, namun tragedi longsornya sampah di TPA Leuwigajah telah menjadi picu percepatan launching untuk turut mengatasi darurat sampah Bandung pada bulan Februari 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/SUC30069.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/SUC30069.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="156" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kebutuhan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=104"&gt;bio-aktivator  &lt;/a&gt;guna percepatan proses dekomposisi sampah di isolat mikroba dari sampah kota, sementara kebutuhan akan energi proses diambil dari bahan-bahan beraneka menjadi &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=104"&gt;mineral penggembur &lt;/a&gt;dalam kemasan yang bersih dan sehat. Sementara media dekomposisi yang sempurna bagi masuknya airan oksigen ( aerasi) secara maksimal dibuat dari plastik HDE 10 mm, PVC dan paralon standar SNI.  Maka jadilah komposter biophoskko- seharga tong sampah biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kelengkapan produksi kompos di skala RT atau beberapa RT serta RW diperlukan peralatan untuk memisahkan material besar dengan kompos halus. Dalam proses dekomposisi dalam alat ini memang tidak langsung gembur. Dua atau tiga hari perlu di angin-anginkan kemudian akan gembur dan kering.  Dengan bantuan ayakan lolos mesh 80 akan didapatkan material halus guna dikemas dan dipasarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam proses pembuatan kompos di rumah dan lingkungan ( misal RT, RW atau beberapa RT) komposter ini telah terbukti digunakan di lapangan di saat masyarakat menaruh perhatian atas masalah sampah kota. Maka tidak kurang dari 1 ( satu) tahun, komposter biophoskko ini telah beredar dan digunakan di lebih dari 20 titik pengelolaan level komunal serta lebih dari 500 unit digunakan di rumah-rumah. Bahkan saat ini pesanan mengalir dari Pemda dan BKKBN Papua, PT ASTRA Surabaya- dalam rangka mendukung Clean and Green Company, Jambi, Jakarta, Bogor dan Medan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/SUC30065.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/SUC30065.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="167" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Tatacara%20Kompos.1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="144" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Tatacara%20Kompos.1.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;object height="344" style="clear: right; float: right;" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/mOw62PyUA40&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/mOw62PyUA40&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan proses penyiapan bahan pengomposan hanya sekitar 10 menit dengan bahan yang telah tersedia maka membuat kompos di kota menjadi mudah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nah dengan proses pembuatan kompos yang praktis, di kota yang terancam dengan masalah sampah mestinya jadi terselesaikan upaya reduksi dan pengolahan sampah di rumah dan lingkungan *).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-114831415507304028?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;osCsid=bbfb893b3d97e748bef564396987759a' title='Dengan Komposter, Membuat Kompos Di Kota Jadi Mudah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/114831415507304028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/05/dengan-komposter-membuat-kompos-di.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/114831415507304028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/114831415507304028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/05/dengan-komposter-membuat-kompos-di.html' title='Dengan Komposter, Membuat Kompos Di Kota Jadi Mudah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPePPRVE2DI/AAAAAAAAGw4/mxqGBgxEiS4/s72-c/0.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-114818045179066297</id><published>2006-05-20T19:11:00.000-07:00</published><updated>2010-12-02T16:29:02.796-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hobby Baru Gadis Bandung'/><title type='text'>Membuat Kompos Di Kota</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/SUC30072.0.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/SUC30072.0.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Membuat kompos sudah biasa dilakukan para petani di desa sejak puluhan tahun lampau. Kegiatan membuat kompos adalah melapukan atau menguraikan sampah dan limbah organik, dengan motivasi menghasilkan pupuk organik, memang bagian dari kebiasaan petani bagi pemenuhan kebutuhan tanaman akan pupuk. Tapi, bagi orang kota, walaupun sampah organik sebagai bahan baku pembuatan kompos keberadaannya sangat melimpah, baik di rumah maupun di berbagai lokasi penghasil sampah organik lainnya, membuat kompos dianggap sulit, rumit dan terkesan kumuh saja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Namun kini, dengan beredarnya di pasaran   &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID" style="color: blue; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;komposter BioPhoskko®,&lt;/a&gt; yakni alat mengolah sampah menjadi kompos, mendorong ibu rumah tangga, anak laki-laki dan gadis di kota Bandung bisa membuat kompos sendiri dengan praktis. Penampilan alat komposter yang bisa ditempatkan di rumah, membuat kompos di kota dari memanfaatkan bahan berupa sampah sisa masakan dan makanan rumah,&amp;nbsp; serasah pekarangan maupun lingkungan dimana ia tinggal, menjadikan pembuatan kompos sebagai kegiatan praktis dan  tanpa risih lagi untuk  dianggap kuno dan kumuh. Membuat kompos&amp;nbsp; di kota, dengan bantuan alat serta aktivator ini kini menjadi mudah, cepat, higienis dan memberi manfaat bagi keperluan pemupukan tanaman hias maupun tanaman obat keluarga di pekarangan rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Kompos%20di%20Eropa.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="139" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Kompos%20di%20Eropa.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membuat kompos memang bukan hal baru. Di Eropa, ibu rumah tangga, remaja, bapak bahkan anak-anak sudah terbiasa mengumpulkan sampah organik ( sampah basah atau sampah yang mudah terurai) kemudian memasukannya kedalam komposter dan dibubuhi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Kompos%20di%20Eropa.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;mikroba serta mineral. Maka dalam 5-7 hari saja bahan sampah akan terdekomposisi menjadi kompos- tentunya setelah didinginkan 2-3 hari di tempat, tanpa panas matahari dan hujan. Di masyarakat negara maju, membuat kompos terdorong oleh kepedulian akan kelestarian lingkungan serta keinginan mendapatkan material pupuk - yang baik bagi pemeliharaan taman di rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/BRM%20di%20Jerman11.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="153" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/BRM%20di%20Jerman11.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/wertvoll.0.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="169" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/wertvoll.0.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mungkin agak berbeda dengan motivasi di negara maju,&amp;nbsp; masyarakat Indonesia mau memulai mengenal pembuatan kompos karena terdorong oleh makin besarnya ancaman atas kehadiran sampah di sekitar tempat tinggalnya. Dengan trauma masyarakat akan polutan yang ditimbulkan sampah seperti antara lain bau busuk, pencemaran air lindi ( leachete) serta udara kotor di dekat TPS maupun TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) Sampah, yang kini menjadi masalah di kota- khususnya kota Bandung, Cimahi, Kab Bandung, dan, diperkirakan juga akan menjadi masalah bagi kota-kota lainnya di Indonesia, membuat kompos adalah keniscayaan bagi semua orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Kompos%20Cibiru1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Kompos%20Cibiru1.jpg" style="float: left; height: 115px; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 126px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berdasar prediksi, akan muncul suatu saat sampah menjadi masalah besar di perkotaan serta menurunkan derajat kesehatan masyarakat, misalnya lahirnya penyakit &lt;a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/052006/15/0102.htm"&gt;leptospirosis&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/a&gt;( penyebaran melalui urin tikus yang hidup dalam sampah ) suatu kota, maka &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;CVSK sebagai produsen komposter BioPhoskko®&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;pun kemudian memberi penyuluhan masyarakat akan mudahnya &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/GDPSK.1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/GDPSK.1.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;mengolah sampah organik menjadi kompos- yang  kemudian memberi bermanfaat sebagai pupuk tanaman pekarangan. Bahkan, dengan adanya komposter, beberapa pemuda Karang Taruna di RW menjadikan bisnis kebersihan dengan mengutip retribusi dari rumah tangga atas jasa mengolah sampah rumah yang sulit dibuang ke TPA.&amp;nbsp; Dengan menempatkan beberapa unit komposter, jadilah &lt;span style="color: blue;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;nstalasi Pengolahan Kompos Kota (IPKK) &lt;/a&gt;, menjadi peluang usaha baru dengan pendapatan dari&amp;nbsp; pungutan kepada warga berupa retribusi kebersihan, menjual kompos hasil olahannya, menjual pupuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;cair dari penampungan air lindi yang diendapkan, menjual plastik dan material hasil &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=42&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pemilahan dari sampah&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;suatu lingkungan serta membuka jasa pengelolaan taman pekarangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Kompos%20Cibiru1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/SUC30065-1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/SUC30065-1.jpg" style="float: left; height: 187px; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 145px;" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32"&gt;Paket Komposter Biophoskko®&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;osCsid=4dc653edd24e046467f011002b6375a2"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Komposter dan bahan pembuatan kompos kini dapat diperoleh hanya dengan harga yang setara tong sampah biasa. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt;Ukuran S- yang memadai untuk rumah tangga dengan 5 jiwa, hanya Rp 295.000,-/paket &lt;/a&gt;sedangkan ukuran terbesar bagi suatu pengolahan sampah suatu rumah makan ( ukuran L) hanyalah Rp 595.000,-. Tentu saja berbeda halnya dengan keperluan suatu bisnis kecil, kebutuhan akan komposter bagi pengolahan sampah dari satu RW dengan kapasitas 2-3 m3 misalnya, kini dilakukan dengan cara menata puluhan komposter L atau menyediakan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5 unit komposter Rotary Klin seharga Rp 15.000.000,- / unit.&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;bagi suatu bisnis malahan kemudian pengelola melengkapinya dengan motor roda-3 guna mengumpulkan sampah dari sekitar 500 rumah-rumah atau satu RW dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Tatacara%20Kompos.0.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="141" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Tatacara%20Kompos.0.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gairah baru kini telah timbul dari ibu rumah tangga, anak gadis, anak laki-laki dan juga sang ayah, serta bahkan usaha kecil, dengan adanya inovasi &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;komposter BioPhoskko®&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; ini.&lt;/span&gt; Berkebun, memelihara taman pekarangan dan mengolah sampah dan membuat  kompos di kota, kini menjadi mudah*).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Tatacara%20Kompos.0.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/kkZzRb3FyF0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/kkZzRb3FyF0&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-114818045179066297?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;osCsid=4dc653edd24e046467f011002b6375a2' title='Membuat Kompos Di Kota'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/114818045179066297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/05/gairah-baru-membuat-kompos-di-kota.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/114818045179066297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/114818045179066297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/05/gairah-baru-membuat-kompos-di-kota.html' title='Membuat Kompos Di Kota'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-113927858024391070</id><published>2006-02-06T17:59:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T15:57:24.143-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usaha Jasa Kebersihan'/><title type='text'>Pembuatan Kompos, Mendukung Usaha Jasa Cleaning Service</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rc6BWrFFdLI/AAAAAAAAACQ/iDeC_jmyrvU/s1600-h/Motor+BeRSeka+%281%29-1.JPG" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="148" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5030100060340581554" src="http://bp3.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rc6BWrFFdLI/AAAAAAAAACQ/iDeC_jmyrvU/s200/Motor+BeRSeka+%281%29-1.JPG" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3; color: black; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;ampah di beberapa kota telah menimbulkan masalah karena volumenya makin meningkat namun, dilain pihak,&amp;nbsp; pengadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah dekat sumber sampah timbul, makin sulit. Sampah di kota, didominasi oleh jenis sampah domestik ( solid waste) dan dihasilkan oleh unit terkecil penghasil sampah yakni pemukiman. Tentu saja, mendapatkan tempat pembuangan sampah (TPA) dekat kota dan pemukiman, dimana sampah berada dan berasal, makin sulit dan mahal, karena memang pada dasarnya masyarakat tidak suka dekat dengan sampahnya orang lain. Makin jauh sampah diangkut, dari suatu kawasan ke lain tempat, makin banyak "musuh" nya, yang kemudian kemudian menimbulkan penolakan ( resistensi) atas keberadaan sampah "orang lain" tersebut. Disinilah letak masalahnya, mengapa kita perlu berfikir dan perlu paradigma baru bahwa, pengelolaan sampah hendaknya dilakukan secara terdesentralisasi, pengolahan berada di mana sumber sampah berasal yakni pemukiman dan area publik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #eeeeee; color: blue; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #eeeeee; clear: both; color: blue; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBbwsH0SgI/AAAAAAAAGp4/5DaZXdpTdeM/s1600/DSC09022.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBbwsH0SgI/AAAAAAAAGp4/5DaZXdpTdeM/s200/DSC09022.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masalahnya para ekonom dan pebisnis seringkali hanya bersandar pada hukum skala ekonomi, bagi pencapaian kelayakan ekonomi dalam menilai suatu kelayakan ( feasibilitas) suatu proyek. Konon, makin besar skalanya, makin efisien adalah kiatnya. Namun, benarkah selalu demikian ? Bukankah ada hukum ekonomi lain yang mengoreksi dan memberi pertimbangan lain atas pendapat diatas dengan " The Law Of Deminishing Return", yakni, ada batas dimana suatu skala menjadikan efisien dan memperbesarnya, bahkan, makin menjadikannya besar justru makin tidak layak. Dan, ditambah dengan pertimbangan kelayakan lingkungan ( ekologi), membuat pertimbangan skala ekonomi suatu proyek pengelolaan sampah juga dapat dicapai dengan hanya bermodalkan skala UKMK dibawah Rp 100 juta. Bandingkan dengan investasi TPST Bojong di Bogor serta "Waste to Energy" yang akan memakan investasi hingga ratusan milyar rupiah. Memahamkan itu, dengan ini dikenalkan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: red;"&gt;Instalasi Pengolahan Kompos Kota IPKK)-&lt;/a&gt; yakni suatu skala bisnis mikro atau usaha kecil - yang sudah terbukti di Bandung memberikan kelayakan ekonomi disamping memenuhi pertimbangan sosial- yakni memberikan lapangan usaha dan lapangan kerja- juga layak secara ekologi dan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Resisitensi akan keberadaan proyek Olah Sampah  yakni mengumpulkan menjadi satu pada wilayah terkonsentrasi, sebagaimana di TPST Bojong di Bogor, Bekasi dan banyak kasus penolakan masyarakat sekitar akan keberadaan TPA Sampah daerah lain menjadi masalah. &lt;b&gt;N&lt;/b&gt;amun, di dunia ini suatu " masalah" bisa jadi " peluang", atau "wei" dan "ji" kata pepatah Cina. Usaha Jasa Kebersihan ( Cleaning Service) suatu gedung atau kantor kini tengah dikembangkan di Bandung menjadi &lt;a href="http://gdpsk.blogspot.com/2005/12/olah-sampah-kota-jika-darurat-terus.html" style="color: red;"&gt;Usaha Jasa Kebersihan &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;satu RW, beberapa RT atau satu komplek perumahan ( Real Estate). Jika terhadap sampahnya sendiri yang diolah, secara relatif resistensi (penolakan) masyarakat pelanggan jasa kebersihan IPKK terhadap unit usaha ini akan lebih rendah dibanding terhadap sampah suatu kota di suatu lokasi TPA Sampah. &lt;i&gt;" Wong sampahnya dewe, masa kok ditolak? "&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #eeeeee; clear: both; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBaQDaAyuI/AAAAAAAAGpo/oOoSZyR3lc0/s1600/Kencol+%252841%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBaQDaAyuI/AAAAAAAAGpo/oOoSZyR3lc0/s200/Kencol+%252841%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;D&lt;/b&gt;engan memanfaatkan motor roda tiga - yang khusus dirancang bagi angkutan sampah- menggantikan roda dorong oleh manusia- akan dengan cepat mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah suatu RW atau komplek perumahan sampai 300-500 rumah per hari. Bahkan kedepan, rumah-rumah akan disediakan &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_2109907664" style="color: red;"&gt;Tempat Sampah Terpilah ( Trash Devider)&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=42"&gt; &lt;/a&gt;- yakni 2 bagian tempat sampah bagi jenis organik ( degradable) dan an-organik ( Un-degradable).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #eeeeee; clear: both; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBa4mhHNLI/AAAAAAAAGpw/0-xhdSaE2rw/s1600/Pengayak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBa4mhHNLI/AAAAAAAAGpw/0-xhdSaE2rw/s200/Pengayak.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jumlah sampah dari setiap rumah diketahui rata-rata 2,6 liter/ hari/ jiwa atau, setara dengan 5-6,5 m3/hari/500 rumah tangga 5 jiwa. Jumlah sampah diatas akan mengandung 50 % sampai 80 % sampah organik ( 2,5 sd 3 m3) atau setara dengan kapasitas olah 1 ton / hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika alat mesin per 500 rumah setara dengan keperluan 1 ( satu) unit Bio Reaktor, atau komposter kapasitas 2-3 m3 setara berat 1 ton maka, diperlukan 5 - 7 unit komposter Rotary Klin BioPhoskko - agar dengan itu tiap hari dapat mengolah sampah organik secara berkesinambungan. Jika harga &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: red;"&gt; Type manual Rotary Klin RKM 1000L &lt;/a&gt;adalah Rp 15.000.000,-/unit x 5 unit = Rp 75 juta ( berikut instalasinya secara lengkap sampai On the Road) dan, dengan ditambah Motor Roda 3 Rp 13.750.000,-/unit, maka total Investasi hanyalah adalah = Rp. 88.750.000,-( delapan puluh delapan juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Kalau mau sempurnanya, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=40" style="color: red;"&gt;tambahkan mesin pencacah dan pengayak&lt;/a&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;,&lt;/span&gt; total sekitar Rp 110 juta sudah siap menjalankan pembuatan kompos dan mengelola sampah anorganik suatu kawasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="background-color: #eeeeee; clear: both; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBamzAyPGI/AAAAAAAAGps/lOxO_9ZT6bY/s1600/Kencol+%252845%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="228" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBamzAyPGI/AAAAAAAAGps/lOxO_9ZT6bY/s320/Kencol+%252845%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sampah yang dikumpulkan bukan untuk disimpan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah sebelum berakhir di TPA-, sebagaimana berlangsung selama ini. Material sampah yang terkumpul, dengan memanfaatkan &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_2109907681" style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Paket Teknologi Biophosko Klin&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: red;"&gt; Rotary&lt;/a&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; -&lt;/span&gt; sebagai media penyimpan dalam proses dekomposisi sampah secara aerob, hingga sampah dapat di reduksi tinggal 50 % ( tergantung jenis komposisi sampah organik dan an-organik). Kapasitas &lt;a href="http://indonetwork.co.id/kencanabandung/243490/biophosko-composter-rotary-klin.htm" style="color: red;"&gt;Rotary Klin BioPhosko&lt;/a&gt; ini 2 sampai 3 m3 atau setara berat 1 ton mampu mendekomposisi sampah hanya dalam 5 hari saja. Jadi, bagi kepentingan mengelola sampah 5 m3/ hari diperlukan 5 - 7 unit Bio Reaktor Rotary Klin tadi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;Tentu saja dari jasa kebersihan tersebut akan didapatkan setidaknya :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black; font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBbk41AEtI/AAAAAAAAGp0/lxog9FuEby0/s1600/SUC300028.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBbk41AEtI/AAAAAAAAGp0/lxog9FuEby0/s200/SUC300028.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Retribusi iuran persampahan dari warga @ Rp 30.000 sd Rp 50.000,-/ rumah/bulan atau sekitar Rp 15.000.000,- sampai Rp. 25.000.000,- /bulan/ 500 rumah, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Amilioran- yakni sejenis kompos hasil pengayakan material halus dari material bongkahan- hasil dekomposisi sebanyak 40 hingga 50 % dari 1 ton setara 400 kg kompos senilai Rp 400.000,-  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pupuk Organik Cair sebanyak 10 liter atau 20 botol @ 500 ml- yang berharga sampai Rp 40.000/ botol - yakni cairan lindileachete) yang tertampung dalam Bio Reaktor secara aerobik atau setara dengan Rp 800.000,-  (&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: #eeeeee; color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Material an-organik bahan daur ulang seperti plastik, logam, potongan kayu yang dapat dijual pula,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: small;"&gt;&lt;div style="background-color: #eeeeee; color: black; text-align: justify;"&gt;Jadi setidaknya, didapatkan pendapatan Rp 30.000.000/ bulan dari penjualan kompos, pupuk cair dan ditambah Rp 30.000.000,- + Rp. 30.000.000,- (minimal) = Rp 60.000.000,-. Tanpa pakai analisa Finansial canggih juga sudah bisa disimpulkan kalau Modal Rp. 88.750.000 dengan masa penggunaan alat minimal 3 tahun, maka usaha ini jelas menguntungkan. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 85%;"&gt;&lt;div align="justify" style="background-color: white;"&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-113927858024391070?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=38' title='Pembuatan Kompos, Mendukung Usaha Jasa Cleaning Service'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/113927858024391070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/02/usaha-baru-cleaning-service-satu-rw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113927858024391070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113927858024391070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/02/usaha-baru-cleaning-service-satu-rw.html' title='Pembuatan Kompos, Mendukung Usaha Jasa Cleaning Service'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_w7a8kl5Znx8/Rc6BWrFFdLI/AAAAAAAAACQ/iDeC_jmyrvU/s72-c/Motor+BeRSeka+%281%29-1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-113925681533915174</id><published>2006-02-06T12:11:00.000-08:00</published><updated>2010-11-26T17:20:33.002-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jasa kebersihan'/><title type='text'>Pembuatan Kompos Sebagai Usaha Cleaning Service</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTijgAWv-I/AAAAAAAAGXI/l9TenrqKiIE/s1600/Kencol+%252877%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTijgAWv-I/AAAAAAAAGXI/l9TenrqKiIE/s200/Kencol+%252877%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sa&lt;/b&gt;mpah di beberapa kota telah menimbulkan masalah karena volumenya makin meningkat namun, dilain pihak, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah makin sulit karena pada dasarnya masyarakat tidak suka dekat dengan sampah orang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;N&lt;/b&gt;amun, di dunia ini suatu " masalah" bisa saja jadi "peluang". Usaha Jasa Kebersihan ( Cleaning Service) - yang asalnya hanya melayani suatu gedung perkantoran atau kantor pemerintahan kini tengah dikembangkan menjadi &lt;a href="http://gdpsk.blogspot.com/2005/12/olah-sampah-kota-jika-darurat-terus.html"&gt;Usaha Jasa Kebersihan &lt;/a&gt;( cleaning Service ) skala satu RW atau komplek perumahan ( Real Estate). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTiC_MGAtI/AAAAAAAAGXE/zgzqhylNUP0/s1600/25465_394244678274_370621588274_5246466_4300196_n-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTiC_MGAtI/AAAAAAAAGXE/zgzqhylNUP0/s200/25465_394244678274_370621588274_5246466_4300196_n-1.jpg" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;D&lt;/b&gt;engan memanfaatkan motor roda tiga yang khusus dirancang bagi angkutan sampah- menggantikan roda dorong oleh manusia- petugas dengan cepat mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah suatu RW atau komplek perumahan sampai 300-500 rumah per hari. Jumlah sampah dari setiap rumah diketahui rata-rata 2,6 liter/ hari/ jiwa atau setara dengan 5-6,5 m3/hari/500 rumah tangga 5 jiwa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;S&lt;/b&gt;ampah yang dikumpulkan bukan untuk disimpan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah sebelum berakhir di TPA. Material yang terkumpul, dengan memanfaatkan Paket Teknologi Instalasi Bio Reaktor BRM L2- pada kapasitas 0,5 m3/unit /7 hari - yang menjadi media penyimpan proses dekomposisi secara aerob, sampah akan dikelola lebih lanjut hingga sangat sedikit sekali yang harus dibuang ke TPA. Dalam proses dekomposisi tersebut, sampah bisa busuk ( degradable seperti organik ) akan tereduksi hingga tinggal 20 % ( tergantung jenis komposisi sampah organik dan an-organik) hanya dalam hitungan 7 (tujuh) hari saja. Dengan demikian, bagi kepentingan mengelola sampah 5 m3/ hari diperlukan 5 m3/0,5 m3- unit/hari dikali 7 hari terus menerus atau keseluruhan akan berjumlah 70 unit &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=38&amp;amp;products_id=247"&gt;Komposter  L &lt;/a&gt;per Instalasi Pengolahan Sampah Kota (IPSK). Dengan modal investasi setara dengan 70 unit x Rp 475.000,-/ unit BRM L2 = Rp 33.250.000,- ditambah dengan 1 ( satu) unit motor Roda 3 ( tiga) Rp 12.750.000,- atau keseluruhan Investasi Tetap Rp 46.000.000,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTiskbjUUI/AAAAAAAAGXM/t1J1COhZdio/s1600/011+%25286%2529.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="177" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTiskbjUUI/AAAAAAAAGXM/t1J1COhZdio/s200/011+%25286%2529.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;T&lt;/b&gt;entu saja dari jasa dan pengelolaan tersebut akan didapatkan penerimaan setidaknya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Retribusi Iuran Sampah dan kebersihan dari warga @ Rp 30.000 sd Rp 50.000,-/ rumah/bulan atau sekitar Rp 9.000.000,- sampai Rp 15.000.000,- /bulan/300 rumah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Amilioran- yakni sejenis kompos ( standar 3) hasil pengayakan material halus dari bongkahan sampah terdekomposisi,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Pupuk Organik Cair yang berharga sampai Rp 20.000/ 1 ltr - yakni cairan leachete yang tertampung dalam bagian bawah Bio Reaktor BRM Type L ini,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Material an-organik bahan daur ulang seperti plastik, logam, potongan kayu yang dapat dijual pula, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-113925681533915174?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=38' title='Pembuatan Kompos Sebagai Usaha Cleaning Service'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/113925681533915174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/02/peluang-bisnis-cleaning-service-satu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113925681533915174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113925681533915174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/02/peluang-bisnis-cleaning-service-satu.html' title='Pembuatan Kompos Sebagai Usaha Cleaning Service'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTijgAWv-I/AAAAAAAAGXI/l9TenrqKiIE/s72-c/Kencol+%252877%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-113821851995050036</id><published>2006-01-25T11:15:00.000-08:00</published><updated>2010-11-27T15:19:34.868-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Atasi Bau Membuat Kompos'/><title type='text'>Siapa Bilang Mengolah Sampah Bau ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/PGN1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/PGN1.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="139" /&gt;&lt;/a&gt;Persepsi mengolah sampah atau membuat kompos adalah berbau telah ditepis oleh Pak Anton Z.M yang beralamat di Komplek Ujungberung Indah Blok 29 No. 3 Bandung. Sebagai pensiunan dari pekerjaan di Bank BNI, Anton mengelola &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Komposter Bio Phoskko&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  bantuan lingkungan PT Perseroan Gas Negara ( PT. PGN Persero) masing-masing unit berkapasitas 0,2 m3 atau keseluruhan mampu kelola 1.5 m3 untuk sebanyak 7 unit. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan penanganan sampah dengan menggunakan Komposter Bio Phoskko sudah berjalan selama 1 bulan dengan memanfaatkan sumber sampah warga atau tetangga terdekat di lingkungan blok 29 Komplek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/SUC30070.0.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/SUC30070.0.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Jenis sampah di dominasi dari limbah pemotongan rumput dan tanaman halaman rumah warga dan sampah rumah tangga yang di kelola dari rumah sekitar saja. Volume sampah yang di proses menjadi kompos tidak kurang dari 1-2 m3/ 2 minggu. Kompos yang di hasilkan telah dirasakan sangat bermanfaat dan dipakai untuk memupuk tanaman pekarangan, pembenihan mahkota dewa dan buah jeruk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hasil lain yang di manfaatkan Pak Anton adalah cairan yang keluar dari komposter ( leachete ) yang dimanfaatkan sebagai pupuk cair organik dan saat ini sudah menghasilkan 6 botol jeriken ± 5 liter untuk digunakan sendiri sebagai pupuk tanaman pekarangan, namun tidak mustahil suatu saat bisa dikomersilkan atau dijual.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Kompos%20Anton.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="152" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Kompos%20Anton.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="145" /&gt;&lt;/a&gt;Cerita Pak Anton tentang penggunaan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=193"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32&amp;amp;sort=2a&amp;amp;language=ID"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;komposter Bio Phoskk&lt;/span&gt;&lt;b&gt;o&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah meyakini kalau masalah sampah bisa diatasi di tingkat sumber penghasil sampah itu sendiri, yakni rumah dan lingkungan sekitar. Menurut Pak Anton, tingkat penyusutan sampah terjadi pada hari ke 5 dengan kondisi penyusutan sampai 60 % dan setiap ditambahkan bahan sampah baru selalu menyusut dengan cepat sehingga panen kompos paling banter setiap 2 minggu sekali saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/PGN%20Project%20%2850%29.0.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/PGN%20Project%20%2850%29.0.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Temuan pengalamannya juga membuktikan bahwa &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="background-color: blue;"&gt;paket teknologi  Phoskko&lt;/a&gt; harus digunakan secara seutuhnya. Pak Anton menguji dari 7 unit Komposter, 1 unit diantaranya dijadikan pembanding dengan pengolahan sampah tidak menggunakan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=198"&gt;mineral penggembu&lt;b&gt;r&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;(bulking agent) dan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=104"&gt;aktivator Green Phoskko&lt;/a&gt;. Dan hasilnya seperti dapat diduga sebelumnya, sampai 1 bulan belum terjadi pengomposan serta keluar bau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal sama diungkapkan Bapak Eman di Margahayu Kel. Sekejati. dengan menggunakan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=104"&gt;activator Green Phoskko&lt;/a&gt; bantuan PT.PGN (Persero), mengelola sampah menjadi kompos dapat dilakukan di depan rumahnya yang asri. Pengolahan sampah tidak menimbulkan bau dan kotoran lainnya. Bahkan, Ketua RW 22 Kel. Sekejati menyimpan komposter diantara tempat jemuran pakaian. Dari pengalamannya, komposter Green Phoskko - yang digunakan mengolah sampah dengan mengikuti anjuran dari perusahaan produsen CVSK bahwa mengolah sampah, sama sekali tidak menimbulkan bau.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/PGN%20Project%20%2868%29.0.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/PGN%20Project%20%2868%29.0.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="150" /&gt;&lt;/a&gt; Jadi kenapa disebut sampah menimbukan bau ? "Sampah yang sering diributkan orang berbau tersebut adalah jika sampah dibiarkan dalam media tong sampah tanpa udara selama lebih 24 jam" ujar pakar mikrobiologi UNPAD, Dr Tualar Simarmata. &lt;br /&gt;Jadi percayalah, mengelola sampah dengan tatacara yang benar, cukup aerasi dan diberi mineral penggembur serta aktivator mikroba Green Phoskko,  dijamin tidak menimbulkan bau lho ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-113821851995050036?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32' title='Siapa Bilang Mengolah Sampah Bau ?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/113821851995050036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/01/siapa-bilang-mengolah-sampah-bau.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113821851995050036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113821851995050036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/01/siapa-bilang-mengolah-sampah-bau.html' title='Siapa Bilang Mengolah Sampah Bau ?'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-113785597790008244</id><published>2006-01-21T07:06:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T16:07:01.219-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompos'/><title type='text'>Produksi Kompos, Kurangi Masalah Sampah Kota Tanpa TPA</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Bambang%20MPP%20Bgr%20%285%29.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Bambang%20MPP%20Bgr%20%285%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tahun 2009 ini, jumlah sampah Kota Bogor per hari diperkirakan mencapai2.205 meter kubik (m3), dengan komposisi terbanyak berasal dariperumahan ( sekitar 63 persen atau sekitar 1.392 m3/hari), sisanyapasar ( 293 m3), industri (103 m3/hari), pertokoan atau perkantoranmencapai (155 m3/hari), sampah sapu jalan (165 m3/hari), dan sumberlainnya (99 m3/hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Bogor nyaris menjadi "kota sampah",menyusul beberapa bulan belakangan ratusan petani memblokir jalan masukke lokasi Tempat &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Bambang%20MPP%20Bgr%20%2821%29.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="177" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Bambang%20MPP%20Bgr%20%2821%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Desa Galuga,Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Inilah penyebab ancamanmasalah pengelolaan sampah Kota Bogor, sebagai suatu kota denganterbatasnya lahan bagi fasilitas umum, tidak memiliki lokasi yang layakguna dijadikan tempat pembuangan sampah di wilayahnya. Dalam kondisimasyarakat sekitar TPA menerima pun, Kota terpaksa harus meminta Kabsekitar ( Kab Bogor) seperti penggunaan TPA Galuga menjadi area TPAKota Bogor tersebut. Masalahnya, tidak mudah mengelola sikapmasyarakat, seiring kesadaran akan kesehatan, setiap waktu bisa munculpenolakan kehadiran TPA di dekat rumah warga. Karakter sampah, makinbanyak memiliki "musuh" atau penolakan (resistensi) ketika berpindahmakin jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/SUC30007.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="128" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/SUC30007.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Guna ikut serta mengatasi masalah sampah Kota Bogordan perlunya disosialisasikan Undang-Undang Pengelolaan Sampah ( No 18/2008) kepada Para Pelaku Usaha di Kota Bogor, diadakan forum"Pengelolaan Sampah" ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku usaha merupakan targetstrategis guna diajak serta sebagai subjek pembangunan- khususnyamewujudkan lingkungan bersih. Karena, salah satu komponen penting danbesar sebagi penyumbang permasalahan sampah adalah pemukiman dankawasan komersial. Dengan adanya kewajiban Para Pelaku Usaha (komersial) - sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 14 dan 15) dan ( BabXVI Pasal 45) UU No 18/ 1008, pelaku usaha diharapkan memberi sumbanganbagi penyelesaian masalah sampah kota Bogor tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Bambang%20MPP%20Bgr%20%2814%29.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Bambang%20MPP%20Bgr%20%2814%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;UU No 18/2008 antaranya menyebutkan bahwa pengelola kawasan permukiman, kawasankomersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitassosial, dan fasilitas lainnya - yang belum memiliki fasilitas pemilahansampah pada saat diundangkannya Undang-Undang ini wajib membangun ataumenyediakan fasilitas pemilahan sampah paling lama 1 (satu) tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkanpemikiran tersebut diatas, kerjasama Pemerintah Kota Bogor denganYayasan BERSIH INDAH - NYAMAN ( BERIMAN) &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Bambang%20MPP%20Bgr%20%281%29.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Bambang%20MPP%20Bgr%20%281%29.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;menyelenggarakan seminarPeranan Pelaku Usaha Dalam Program Pengelolaan Sampah Di Kota Bogor ini.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Bambang%20MPP%20Bgr%20%2821%29.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/SUC30007.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ditengah upaya edukasi dan advokasi atas masalah sampah melalui seminar, tidak banyak mungkin yang mengetahui, kalau di tengah kota Bogor- yang sebenarnya termasuk metropolitan terdapat areal sekitar 2 Ha yang asri dan hijau. Tepatnya di daerah perumahan Bantarjati, Ir. Harry Bambang, mengelola sampah menjadi kompos dengan menggunakan&amp;nbsp; komposter &lt;a href="http://indonetwork.co.id/ptmpp/152673"&gt;BioPhoskko &lt;/a&gt; penuh ketekunan. &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;Kompos &lt;/a&gt;yang dihasilkan digunakan guna memupuk tanaman dan sayuran.  Maka jadilah komplek tersebut tempat pelatihan lingkungan dan manajemen outbond.    Kini di Jl Azimar I/ 16 komplek bantarjati tersebut setiap harinya terkelola sampah sekitar 3 m3 ( meter kubik) per hari disamping melayani peminat alat dan bahan bio Reaktor tersebut. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Bambang%20MPP%20Bgr%20%2814%29.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Bambang%20MPP%20Bgr%20%281%29.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://gdpsk.blogspot.com/2006/01/posko-hijaugreen-phoskko-solusi-sampah.html"&gt;Gerakan Darurat Penanganan Sampah Kota (GD-PSK): Posko Hijau_Green Phoskko: Solusi Sam&lt;/a&gt;&lt;a href="http://gdpsk.blogspot.com/2006/01/posko-hijaugreen-phoskko-solusi-sampah.html"&gt;pah Kota Tanpa TPA&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-113785597790008244?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Produksi Kompos, Kurangi Masalah Sampah Kota Tanpa TPA'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/113785597790008244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/01/gerakan-darurat-penanganan-sampah-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113785597790008244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113785597790008244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/01/gerakan-darurat-penanganan-sampah-kota.html' title='Produksi Kompos, Kurangi Masalah Sampah Kota Tanpa TPA'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-113776242778104395</id><published>2006-01-20T04:27:00.000-08:00</published><updated>2011-01-03T15:28:20.907-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kota Tanpa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah'/><title type='text'>Solusi Sampah Kota Tanpa TPA, Mungkinkah ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;b style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TSJakeMo5kI/AAAAAAAAITc/RbBxJ_r1yZw/s1600/LG1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="86" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TSJakeMo5kI/AAAAAAAAITc/RbBxJ_r1yZw/s200/LG1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;I&lt;/b&gt;nilah gambar TPA Leuwigajah, yang pada 21 Februari tahun 2005 lalu menghebohkan&amp;nbsp; dunia karena, kok bisa tumpukan sampah di TPA ini longsor dan menyebabkan kematian lebih dari 200 jiwa manusia. Derita manusia akibat tragedi Leuwigajah belum berakhir, namun tetap banyak kota mencari TPA, walaupun sulit karena lahan yang memiliki akses dekat kota tempat dihasilkan sampah akan makin mahal dan banyak penduduk di sekitarnya. Trauma kematian&amp;nbsp; di TPA Leuwigajah telah menyadarkan masyarakat akan bahaya dari ancaman longsor, ledakan gas methan, bau sampah tiap hari dan tercemarnya air tanah oleh cairan lindi meresap kedalam sumur penduduk serta ancaman penyebaran bibit penyakit lainnya dari sumber sampah, khususnya di TPA. Lalu, bagaimana sebuah kota tanpa TPA ? Mungkinkah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO8RfWiZ0DI/AAAAAAAAGns/0d59aPLm6Ps/s1600/20100505_1400-4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="114" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO8RfWiZ0DI/AAAAAAAAGns/0d59aPLm6Ps/s200/20100505_1400-4.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan sulitnya mendapatkan lokasi TPA,&amp;nbsp; sementara&amp;nbsp; sistim pengelolaan sampah di berbagai kota masih&amp;nbsp; cara kumpul angkut buang dan tentu akan bergantung pada lokasi pembuangan,&amp;nbsp; kini terdapat keterbatasan kemampuan Pemerintah Kota dalam pengelolaan sampah di Indonesia.  Keadaan ini telah memberikan peluang usaha baru bagi kelompok usaha mikro maupun koperasi di wilayah RT/RW guna memanfaatkan sampah menjadi barang daur ulang&amp;nbsp; ( recycle) seperti barang alat rumah tangga, mainan anak, kompos maupun kriya kerajinan (handicraft). Pengusahaan daur ulang sampah menjadi barang berharga akan memberi manfaat guna meningkatkan kesehatan dan keindahan kota, mengisolasi penyebaran bau tidak enak (polusi) di lokasi TPS serta mengatasi penumpukan sampah sebagai akibat dari sarana angkutan sampah selama ini yang kurang efektif dan efisien. Disamping manfaat diatas, secara jangka panjang, usaha pengolahan sampah secara swakelola akan memberikan insentif ekonomi kepada semua pihak yang berperanan sehingga merupakan pendorong bagi perobahan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, keengganan petugas membawa sampah ke TPS tepat waktu serta kebiasaan masyarakat memperlakukan sampah yang suka buang dimana saja menjadi lebih berdisiplin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTgHq5jFuI/AAAAAAAAGW4/fFI4BF3dodY/s1600/Kencol+%252845%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTgHq5jFuI/AAAAAAAAGW4/fFI4BF3dodY/s200/Kencol+%252845%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: white;"&gt;INSTALASI PENGELOLAAN SAMPAH &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Unit usaha ini, selanjutnya disebut &lt;span style="color: blue;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: #cccccc;"&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;nstalasi Pengolahan Sampah Kota (IPSK)&lt;/span&gt;,&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #cccccc;"&gt; &lt;/span&gt;berorientasi pada layanan dan kepuasan publik guna mendapat keuntungan secara wajar dan memberi perluasan kesempatan kerja serta mengurangi pengangguran. Instalasi pengelolaan sampah kota berada di dekat lokasi lingkungan masyarakat,&amp;nbsp; tempat dihasilkan dan sampah berada. Instalasi dilengkapi dengan alat pengolahan sampah berupa :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Mesin pencacah untuk fungsi mengecilkan ukuran material serta&amp;nbsp; metoda pengomposan akan menggunakan Komposter Rotary Klin dengan mengolahnya secara fermentasi menjadi kompos,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2. kendaraan bermotor Roda Tiga ( berdaya 100 – 150 CC ) untuk fungsi pengumpulan dan pengangkutan serta,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3.fasilitas pengelolaan berupa lokasi di sekitar TPS, fasilitas pengemasan kompos serta pengumpulan bahan-bahan an-organik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/komposter%20l3.6.jpg"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTf539EdvI/AAAAAAAAGW0/hs19qc5poyk/s1600/Lay+Out+IPKK.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTf539EdvI/AAAAAAAAGW0/hs19qc5poyk/s200/Lay+Out+IPKK.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Paket IPSK akan terdiri dari dari 1 Unit Motor Roda Tiga ( 100-150 CC ) dan 5 ( lima ) Unit Biophoskko &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=201"&gt;Rotary klin &lt;/a&gt; kapasitas @ 3 m3 (~ 1000 kg) ditambah kelengkapan alat lainnya berupa alat penunjang kerja ( sekop, pot siram, dll). Pada kelengkapan ini akan berkemampuan mengangkut dan mengolah sampah sebesar 25 m3/ 5 hari/Instalasi atau setara dengan buangan sampah dari 1000 sd 2.000 Rumah Tangga/ hari. Hasil proses berupa kompos setara dengan 40 % X ( 25 m3 x 0,2 /koefisien berat sampah ) = 1000 kg, plastik sekitar 10 % dari total volume sampah asal atau sekitar 400 kg , pupuk cair 10 per mil ( 1/1000) dan logam serta bahan daur ulang lainnya.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam melaksanakan pengolahan sampah (organik) dapat diikuti tatacara berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/Rotary%20Klin%20Ciparay%20%284%29.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="101" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/Rotary%20Klin%20Ciparay%20%284%29.jpg" style="float: left; height: 82px; margin: 0px 10px 10px 0px; width: 115px;" width="132" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, semua jenis sampah rumah tangga ( plastik, kertas, logam, sisa makanan, potongan sayuran, kulit buah, sisa ikan dan daging) dikumpulkan melalui motor keliling sebagaimana berjalan di level RW saat ini.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, Kemudian campurkan &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=198"&gt;penggembur ( balking agent ) Green Phoskko&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=198"&gt;®&lt;/a&gt; sebanyak 1-3 % dari jumlah sampah atau setara dengan 10-30 kg untuk 1000 kg sampah organik - seukuran Rotary Klin RKM 1000L dan aduk hingga merata dengan menggerakan pedal pengayuh yang tersedia selama 10-20 menit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO8UNbOVdII/AAAAAAAAGnw/G06C1TqpaVk/s1600/Membuat+Kompos+%252864%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="154" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO8UNbOVdII/AAAAAAAAGnw/G06C1TqpaVk/s200/Membuat+Kompos+%252864%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, saat terjadinya proses penyerapan penggembur ( balking agent ) kedalam bahan sampah, dilain tempat ( baskom atau ember ke-2) disiapkan larutan mikroba &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=104"&gt;aktivator Green Phoskko® &lt;/a&gt;(Compost -Activator). Caranya, ambil 2,5 kg mikroba aktivator kompos dan larutkan dalam air sebanyak 10 - 20 liter atau sesuaikan dengan perkiraan&amp;nbsp; kelembaban adonan sampah yang akan diolah. Buat larutan merata, dengan beberapa kali mengaduknya, serta kemudian bisa langsung disiramkan kepada tumpukan bahan atau sampah dalam Bio komposter tadi - yang telah diaduk dengan penggembur ( langkah 2 diatas tadi) secara perlahan, sedikit demi sedikit atau terlebih dahulu simpan 2-4 jam akan lebih baik lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO8UfwGvoKI/AAAAAAAAGn0/7jpcQ-MKNBY/s1600/Membuat+Kompos+%2528536%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="152" src="http://1.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO8UfwGvoKI/AAAAAAAAGn0/7jpcQ-MKNBY/s200/Membuat+Kompos+%2528536%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, Dalam beberapa hari kemudian (hari ke 3 atau ke 4) akan terjadi reaksi panas sampai 70 derajat Celcius, jika ada, bisa diukur dengan menggunakan thermometer. Pada saat terjadinya reaksi panas usahakan jangan membuka Bio Reaktor agar terjadi dekomposisi sempurna namun tetap menghembuskan udara ( oksigen) melalui exhaust,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO8WhhXE5qI/AAAAAAAAGn8/nhI2If8ezJI/s1600/rotari-15.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;, pada hari ke 5- 6, reaksi dekomposisi dalam Rotary Klin akan selesai dan saat tersebut sampah bisa dikeluarkan dengan cara memutarnya dengan pintu mengarah kebawah/ lantai . Sampah terdekomposisi tersebut masih basah, lengket dan lembab &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO8WhhXE5qI/AAAAAAAAGn8/nhI2If8ezJI/s1600/rotari-15.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO8WhhXE5qI/AAAAAAAAGn8/nhI2If8ezJI/s200/rotari-15.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sehingga guna membuat kering perlu disimpan di tempat teduh ( tanpa sinar matahari) namun tetap kena angin serta tutup dengan karung kemasan untuk diangin-anginkan. Maka dalam beberapa hari kemudian (umumnya 3-5 hari) sampah terdekomposisi yang asalnya basah akan menjadi kering dan gembur. Sampai tahap ini, tujuan mereduksi sampah dari kamba ( voluminess) dan bau akan tercapai karena sampah terdekomposisi hanya akan tinggal 10- 20% saja dibanding volume sebelumnya. Disamping terduksi, sampah terdekomposisi akan kering, gembur dan tidak berbau lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/DEkomposisi.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="140" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/DEkomposisi.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun proses ini bisa dilanjutkan jika didasarkan pada kepentingan kelayakan ekonomi oleh suatu badan usaha. Sampah terdekomposisi akan menghasilkan kompos mutu rendah (standar 3 atau amilioran menurut standar Departemen Pertanian RI), plastik dan logam lainnya. Dari setiap sampah hasil dekomposisi akan didapatkan sekitar 70 % amilioran dan 30 % anorganik lainnya ( plastik, logam) yang kotor namun tetap layak untuk dijual. Memisahkan amilioran dengan an-organik caranya diayak hingga terpisahkan antara butir kecil, plastik, logam dan bahan amilioran (kompos standar 3) bongkahan ukuran besar. Sebenarnya, kompos berukuran besar bisa ditumbuk atau digunakan mesin Crusher guna menjadikannya butiran halus. Gundukan amilioran ( kompos standar 3) butiran kecil masukan kedalam kemasan sesuai yang direncanakan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan paket  IPSK akan berperanan besar dalam membantu mengatasi pengelolaan sampah kota di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagai misal, bagi ukuran Kota Bandung dengan volume sampah 7500 m3 akan diperlukan 1500 unit &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;Biophosko &lt;/a&gt;dengan masing-masing 5 m3/ hari atau 7500 unit untuk mengolah selama 5 hari terus menerus.&amp;nbsp;  Bagi sebuah kota akan menjadi pilihan apakah menginvestasikan uangnya bagi model TPA dengan resiko penolakan warga sekitar ataukah mengembangkan IPSK di kawasan RW/ Komplek Perumahan secara terdesentralisasi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO8U0ZVuXfI/AAAAAAAAGn4/l2enfD70D6w/s1600/Membuat+Kompos+%2528243%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="153" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TO8U0ZVuXfI/AAAAAAAAGn4/l2enfD70D6w/s200/Membuat+Kompos+%2528243%2529.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keuntungan pengelolaan sampah &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=44" style="color: blue;"&gt;IPSK BioPhoskko&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;bagi pengelola (UKM maupun PD Kebersihan) adalah pendapatan dari retribusi warga yang dilayaninya. Dari sekitar 1.000 sd 2.000 rumah tangga atau ,sekitar Rp. 30 juta per bulan (asumsi retribusi per rumah Rp 30.000/bulan), realokasi retribusi dan anggaran dari Pemerintah Kota bagi pengangkutan sampah dari TPS ke TPA, sebagaimana selama ini sekitar Rp 80.000/ ton, penjualan kompos standar 3 ( amilioran), penjualan plastik bekas dan bahan daur ulang lainnya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sementara bagi pemerintah kota, IPSK akan memberi manfaat dengan penyerapan tenaga kerja bagi 10 karyawan, terdapatnya banyak pengelola yang bersaing memberikan layanan terbaik karena persaingan dalam suatu keadaan sesuai mekanisme pasar, terdapatnya peluang usaha baru skala UKM bagi ribuan UKM dan dengan itu Kota akan bersih. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Kini, &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=46"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;pada skala 1 unit / 5 hari atau lebih kecil dari model IPSK @ 5 Unit&lt;/span&gt;,&amp;nbsp; &lt;/a&gt;tengah dikembangkan di &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_253088471"&gt;kabupaten Bandung &lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID"&gt;.&lt;/a&gt; Dengan 5 unit Rotary Klin telah berjalan pembuatan kompos, yang digemari para petani. Dalam model ini, berbeda dengan tatacara diatas, yakni dengan memisahkan terlebih dahulu antara organik dan an-organik karena ditujukan khusus membuat kompos yang baik.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_2xCJG6BIDA&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/_2xCJG6BIDA&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-113776242778104395?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32' title='Solusi Sampah Kota Tanpa TPA, Mungkinkah ?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/113776242778104395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/01/solusi-sampah-kota-tanpa-tpa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113776242778104395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113776242778104395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2006/01/solusi-sampah-kota-tanpa-tpa.html' title='Solusi Sampah Kota Tanpa TPA, Mungkinkah ?'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TSJakeMo5kI/AAAAAAAAITc/RbBxJ_r1yZw/s72-c/LG1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-113543954266554660</id><published>2005-12-24T07:38:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T16:09:34.962-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiga R Manfaatkan Sumberdaya Terbuang'/><title type='text'>Singapura Makin Maju, Hijau dan Bersih dari Sampah Kota</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/1600/Riverdale%20Road.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/320/Riverdale%20Road.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/1600/Ascot.1.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/320/Ascot.1.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/1600/James.0.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="150" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/320/James.0.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Negara maju namun kecil wilayahnya -seperti Singapura makin hijau saja- yang berbeda dengan Indonesia yang makin kotor dan kumuh dengan sampah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Coba lihat wilayah Riverside di depan Liang Court Clark Quay ataupun sepanjang Riverdale Road. Gambar itu diambil dari apartemen The Ascott Somerset lantai 26.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dKdZYYmTT9A&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/dKdZYYmTT9A&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-113543954266554660?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Singapura Makin Maju, Hijau dan Bersih dari Sampah Kota'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/113543954266554660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/12/makin-maju-namun-hijau-dan-bersih-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113543954266554660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113543954266554660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/12/makin-maju-namun-hijau-dan-bersih-dari.html' title='Singapura Makin Maju, Hijau dan Bersih dari Sampah Kota'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-113543865430162503</id><published>2005-12-24T07:12:00.000-08:00</published><updated>2008-08-08T08:15:43.965-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengolahan Sampah Berbasis Komunitas'/><title type='text'>Kebersihan Kota dan Strategi Ekonomi Bangsa</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/1600/Tempat%20Sampah%203%20Jenis.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/320/Tempat%20Sampah%203%20Jenis.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/1600/Ascot.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/320/Ascot.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masalah sampah akan ada di setiap masyarakat- terutama wilayah padat seperti Singapura- yang aku ambil gambarnya dari daerah Clark Quay dan Orchad Road. Masalahnya, ada kesadaran tinggi dan kepatuhan pada hukum jika masyarakat Singapura membuang sampahnya ke 3 jenis tempat sampah berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berbeda dengan masyarakat Indonesia, yang menganggap sampah bukan masalah. Kenapa harus repot-repot.......................................barangkali begitu fikirnya.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/1600/RiverSide.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/320/RiverSide.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebenar&lt;/span&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/1600/Clark%20Quay.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3808/818/320/Clark%20Quay.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;nya kebersihan bisa mendatangkan devisa, setidaknya para turis mancanegara akan lebih lama tinggal dan berbelanja jika saja wilayah kita enak dan bersih. Jadi kebersihan bagian dari masalah ekonomi juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berikut wawancara PR dengan ahli pengelolaan sampah yang diterbitkan PR, 7 desember 2004.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengubah Perilaku Masyarakat terhadap Sampah&lt;br /&gt;MENGATASI masalah sampah bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan yang kotor dan tercemar akibat sampah yang berserakan. Mengatasi sampah juga bukan cuma membangun fasilitas TPS (tempat pembungan sementara) dan TPA (tempat pembuangan akhir).&lt;br /&gt;Berulangkali pemerintah daerah bekerja keras meningkatkan armada dan pembangunan tempat pembuangan sampah, namun hasilnya akan sia-sia jika perilaku masyarakat tak berubah. Hal itu ditekankan Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Unpad, Prof. Dr. H. Kusnaka Adimihardja, M.A., dalam wawancara dengan Pikiran Rakyat yang selengkapnya kami sajikan di bawah ini.&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat: Sebagai warga Kota Bandung, apa yang bapak lihat dari masalah sampah dan penanganannya selama ini ?&lt;br /&gt;Kusnaka: Sebagai warga kota, jelas yang tampak di depan mata Kota Bandung tidak sebersih 10 atau duapuluh tahun lalu. Ini masalah serius, tetapi harus kita akui sampah hanya merupakan masalah sub sistem. Masalah bertambahnya penduduk Kota Bandung, seperti juga pertamabahan penduduk Indonesia yang sangat pesat tentu berdampak sangat luas. Sekira 50 persen penduduk Indonesia menempati kota-kota besar, sehingga kebutuhan listrik, jalan, air bersih melonjak tajam, diikuti timbulnya masalah sampah..&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat: Apa kesadaran penduduk Bandung terhadap masalah sampah bisa dimasukkan kategori positif ?&lt;br /&gt;Kusnaka: Ini yang harus kita bangun secara perlahan-lahan. Karena membicarakan sampah, saya lebih suka lebih dulu membahas institution building nya. Kita selama ini lebih suka menjalankan proses penanganan sampah yang mahal. Mulai dari membangun TPS di tempat-tempat tertentu, kemudian sampah diangkut menggunakan kendaraan sampah ke TPA.&lt;br /&gt;Proses perjalanan sampah dari rumah penduduk hingga TPA menempuh rantai yang cukup panjang. Selain menghabiskan waktu yang cukup lama untuk sampai di TPA, sampah juga menggunakan kendaraan pengangkut yang menghabiskan bensin. Belum lagi sekian banyak kebersihan yang harus dipekerjakan oleh Dinas Kebersihan.&lt;br /&gt;Sampah yang tertumpuk di TPS pasti menimbulkan polusi udara bagi lingkungan setempat, demikian pula sampah yang dibuang pada TPA. Jadi bisa dibayangkan, biaya mahal yang dikeluarkan ternyata tak mampu menuntaskan masalah sampah.&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat: Di mana posisi masyarakat dalam masalah ini ?&lt;br /&gt;Kusnaka: Selama ini masyarakat menggemari proses instan. Sampah dibungkus plastik, kemudian dibuang seenaknya di saluran air atau di kali dan sungai tanpa memperhitungkan dampaknya. Apakah kualitas air menurun, atau banjir bisa melanda jika saluran air tersumbat tak masuk dalam hitungan instan masyarakat kita. Repotnya, sampah plastik tak bisa terurai seperti halnya sampah organik.&lt;br /&gt;Lebih parah lagi, pengelolaan sampah yang kita lakukan bergaya feodalistik. Jadi sampah yang tampak di permukaan, atau di sekitar rumah-rumah pejabat pemerintah dan jalan utama dibersihkan. Ke mana sampah itu dibuang tidak menjadi soal penting. Di daerah pinggiran, sampah belum tentu selalu dibersihkan karena nilai daerah tersebut dianggap tak begitu penting.&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat: Dalam hal ini apa yang bisa dilakukan menyadarkan masyarakat kita ? Pada beberapa kasus yang cukup unik, warga yang membuang sampah seenaknya di jalan, begitu pergi ke LN seperti ke Singapura ternyata bisa sangat disiplin membuang sampah pada tempatnya ?&lt;br /&gt;Kusnaka: Masyarakat juga kesal, setiap kali membayar listrik, terhadap mereka dibebankan biaya sampah yang dipukul rata. Jelas ini tidak rasional dan di jalan, di tempat-tempat tertentu dekat lingkungan mereka harapkan bersih ternyata masih dipenuhi sampah.&lt;br /&gt;Di Singapura, segala sesuatu dilakukan secara konstektual, dan kita tahu persis ada aturan yang melindungi kita tanpa pengecualian. Tetapi yang harus saya sampaikan, setiap manusia itu pada dasarnya baik karena punya hati dan pikiran. Jadi problem utamanya adalah pendekatan pemerintah kepada masyarakat. Seluruh masyarakat harus diajak berperan serta.&lt;br /&gt;Kasus Bojong, adalah contoh di mana dialog tidak berjalan, antara pihak pemerintah dan swasta serta masyarakat. Dengan demikian setiap keputusan yang dihasilkan akan menimbulkan kecurigaan masyarakat. Pada akhirnya kecurigaan akan menghasilkan konflik, tetapi saya masih melihatnya dalam pendewasaan masyarakat kita. Masyarakat kita perlu waktu untuk mendewasakan diri, dan kita harus terus melangkah ke arah itu.&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat: Apa Bapak optimis sinergi antaran pemerintah dan masyarakat serta pihak ketiga yang dalam hal pihak swasta bisa berjalan mulus ?&lt;br /&gt;Kusnaka: Yang pertama, perilaku masyarakat terhadap sampah harus diubah. Untuk itu, kita perlu menanamkan budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat.&lt;br /&gt;LPM Unpad telah mencoba sebuah sistem penanganan berbasis masyarakat mulai dari tingkat kelurahan yang sangat murah, efektif dan bersih lingkungan. Sistem ini memerlukan lahan seluas 200 meter persegi untuk bangunan pabrik, kemudian 4 pemulung terlatih, serta mesin pengelola sampah.&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat: Apakah dalam hal ini pemerintah bisa mengandalkan upaya masyarakat setempat 100 persen ?&lt;br /&gt;Kusnaka: Pemerintah bisa berperan serta menyumbangkan lahan seluas 200 meter persegi pada setiap kelurahan. Sampah yang dilekola pada setiap pabrik tersebut maksimal 1 ton setiap hari, dan dengan teknologi yang dikembangkan LPM, hanya dalam waktu satu minggu sampah organik sudah diolah menjadi kompos yang bisa dijual.&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat: Tidak semua orang mengerti perbedaan sampah organik dan jenis sampah lainnya?.&lt;br /&gt;Kusnaka: Penanganan di tingkat kelurahan akan memberikan peluang lebih besar meningkatkan pengetahuan masyarakat pada jenis-jenis sampah.&lt;br /&gt;Setiap rumah dimintah memisahkan sampah organik yang mudah terurai, seperti sisa-sisa makanan, sayuran, dengan sampah plastik dan sampah kaleng pada kantong yang berbeda.&lt;br /&gt;Setiba di pabrik pengolahan sampah organik bisa segera diproses, sementara plastik dan kaleng bisa dijual oleh pemulung yang bertugas di tempat tersebut. Keseluruhan pabrik pengolahan sampah yang direncanakan LPM Unpad ini membutuhkan biaya sekira Rp 200 juta.&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat: Dalam banyak hal jika sudah menyangkut biaya, rencana yang bagus seringkali terunda atau bahkan terbengkalai. Dari mana biaya Rp 200 juta bisa didapatkan masyarakat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kusnaka: Masyarakat dan pemerintah bisa menggandeng pihak swasta, atau bisa saya contohkan pihak Pindad yang sanggup memproduksi mesin pengolah sampah. Hasil akhir berupa kompos merupakan produk yang bisa dijual dan menghasilkan uang bagi kelurahan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih penting lagi, seluruh sampah organik yang dikelola di pabrik merupakan sampah kering sehingga tidak menimbulkan bau. Secara otomatis pula, sampah setiap kelurahan tak perlu menumpuk di TPS dan kemudian diangkut ke TPA, sehingga sampah tak perlu keluar dari lingkungan kelurahan setempat.&lt;br /&gt;Prinsipnya, pengelolaan ini berbasis "zero waste" (bersih lingkungan) dan kelurahan mendapat keuntungan, sedangkan petugas menerima honor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran Rakyat: Apakah Bapak optimis teknologi pengolahan sampah berbasis masyarakat yang disodorkan LPM akan populer dan bisa diterima semua pihak ?&lt;br /&gt;Kusnaka: Ditinjau dari segi biaya murah dan peran serta masyarakat seharusnya sistem ini bisa diterima. Tetapi saya khawatir birokrat kita lebih suka pengolahan biaya tinggi dan mereka lebih suka projek mahal.&lt;br /&gt;Tetapi ada satu hal penting yang bisa dicapai lewat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, yakni mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah yang kini memiliki nilai tambah. ( Johnny F Tamaela/PR).***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/DsUmmBaZUvI&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/DsUmmBaZUvI&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-113543865430162503?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Kebersihan Kota dan Strategi Ekonomi Bangsa'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/113543865430162503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/12/kebersihan-kota-dan-strategi-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113543865430162503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113543865430162503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/12/kebersihan-kota-dan-strategi-ekonomi.html' title='Kebersihan Kota dan Strategi Ekonomi Bangsa'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-113364092351118633</id><published>2005-12-03T12:12:00.000-08:00</published><updated>2005-12-26T09:07:47.326-08:00</updated><title type='text'>Partisipasi GDPSK dalam Pengelolaan Sampah Kota</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.gdpsk.blogspot.com/"&gt;Gerakan Darurat Penanganan Sampah Kota (GDPSK) &lt;/a&gt;juga ikut berpartisipasi dalam menanggulangi masalah sampah kota Bandung. Sebanyak 2 ton Mikroba Green Phoskko disebar luaskan ke berbagai komponen masyarakat. Maka, dengan banyaknya kesertaan masyarakat, kendati TPA Jelekong- satu2nya saat ini hanya menampung sejumlah kecil sampah kota tapi toch ngak terlalu banyak sampah bertumpuk di TPS. &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1024/S3010608.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/400/S3010608.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://picasa.google.com/" target="ext"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; PADDING-LEFT: 0px; BACKGROUND: 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; PADDING-TOP: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px; moz-background-clip: initial; moz-background-origin: initial; moz-background-inline-policy: initial" alt="Posted by Picasa" src="http://photos1.blogger.com/pbp.gif" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-113364092351118633?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/113364092351118633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/12/partisipasi-gdpsk-dalam-pengelolaan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113364092351118633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/113364092351118633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/12/partisipasi-gdpsk-dalam-pengelolaan.html' title='Partisipasi GDPSK dalam Pengelolaan Sampah Kota'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-111316240197562819</id><published>2005-04-10T12:14:00.000-07:00</published><updated>2010-11-26T16:51:20.570-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilihan Kebijakan Persampahan'/><title type='text'>Sentralisasi Versus Desentralisasi Pengelolaan Sampah</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/1600/S3010032.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="141" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5595/944/320/S3010032.jpg" style="float: left; margin: 0px 10px 10px 0px;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sungguh kita semua akan mendapatkan hikmah yang besar dari bencana Longsor TPA Leuwigajah bila saja mampu mengambil khibarNya. Ketika bangsa ini didera berbagai persoalan, kesulitan ekonomi serta berbagai bencana besar lainnya, ada keuntungan tersembunyi (&lt;i&gt;blesing in disguise)&lt;/i&gt; dengan terkemukanya masalah manajemen persampahan kota. Keberuntungan akan didapatkan bila, pengelolaan sampah berada pada kewenangan dan tanggungjawab yang tersebar di level Kecamatan, Kelurahan maupun RW berdasar pada sumber penghasil itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita perhatikan 2 (dua) info berikut : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBUJ2GsflI/AAAAAAAAGpY/LO62FiJR7YU/s1600/13-3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBUJ2GsflI/AAAAAAAAGpY/LO62FiJR7YU/s200/13-3.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;&lt;a href="http://www.indonetwork.co.id/ptmpp"&gt;Berita 1: “ Biaya Kelola Sampah Menjadi Kompos Rp 250.000/ ton “&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setiap kg sampah memerlukan biaya untuk membuangnya ke TPA, demikian juga sama halnya bila sampah didaur ulang menjadi barang baru. Perbedaannya barang hasil daur ulang, misalnya kompos ( berasal dari sampah organik), dapat dijual setidaknya Rp 1000/kg. Demikian juga bijih plastik (berasal sampah an-organik) setidaknya bernilai Rp 25.000/kg. Sementara lain sampah yang dibawa ke TPA menghasilkan air lindi, timbunan berbau dan beresiko mencemari udara dan air tanah. Itu bedanya, namun sama-sama setiap kg sampah akan membutuhkan biaya - yang oleh karenanya setiap penghasil sampah mesti membayar retribusi kebersihan dan pengelolaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBUclj9P3I/AAAAAAAAGpc/KiuEsNVDVtw/s1600/foto+Brosur.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://2.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBUclj9P3I/AAAAAAAAGpc/KiuEsNVDVtw/s200/foto+Brosur.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun demikian, pilihan kita dengan mendaur ulang di dekat lokasi sampah dihasilkan bukan karena kompos asal sampah organik bisa dijual- yang bahkan dalam keadaan petani sudah &lt;i&gt;urea minded &lt;/i&gt;tidaklah gampang memasarkan kompos tersebut. Motivasi terbesar mendaur ulang di dekat lokasi penghasil sampah haruslah karena sampah memang memerlukan pengelolaan secara logis. Membawa sampah ke TPA, berkonsekwensi pada ongkos angkut yang makin mahal padahal tidak ada perolehan ekonomi dari pemindahan lokasi tersebut. Dengan mendaur ulang di lokasi penghasil ( skala rumah, RT, RW, Kelurahan, Kecamatan) juga tetap sama-sama memerlukan biaya. Sebagai misal, menurut analisa &lt;span style="color: blue;"&gt;b&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=41" style="color: blue;"&gt;iaya pembuatan kompos bagi 3 m3 ~ 1 ton sampah organik dengan menggunakan  komposter Bio Phoskko, &lt;/a&gt;diperlukan biaya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBUqzvnYfI/AAAAAAAAGpg/Rz_-15vY5DA/s1600/Aktivator+Bacteria.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="161" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBUqzvnYfI/AAAAAAAAGpg/Rz_-15vY5DA/s200/Aktivator+Bacteria.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kebutuhan Bahan berupa mikroba activator 1 kg= 110.000,- dan Penggembur (buking agent) 3 % x 1 ton= 30 kg x Rp 5000/kg = Rp 50.000,- atau total biaya 250.000,-/ton sampah organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Rendemen 45 %, akan dihasilkan kompos 450 kg kompos x Rp1.000/ kg= 450.000,- ditambah 20 botol pupuk cair = 20 x Rp 40.000,- = Rp 800.000,- dan kemasan&amp;nbsp; Rp 300 rb, atau laba senilai Rp 600.000,-  ( &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_603125783"&gt;www.kencanaonline.com&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID"&gt;)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berita 2 :” Biaya Pengelolaan Sampah Rp 21.600/ton Tidak Memadai, Seharusnya Rp 105.000/ton “ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBU4iyD1CI/AAAAAAAAGpk/ErlhhkXtyDA/s1600/20100505_1400.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBU4iyD1CI/AAAAAAAAGpk/ErlhhkXtyDA/s200/20100505_1400.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bandung, Kompas - Biaya pengelolaan sampah di Jawa Barat jauh dari memadai. Faktor-faktor pengelolaan sampah yang biayanya tidak mencukupi, antara lain, adalah pengangkutan sampah, retribusi, dan operasionalisasi tempat pembuangan akhir.  Hal itu dikatakan Ketua Harian Provincial Project Support Unit Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja, Jumat (11/3) di Bandung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #cc0000; font-size: small;"&gt;Biaya untuk mengangkut sampah, misalnya, saat ini dianggarkan Rp 17.600 per ton, sedangkan yang ideal sebesar Rp 70.000 per ton.  Hal ini diperparah dengan moda transportasi berupa truk sampah yang tidak layak, misalnya bentuk bak terbuka sehingga banyak sampah tercecer. Seharusnya, lanjut Setiawan, bak truk sampah berbentuk kapsul tertutup.  Selain itu, biaya pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah sebesar Rp 4.000 per ton juga jauh dari angka yang mencukupi, yaitu Rp 35.000 per ton.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;(Kompas, 12 Maret 2005)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pembaca yang budiman, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua pilihan pengelolaan sampah kota diatas, dengan sama-sama mengabaikan biaya investasi – yang tentunya investasi TPA memerlukan investasi lebih besar dibanding pengolahan kompos menggunakan Rotary Kiln, mesin pencacah, mesin pengayak dan mesin plastik- memperlihatkan bahwa &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?language=ID" style="color: blue;"&gt;pengelolaan sampah kota menjadi kompos menghabiskan biaya Rp 250.000,-/ton dengan keuntungan Rp 600.000,-&lt;/a&gt; sementara pilihan biaya pengelolaan ke TPA Rp 105.000,-/ton dengan total penerimaan Rp0,- ditambah bencana. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Dari kalkulasi sederhana diatas sejatinya menjadi panduan dalam berfikir untuk memilih keputusan manakah yang lebih bijaksana, logis dan beradab dalam pengelolaan sampah. Apakah pengelolaan oleh suatu perusahaan "corporate" secara tersentralisasi suatu kota? atau, pengelolaan sampah secara&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 78%;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;desentralisasi melalui pendaur-ulangan oleh UKM, LSM, Usaha Mikro, komunitas usaha kecil lainnya pada tingkat lokal penghasil sumber sampah ? *)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/AAh1sB_1Sq4&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/AAh1sB_1Sq4&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 78%;"&gt;&lt;b&gt; &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-111316240197562819?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Sentralisasi Versus Desentralisasi Pengelolaan Sampah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/111316240197562819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/04/sentralisasi-versus-desentralisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/111316240197562819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/111316240197562819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/04/sentralisasi-versus-desentralisasi.html' title='Sentralisasi Versus Desentralisasi Pengelolaan Sampah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TPBUJ2GsflI/AAAAAAAAGpY/LO62FiJR7YU/s72-c/13-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-111297753087008510</id><published>2005-04-08T09:25:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T18:13:43.397-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aneka Model Komposter'/><title type='text'>Dengan Bio Phoskko, Mengelola Sampah Kota Jadi Mudah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/SJx7bO8Z6jI/AAAAAAAADgI/Saa90OKQVEU/s1600-h/Komposter+Rumah+Tangga+%281%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/SJx7bO8Z6jI/AAAAAAAADgI/Saa90OKQVEU/s200/Komposter+Rumah+Tangga+%281%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5232192574895811122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:85%;" &gt;Dengan &lt;a href="http://www.indonetwork.co.id/ptmpp"&gt;Komposter Bio Phoskko&lt;/a&gt;, makin Mudah Kelola Sampah Organik.&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kapasitas suatu Bio Reaktor Mini (BRM) Green Phoskko ( Type L) adalah 1,5 m3 sampah atau 300 kg atau dapat mengolah sampah untuk sekitar 100 rumah tangga atau 1 (satu) RT. Jumlah demikian, karena rumah tangga Indonesia diketahui mengeluarkan sampah 2,6 kg atau 15 liter per hari per keluarga rumah Indonesia dengan 5 jiwa/keluarga. Dalam melaksanakan pengolahan sampah (organik) dapat diikuti tatacara berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, siapkan sampah organik rumah tangga ( sisa makanan, potongan sayuran, kulit buah, sisa ikan dan daging ) serta usahakan bahan tersebut sudah berukuran kecil-kecil (10-50 mm/ 5 cm). Kapasitas Bio Reaktor Mini (BRM) atau Komposter Green Phoskko® (Type L) dengan dimensi : tinggi dan diameter ( 90 cm dan 55 cm) ini berkapasitas +/- 1,5 m 3 (kubik) atau setara dengan 300 kg sampah organik. Bagi sampah domestik rumah tangga atau restoran dan rumah makan, membuat sampah berukuran kecil tidaklah sulit. Selain karena bahan rumah tangga sudah berukuran kecil, melakukan perajangan juga tidak terlalu repot karena berjumlah sedikit atau cukup dirajang dengan dicacah-cacah menggunakan pisau dapur atau alat perajang lainnya. Dalam pemanfaatan tingkat komersial, pencacah dapat menggunakan mesin pencacah (chopper) berkapasitas 100-200 kg/jam yang berharga sekitar Rp 5.000.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kedua, masukan sampah organik ukuran kecil kedalam wadah pencampuran seperti kontainer plastik atau jolang atau ember. Kemudian campurkan penggembur ( balking agent ) Green Phoskko® sebanyak 1-3 % dari jumlah bahan organik atau setara dengan 6 kg untuk 300 kg sampah organik - seukuran BRM Komposter (Type L ) dan aduk hingga merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, saat terjadinya proses penyerapan penggembur ( balking agent ) kedalam bahan sampah, dilain tempat ( baskom atau ember ke-2) disiapkan larutan mikroba aktivator Green Phoskko® (Compost -Activator). Caranya, ambil 0,25 kg atau 10 sendok makan mikroba aktivator kompos (kalau ada tambah gula pasir 1 sendok makan atau molases 1 sendok makan ) dan larutkan dalam air sebanyak 10 - 15 liter. Buat larutan merata, dengan beberapa kali mengaduknya, serta kemudian bisa langsung disiramkan kepada tumpukan bahan atau sampah tadi - yang telah diaduk dengan penggembur ( langkah 2 diatas tadi) secara perlahan, sedikit demi sedikit atau terlebih dahulu simpan 2-4 jam akan lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keempat, setelah diperkirakan terlarut secara merata dan cukup air (kalau tumpukan sampah organik dalam wadah tadi digenggam tidak menetes namun jika diperas masih ada airnya), masukan bahan kompos tadi kedalam Bio Reaktor Mini/Komposter dan tutup rapat. Letakan Bio Reaktor di tempat teduh dan terhindar dari hujan. Dalam beberapa hari kemudian (hari ke 3 atau ke 4) akan terjadi reaksi panas sampai 70 derajat Celcius, jika ada bisa diukur dengan menggunakan thermometer. Pada saat terjadinya reaksi panas usahakan jangan membuka Bio Reaktor agar terjadi dekomposisi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelima, pada hari ke 5- 6, reaksi dekomposisi dalam bio reaktor mini akan selesai dan saat tersebut dapat ditambahkan lagi tambahan sampah organik yang telah disiapkan sebagaimana langkah 1 sampai 3 diatas. Atau, jika dianggap perlu, pada hari ke-7-9, jika diukur suhunya sudah dibawah 30 derajat C atau dianggap sudah dingin, dapat dikeluarkan atau dipanen bahan kompos dari dalam BRM bagian bawah ( yang terlebih dahulu matang) melalui pintu bagian bawah yang tersedia. Bahan kompos tersebut masih basah, lengket dan lembab sehingga perlu disimpan di tempat teduh agar kena angin serta tutup dengan karung kemasan untuk diangin-anginkan. Maka dalam beberapa hari kemudian (umumnya 3-5 hari) bahan kompos yang asalnya basah akan menjadi kering dan gembur. Lalu, jika untuk dijual, ayak hingga terpisahkan antara butir kecil dengan bahan butir ukuran besar. Sebenarnya, kompos berukuran besar bisa ditumbuk atau digunakan bagi tanaman pekarangan. Gundukan kompos butiran kecil masukan kedalam kemasan sesuai yang direncanakan. Maka kini anda memiliki kompos buatan anda sendiri untuk siap dijual maupun langsung digunakan bagi tanaman pekarangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Proses dekomposisi -yang ditandai panas hingga 70 derajat Celcius selama 2-3 hari adakalanya terganggu dan tidak berjalan. Masalah ini bisa disebabkan oleh bahan baku yang kurang baik bagi pengomposan ( misalnya rasio C/N nya tidak sesuai, bahan terlalu basah atau terlalu kering, kurang oksigen dan aerasi atau terlalu lembab). Guna mengatasinya harus ditambahkan penggembur, tusuk-tusuk bagian sampah di dalam bio reaktor mini dengan paralon berlubang hingga masuk aliran udara serta tambahkan sedikit air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/PCNGGJoRgyw&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-111297753087008510?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Dengan Bio Phoskko, Mengelola Sampah Kota Jadi Mudah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/111297753087008510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/04/dengan-green-phoskko-mengelola-sampah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/111297753087008510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/111297753087008510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/04/dengan-green-phoskko-mengelola-sampah.html' title='Dengan Bio Phoskko, Mengelola Sampah Kota Jadi Mudah'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/SJx7bO8Z6jI/AAAAAAAADgI/Saa90OKQVEU/s72-c/Komposter+Rumah+Tangga+%281%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-111297698667605146</id><published>2005-04-08T09:12:00.000-07:00</published><updated>2011-09-08T11:09:21.080-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Sampah'/><title type='text'>Analisa Biaya Mengolah Sampah Menjadi Kompos</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;ANALISA PENDAPATAN DAN BIAYA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-gTOKckdxqhU/TQYLzlyO2cI/AAAAAAAAHvQ/5Po93_x4Nb8/s1600/Brosur+Komposter.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="226" src="http://4.bp.blogspot.com/-gTOKckdxqhU/TQYLzlyO2cI/AAAAAAAAHvQ/5Po93_x4Nb8/s320/Brosur+Komposter.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;INSTALASI PENGOLAHAN SAMPAH KOTA&lt;br /&gt;(IPSK/ hari)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Asumsi yang digunakan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1. Satu Instalasi Pengolahan Sampah Kota (IPSK) terdiri dari 14 unit BRM dengan kapasitas &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=27&amp;amp;products_id=193"&gt;BRM Type L&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;/unit ( T= 90 cm x D=55 cm) adalah 1,5 m3 ~ 300 kg sampah organik,&lt;br /&gt;2. Produksi sampah organik/ rumah tangga @ 2,6 kg atau sampah dari 100 rumah tangga (satu RT) dapat diolah oleh 1 (satu) unit BRM Type L,&lt;br /&gt;3. Instalasi IPSK ditempatkan berdasar kepentingan mengolah sampah organik dari kelipatan 100 rumah tangga/hari&lt;br /&gt;4 Instalasi dapat dioperasikan langsung oleh usahawan  : 1 man- day ( 1 orang mengoperasikan 1(satu) IPSK/ hari)&lt;br /&gt;5. Masa dekomposisi dan pendinginan kompos 14  (empat belas ) hari&lt;br /&gt;6. Sampah Organik Terpilah dikolektor petugas ke lokasi IPSK- sebagaimana berlangsung saat ini atas beban iuran warga ( selanjutnya bisa dengan menggunakan Motor Roda Tiga),&lt;br /&gt;7. Harga Jual kompos @ Rp 200,-/ kg ( di pasaran bisa seharga Rp 1000/kg) dan harga jual an-organik belum dihitung,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-mKM8Hc19QjY/TQYL0Eep5fI/AAAAAAAAHvU/uZVF3YNaDfo/s1600/Brosur+Komposter2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-mKM8Hc19QjY/TQYL0Eep5fI/AAAAAAAAHvU/uZVF3YNaDfo/s1600/Brosur+Komposter2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;8. Penerimaan subsidi Bank Dunia (WJEMP) Rp. 300/kg,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;I. Alat Yang Diperlukan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;- Satu Instalsi : 14 Unit Bio Reaktor Mini / BRM Green Phoskko® Type L ( @ kapasitas 1,5 m3 / Unit~ 300 kg / Unit ) senilai Rp. 4.900.000,-&lt;br /&gt;- Wadah Untuk Pencampuran Sampah Organik ( jolang atau Container atau lobang tanah), Cangkul/sekop dan Ember Pencampuran, PM ( Pro-Memory)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Bahan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; 0,25 kg &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=26&amp;amp;products_id=104"&gt;Green Phoskko® Activator &lt;/a&gt;~ Rp 5.000&lt;br /&gt;- 3 kg &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=26&amp;amp;products_id=198"&gt;Penggembur Green Phoskko&lt;/a&gt;®~Rp 7.500/ kg&lt;br /&gt;- Sampah Organik 1,5 m3 ~ 200 kg sd 300 kg ~ PM&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4JY5Zx2spFE/ReJZ8PfrqvI/AAAAAAAAHDo/ToFykQVowv0/s1600/SUC30065-1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-4JY5Zx2spFE/ReJZ8PfrqvI/AAAAAAAAHDo/ToFykQVowv0/s1600/SUC30065-1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Maka Biaya /hari/IPSK :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Green Phoskko® Activator + Penggembur = Rp 12.500&lt;br /&gt;- Penyusutan Alat/ Barang Modal : 0,03 %/hari x Rp 4.900.000/ IPS= Rp 1.633/ hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sub- Total Bahan dan Alat Rp 14.133/ hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Penjualan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a). 300 kg sampah Organik~ 100 kg Kompos ( Rendemen 35 %) X Rp 200/ kg = Rp 20.000,- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;object height="344" style="clear: left; float: left;" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/eH-lENBHKbw&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/eH-lENBHKbw&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;b). Penerimaan &lt;/span&gt;&lt;a href="http://kliping-gdpsk.blogspot.com/" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;subsidi Bank Dunia &lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;@Rp 300/kg x 100 kg = Rp 30.000,-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; c) Hasil Ikutan dari Pemilahan/ Pengumpulan An-Organik ( plastik, logam, alumunium, botol ) ~ Pro Memory (PM)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Sub-Total Penjualan Rp 50.000,-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; KESIMPULAN:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Instalasi Pengolahan Kompos Kota (IPSK) akan menghasilkan laba kotor Rp. 35.867,- / unit IPSK/hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-111297698667605146?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Analisa Biaya Mengolah Sampah Menjadi Kompos'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/111297698667605146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/04/analisa-biaya-mengolah-sampah-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/111297698667605146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/111297698667605146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/04/analisa-biaya-mengolah-sampah-menjadi.html' title='Analisa Biaya Mengolah Sampah Menjadi Kompos'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gTOKckdxqhU/TQYLzlyO2cI/AAAAAAAAHvQ/5Po93_x4Nb8/s72-c/Brosur+Komposter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-111285543170427194</id><published>2005-04-06T23:30:00.000-07:00</published><updated>2010-11-18T00:19:46.740-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komposter Di Eropa'/><title type='text'>Orang Di Negara Majupun Buat Kompos</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/img/105/4445/640/komposter28.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://photos1.blogger.com/img/105/4445/320/komposter28.jpg" style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 2px;" width="157" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;Lihat gambar diatas ? Orang di Eropa, ibu rumah tangga, gadis dan bahkan anak-anak sudah terbiasa membuat kompos di rumah. Mereka, telah tersetel otak dan fikirannya, membuang sampah sesuai dengan tempatnya masing-masing. Bahan organik dibuat kompos dan lainnya diserahkan ke kontainer sesuai jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat kompos atau mereduksi sampah, seharusnya, tidak perlu jadi heboh dan digerakan oleh para penggerak dan pemerintah hanya gara-gara TPA mendapat bencana. Lingkungan dimana kita tinggal perlu keseimbangan alam &lt;i&gt;kok&lt;/i&gt;? Manakala sampah dihasilkan, dan tidak dikelola, disana akan menimbulkan resiko berbiaknya tikus,  lalat, mikroba patogen, menyumbat saluran air sungai dan menyumbat saluran drainase kota serta tentu saja &lt;i&gt;ngak&lt;/i&gt; nyaman dilihatnya. Dibakar pun akan beresiko menghasilkan dioxin yang membahayakan kesehatan - terutama kesehatan anak- yang ditunjukan diantaranya oleh meningkatnya gejala terjangkitnya autis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOThJJIp2iI/AAAAAAAAGXA/Eo7Gg7x3eko/s1600/bags250197.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOThJJIp2iI/AAAAAAAAGXA/Eo7Gg7x3eko/s200/bags250197.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;Lho, kalau bagi bangsa dengan tingkat budaya yang sudah maju-pun, &lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;membuat&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=26"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;kompos &lt;/span&gt;a&lt;/a&gt;tau mengelola sampah adalah bagian kegiatan rumah tangga sehari-hari, mengapa kita belum juga ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa harus menyandingkan tingkat peradaban negara kita dengan bangsa yang lebih maju, merobah sampah jadi pupuk tanaman pekarangan sejatinya adalah bagian tanggungjawab kemanusiaan kita. Karena tumbuhan di pekarangan kita- yang kita nikmati keindahan bunganya dan kita makan hasilnya, perlu asupan pupuk yang sehat dan itu diantaranya kompos. Itu baru berbuat adil bagi sesama makhluk hidup bukan ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTg3LG8mfI/AAAAAAAAGW8/91QzRTu9qJY/s1600/compost-pile.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="161" src="http://3.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOTg3LG8mfI/AAAAAAAAGW8/91QzRTu9qJY/s200/compost-pile.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;Kini telah tersedia alat yang praktis mereduksi sampah dan membuat kompos berupa &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_126318180" style="color: blue;"&gt;Komposter&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/index.php?cPath=32" style="color: blue;"&gt; Green Phoskko dalam berbagai type dan ukuran.&lt;/a&gt; Komposter ini adalah wahana penyimpan sampah, yang sedikit demi sedikit dimasukan, kemudian diciprati larutan mikroba &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=104"&gt;aktivator Green Phoskko &lt;/a&gt;dan kemudian tebari &lt;a href="http://www.kencanaonline.com/online/product_info.php?cPath=32&amp;amp;products_id=198"&gt;penggembur mineral (bulking agent) &lt;/a&gt;Green Phoskko. Dalam 5-7 hari akan terjadi penyusutan hingga tinggal 20- 40 % saja dibanding sampah awalnya. Dengan menyusut, kering dan gembur akan meudahkan untuk dikelola lebih lanjut menjadi kompos dan bahan an-organik ( plastik, logam, karton) dengan cara diayak pada kawat kasa. Maka, anda akan dapatkan kompos-amilioran untuk tanaman pekarangan ( bunga, tanaman obat dan tanaman hias) serta barang an-organik - yang bisa diserahkan ke pemulung maupun dikumpulkan sampai jumlah yang  layak dijual bagi pengembalian biaya kelola sampah rumah anda. Mudah bukan ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.kencanaonline.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/xKhNcKT_mTo&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/xKhNcKT_mTo&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-111285543170427194?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Orang Di Negara Majupun Buat Kompos'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/111285543170427194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/04/orang-di-negara-majupun-buat-kompos.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/111285543170427194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/111285543170427194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/04/orang-di-negara-majupun-buat-kompos.html' title='Orang Di Negara Majupun Buat Kompos'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOThJJIp2iI/AAAAAAAAGXA/Eo7Gg7x3eko/s72-c/bags250197.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11568481.post-111221223680318380</id><published>2005-03-30T11:50:00.000-08:00</published><updated>2008-08-08T07:55:33.672-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Recycle'/><title type='text'>Gerakan Darurat Penanganan Sampah Kota (GD-PSK)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/img/105/4445/640/0-1-collage-1.jpg"&gt;&lt;img style="border: 1px solid rgb(0, 0, 0); margin: 2px;" src="http://photos1.blogger.com/img/105/4445/320/0-1-collage-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Bencana TPA Leuwigajah di Cimahi pada tanggal 21 Feb 2005 lalu dan diikuti longsor di TPS di Lembang menyentuh rasa kemanusiaan kita karena ternyata dari sampah yang tidak berguna telah mampu membunuh manusia. Dan seterusnya, Kalau tidak dikelola secara baik, sampah di kota-kota Bandung, Cimahi dan Kabupaten Bandung akan membuat berbagai gunung timbunan baru di berbagai titik dan sudut kota. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;Masalah sampah, kini bukan hanya masalah kota-kota di Bandung Raya. Sampah akan menjadi masalah pelik dan "bom waktu" bagi semua kota-kota di Indonesia ketika masyarakat belum punya kesadaran mengelolanya. Jalan pintas masyarakat dengan membuang ke Sungai maupun membakarnya akan menimbulkan persoalan lain yakni, banjir serta pencemaran &lt;em&gt;dioxin &lt;/em&gt;dari udara pembakaran sampah. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Besarnya volume sampah dengan pengelolaan konvensional melalui pengumpulan, pengangkutan dan penumpukan di suatu tempat (TPA) nampaknya memerlukan peninjauan ulang. Jika sampah di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Cimahi (Bandung Raya) dijumlahkan maka tidak kurang dari 15.000 m3 per hari. Teknik mengubah sampah menjadi produk lain yang bernilai dan bermanfaat ( recycling) sebenarnya sudah lama diketahui dan dipraktekan. Masalahnya adalah, ketika sampah telah bercampur antara sampah basah (organik) dan an-organik (kering). Karena secara teknis, sampah bisa didaur ulang ketika di level sumber penghasil dapat segera dipisah penyimpanannya. Sampah basah langsung dijadikan kompos dan sampah kering bisa dikumpulkan kemudian dijual menjadi bahan daur ulang. Di kota-kota Bandung, Cimahi dan Kabupaten Bandung saja, jika dikelola menjadi kompos akan mempunyai potensi ekonomis setidaknya Rp 450 juta/hari. Angka tersebut dihitung berdasarkan jumlah sampah di Bandung Raya yang berjumlah 15.000 m3, dengan diasumsikan separuhnya merupakan sampah organik (bahan pembuat kompos.) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;"Angka potensi ekonomis diatas barulah hitung-hitungan minimalnya. Kalau semua sampah termasuk an-organik tersebut bisa dikelola secara efektif, nilai ekonomisnya mungkin akan lebih tinggi lagi," ujar Ketua Umum APPKMI (Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia) Jabar, Sonson Garsoni, Kamis (3/3).Dijelaskan, dengan 7.500 m3 sampah setara 1.500 ton per hari jika diolah menjadi kompos, paling tidak menghasilkan 35% kompos atau setara dengan 525 ton. Jika dijual dengan harga Rp 200,00/kg berarti akan didapat Rp 105 juta perhari.&lt;br /&gt;"Jika langsung dijual ke pasar umum nilainya bisa lebih tinggi lagi, harga pasarannya saat ini Rp 500,00 - Rp 850,00/kg berarti bisa didapatkan Rp450 juta per hari . Ke manapun menjualnya, yang terpenting dengan semakin banyak masyarakat yang mengolah sampah menjadi kompos, berarti permasalahan sampah yang kita hadapi bisa sedikit dieliminasi. Sehingga 'Bandung lautan sampah' tidak perlu sampai terjadi," katanya (Pikiran Rakyat, 4 Maret 05).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.hello.com/" target="ext"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Mpho9AtkyqE&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Mpho9AtkyqE&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11568481-111221223680318380?l=www.kompos.biz' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.kencanaonline.com' title='Gerakan Darurat Penanganan Sampah Kota (GD-PSK)'/><link rel='enclosure' type='' href='http://www.indonetwork.co.id/kencanabandung' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.kompos.biz/feeds/111221223680318380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/03/gerakan-darurat-penanganan-sampah-kota_30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/111221223680318380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11568481/posts/default/111221223680318380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.kompos.biz/2005/03/gerakan-darurat-penanganan-sampah-kota_30.html' title='Gerakan Darurat Penanganan Sampah Kota (GD-PSK)'/><author><name>Sonson Garsoni</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08033266753386917259</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_w7a8kl5Znx8/TOttAbdFIfI/AAAAAAAAGhQ/wixhB4aqFX4/S220/dg%2Bsiswono.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
