12.08.2010

Usaha Kompos Menguntungkan

USAHA PUPUK KOMPOS DAN BAHAN PENDUKUNG TANAMAN TERUS MONCER

Pupuk tanaman bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, karena berkaitan erat dengan produktivitas tanaman dan berpengaruh terhadap hasil panennya. Apalagi kondisi negara kita adalah negara tropis, mendukung proses pembuatan pupuk tanaman khususnya pupuk organik dari bahan kotoran ternak sapi, ayam, maupun kambing. Lalu bagaimana usaha merintis usaha pupuk tanaman ini. Lebih baik menjadi produsen ataukah menjadi pedagang grosir ?

Pupuk tanaman menjadi kebutuhan mutlak yang diperlukan oleh tanaman. Tanpa pemberian pupuk, hasil panen tanaman tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Jenis pupuk tanaman tebagi atas pupuk organik dan pupuk sintetik. Pupuk organik terbagi menjadi 2 macam, yakni pupuk hijau dan kompos. Kompos terbagi lagi atas 2 macam, yakni pupuk limbah sampah dengan campuran kotoran ternak dan pupuk kompos yang bahan utamanya hanya kotoran ternak. Sedangkan pupuk sintetik terbuat dari bahan kimia sintetik, seperti urea, TSP, NPK, dan lainnya.

Saat ini bentuk pupuk organik atau alami yang dijual dipasaran berbentuk padat dan cair. pupuk cair biasanya terbuat dari urine ternak, misalnya urine kelinci atau sapi yang terfermentasi. Bahan pupuk cair bisa juga berasal dari padatan yang diperas airnya. Harga pupuk kompos cair biasanya berkisar Rp.30 ribu/500 ml, sedangkan pupuk kompos padat Rp.6 ribu/5 kg atau jika ukurannya lebih besar akan lebih murah, misalnya ukuran 50 kg, yakni bisa mencapai Rp.1.000/kg.

Menurut Sonson Garsoni, Ketua Asosiasi Produsen Pupuk Kecil Menengah Indonesia, banyaknya lahan pertanian di Indonesia membuat kebutuhan akan pupuk tidak akan pernah hilang alias prospeknya akan terus moncer. Namun untuk saat ini belum bisa dikatakan mana pupuk yang lebih diminati antara pupuk kimia sintetis dan kompos. Kedua jenis pupuk tersebut terkadang bisa saling melengkapi, selain itu juga tergantung segmen  pasar. misalnya pelaku untuk tanaman hias biasanya menggunakan 2 jenis pupuk, misalnya pupuk kompos cai dan pupuk kimia sintetik. Ataupun pelaku usaha pertanian skala besar yang biasanya ingin hasil yang lebih cepat, sehingga untuk pupuk dasar biasanya menggunakan pupuk kompos padat dan untuk tahap selanjutnya juga memakai pupuk kimia sintetis.
Setiap bentuk pupuk kompos memiliki kelebihan dan kekurangan. Pupuk cair memang lebih mudah diserap oleh tanaman, namun konsekuensinya harga akan lebih mahal. Begitu juga sebaliknya, pupuk kompos padat memang lebih murah, namun lebih lama diserap tanaman.
Lokasi Produksi
Proses produksi pupuk alami ini bisa dilakukan dimana saja diseluruh Indonesia. Hal ini karena kondisi tropis negara kita bisa mempermudah dan mempercepat proses fermentasi. Fermentasi di negara tropis bisa hanya memakan waktu 30 harisudah bisa mengeluarkan biogas, namun di negara lain misalnya subtropik butuh waktu lebih lama, yakni 45 hari.
Namun ada baiknya memilih lokasi yang lebih dekat dengan bahan baku, misalnya dekat dengan peternakan hewan, seperti daerah sepanjang Pantura, seluruh Pulau Jawa, areal peternakan di Jawa Timur, Tapanuli, Aceh, Bengkulu, NTT, Irian Jaya yang memilki babi, hingga Sulawesi Selatan. Daerah penghasil pupuk alami saat ini yakni Bandung, Wonosobo, Brastagi, dan Sulawesi Selatan. Di daerah Wonosobo yang banyak lahan temakau, biasanya memakai pupuk dari kotoran babi.
Sonson Garsoni mengatakan, bahwa kelemahan pupuk kompos di Indonesia karena masih banyak yang belum tersertifikasi dan melalui uji laboratorium. Hal tersebut terjadi karena mahalnya biaya untuk melakukan semua itu. Biaya yang dibutuhkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sehingga banyak sekali pupuk kompos yang kualitasnya jelek. Akibat tingginya biaya tersebut banyak kompos yang telah terkemas baik, namun menyebabkan tanaman hangus terbakar, mati ataupun kurang produktif.
Untuk mendapatkan sertifikasi kelayakan bisa diajuka ke Departemen Pertanian, sedangkan untuk pengujian produk bisa dilakukan di berbagai lab kimia, misalnya laboratorium kimia di universitas. Untuk uji keefektifannya bisa di Balai Pertanian daerah setempat dan kelayakan jual dibuat di Departemen Perindustrian dan Perdagangan.
Usaha Produksi Pupuk Tanaman
Jika ingin memulai usaha produksi sebaiknya mencari lokasi yang dekat dengan lokasi bahan baku dan lokasi pasar, karena untuk mengurangi biaya transportasi, baik dalam pembelian bahan baku maupun penjualan produk. Selain itu selalu meng-update teknologi baru pembuatan pupuk. “Sebaiknya untuk di kota produksi kompos lebih ditempat tertutup ataupun menggunakan zat peredam bau berupa bahan karbon yang cara kerjanya menyerap bakteri pathogen penyebab bau yang berasal dari limbah tersebut,” jelas Sonson Garsoni.
Dari usaha pembuatan pupuk tanaman khususnya pupuk organik bisa diperoleh keuntungan sampai 50%, karena bahan baku sangat murah, yaitu limbah. Sedangkan untuk usaha penjualan secara grosir, meskipun persentase keuntungannya tidak besar karena hanya berkisar 10-15% dari modal pembelian produk yang akan dijual. Namun bila kuantitas produk yang dijual semakin banyak juga akan semakin meningkatkan keuntungan. Untuk itu pelaku usaha harus pintar-pintar mempengaruhi konsumen, misalnya membuat berbagai layanan yang menarik konsumen untuk menjadi pelanggan kita, lewat diskon harga yang bersaing atau lewat kualitas produk yang kita jual.
Persaingan Usaha
Persaingan usaha pupuk kimia sintetik tidak terlalu ketat, karena pupuk kimia di Indonesia masih dipegang oleh industri besar bahkan ada yang masih impor. Sedangkan untuk pupuk kompos persingan cukup ketat, namun hal tersebut justru membawa kebaikan, yakni banyak produsen berlomba-lomba membuat pupuk kompos lebih cepat siap pakai, misalnya yang dulu bisa memakan waktu 1-2 bulan, sekarang banyak yang membuat pupuk dalam 7-10 hari.
Yang menjadi kendala dalam usaha ini biasanya mengenai harga. Harga pupuk dalam berat tertentu menjadi sangat murah misalnya Rp.1.000/kg. Dengan adanya transportasi yang berbeda jaraknya tidak mungkin menerapkan dengan harga yang sama. Hal tersebut bisa diatasi dengan membuat tarif biaya angkut jauh-dekat.
Masalah yang biasanya dihadapai produsen pupuk, yakni kekurangan bahan baku dari kotoran unggas, karena volume kotoran unggas pasti lebih sedikit dari kotoran hewan ruminansia. Namun hal itu bisa diatasi dengan mencampur kotoran unggas dengan kotoran hewan ruminansia. Jika tidak ingin menggunakan  aktivator kompos, untuk mempercepat proses fermentasi bisa menggunakan urine dan limbah nanas.
Usaha Pendukung Tanaman
Selain pupuk, usaha pendukung pemeliharaan tanaman berupa peralatan pertanian seperti sprayer, pot, cangkul dan lain-lainnya, juga tak kalah moncernya dengan pupuk, karena semakin kedepan memelihara tanaman seperti kebutuhan wajib dari masyarakat, terutama pada wilayah perkotaan.
Pada usaha penjualan pendukung pemeliharaan tanaman ini keuntungan yang diperoleh pedagang tergantung pada kuantitas produk yang dijual. Jika Anda memposisikan sebagai pedagang grosir maka keuntungannya sekitar 15%, namun bila Anda memposisikan sebagi pedagang eceran, tentu saja keuntungan yang akan Anda dapatkan jauh lebih besar.
Untuk lokasi pendukung pemeliharaan tanaman, akan sangat strategis jika Anda memilih di jalan raya utama, atau didekat pedagang tanaman, atau bisa juga Anda yang tinggal di perumahan, Anda bisa menempati ruko atau rumah Anda. dan biasanya keberadaan penjual pendukung pemeliharaan tanaman di perumahan itu justru akan laris manis, karena biasanya hampir semua warga perumahan pasti menanam tanaman baik tanaman hias, tabulampot, dan lain-lainnya. Yang perlu diketahui, pelaku usaha ini masih jarang, jadi Anda bisa mengambil kesempatan inibaik sebagai pedagang grosir maupun pedagang eceran.

Lesmana, pemilikgrosir pupuk dan alat pendukung tanaman toko Virgo di Rawabedong, Jakarta Barat mengaku hanya mengambil keuntungan dalam jumlah kecil, karena Ia lebih mementingkan kuantitas (jumlah) penjualan produk. Keuntungan yang diperoleh untuk berbagai produk pendukung tanaman seperti pot, peralatan pertanian, media tanam hanya berkisar 5-10% saja.
Untuk menigkatkan omset tokonya, ada beberapa pedagang grosiran yang membuat sendiri produk yang bisa dijualnya, seperti pupuk kompos, yang dilakukan olehRusdi Djafar, pemilik CV. Diana Phon. Ia memproduksi sendiri pupuk kompos yang dijualnya sehingga keuntungan yang diperoleh bisa lebih besar bahkan hingga mencapai 50%.
*Dari berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Mari gabung diskusi

Cari Kompos di Google

Memuat...

Kompos

Kompos adalah material hasil penguraian campuran aneka bahan organik dalam lingkungan mikro yang kondusif. Penguraian bahan organik menjadi kompos dapat dipercepat oleh populasi bakteri serta lingkungan mikro (PH, kelembaban, suhu, intensitas aerasi dan ukuran bahan). Membuat kompos adalah mengontrol dan mengatur proses penguraian (dekomposisi) alami melalui pencampuran aneka bahan secara tepat dan seimbang agar mikroba menggunakannya sebagai energi dalam proses penguraian bahan organik melalui pemberian air ( kelembaban), pengaturan temperatur, PH dan ukuran bahan.

Tentang Kompos

Mesin Pembuat Kompos [ Rotary Klin Elektrik] RKE 1000 L

Mesin Pembuat Kompos  [ Rotary Klin Elektrik] RKE 1000 L
Alat mesin ini berdimensi PLT ( Tinggi= 190 cm, lebar= 155 cm, panjang: 290 cm.) mengolah sampah organik secara modern dengan menggunakan listrik 3 HP ( 1800 Watt), dalam 5 hari merobah sampah organik menjadi kompos.

Alat Pembuat Kompos Individual ( Compost Bin)

Alat Pembuat Kompos Individual ( Compost Bin)
Komposter adalah alat yang berfungsi media penyimpan, pengolah dan prosesing sampah menjadi kompos. Sampah organik ( seperti sisa sayuran, makanan, daging dan ikan ) akan menjadi kompos dan pupuk organik cair yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Pupuk organik mengandung nutrisi ( NPK, MgSCa dan Mikro Elemen) sedikit sekali ( < 100 Ppm). Komposter individual atau type rumah tangga ini baik digunakan para hobbies tanaman hias dan pertamanan ( S, M, L, Roler Kompos, Barel Kompos dan komposter Elektrik KE 100L).

Mesin Kompos RKM 1000 L

Mesin Kompos  RKM 1000 L
Alat mesin ini berdimensi PLT ( Tinggi = 190 cm, lebar = 155 cm, panjang= 290 cm) terbuat dari bahan fiber resin murni, reducer, dan peralatan aerasi lainnya. Alat Mesin Rotary Klin Type RKM 1000 L ini merupakan solusi tepat untuk penanganan, pengolahan dan penghancuran sampah ( organik) menjadi kompos.

Alat Pembuat Kompos ( KE-100L)

Alat Pembuat Kompos ( KE-100L)
Komposter Elektrik Model KE-100L berdimensi PLT (Panjang x Lebar x Tinggi)= 55 cm x 55 cm x 85 cm. Komposter elektrik Model KE 100L ini ( dapat dimuat 90 Unit/ Container 20 feet), terbuat dari bahan fiber, plastik dan motor engine hasil perakitan (assembling) pabrik Bandung dan aneka spare part mesin cuci dikota Batam, memerlukan daya listrik 330 watt, 220 Volt. Dengan Komposter elektrik Biophoskko®, membuat kompos, khususnya pupuk organik cair, menjadi mudah dan sangat praktis.

Komposter Pembuat Kompos ( Compost Bin)

Komposter Pembuat Kompos ( Compost Bin)
Komposter adalah media penyimpan bahan pembuatan kompos yang berasal dari sampah organik ( seperti sisa sayuran, makanan, daging dan ikan). Bahan sampah organik ini mengandung nutrisi ( NPK, MgSCa dan Mikro Elemen) yang baik bagi pertumbuhan tanaman dan perbaikan kesuburan tanah.

Green Phoskko® (GP-3) Pupuk Kompos

Green Phoskko® (GP-3) Pupuk Kompos
Pupuk organik alami Green Phosko® (GP-3) dibuat dari sampah organik yang banyak terdapat di sekitar lingkungan rumah tangga, pasar, mall, pabrik dan restoran. Diproses menggunakan mikroba pengurai Green Phoskko- suatu aktivator dalam aktivitas dekomposisi ( fermentasi) sampah di dalam media komposter ( compost Bin) atau Rotary Kiln.

Mikroba Pengurai Green Phoskko® [GP-1] Aktivator untuk pembuatan kompos

Mikroba Pengurai Green Phoskko® [GP-1] Aktivator untuk pembuatan kompos
Green Phoskko® (GP-1) Activator ( @ 250gr/ Pack ) adalah konsorsium mikroba unggulan (bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp) berfungsi sebagai pengurai bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan dan lain-lainnya). Bermanfaat untuk mempercepat proses dekomposisi ( menghancurkan bahan organik), menghilangkan bau busuk dan menekan pertumbuhan ( antagonis) mikroba penyebab bau, penyebab penyakit akar dan mikroba yang merugikan tanaman (patogen).

Kompos

Kompos
Green Phoskko® is compost fertilizer contains all the essential nutrients plants need are complete , odorless and beneficial to improvement of soil structure that is less crumbly , loose soil and alter the cracks so loose and soak the water when it rains.

Penggembur Kompos Green Phoskko® [GP-2)] - Bulking Agent

Penggembur Kompos Green Phoskko® [GP-2)] - Bulking Agent
Penggembur (Bulking Agent) Green Phoskko® (GP-2) adalah suatu bahan mineral, energi dan bahan bagi pengkayaan unsur hara dalam proses pembuatan kompos atau pengomposan sampah organik. Berfungsi sebagai starter dan campuran bahan baku dalam dekomposisi sampah menjadi kompos, untuk mempermudah penggemburan ( menambah porositas), menjaga rasio C/N, menaikan suhu bahan sampah, meningkatkan PH, memelihara kelembaban dan kandungan air serta ikut memberi media bagi bekerjanya mikroba pengurai dalam pembusukkan sampah dan limbah organik.

Komentar Kompos