11.04.2010

Kompos dong............!!


Bangkitnya kesadaran sebagian masyarakat akhir-akhir ini akan dampak penggunaan pupuk buatan terhadap menurunnya kualitas lingkungan, penurunan derajat kesehatan dan terjadinya penurunan kesuburan tanah, mendorong dan mengharuskan penggunaan pupuk organik, salah satu  bentuk pupuk organik itu, ya kompos. Pupuk organik adalah nama kolektif untuk semua jenis pupuk berbahan organik  atau material yang berasal  dari tanaman dan hewan yang dapat dirombak menjadi hara tersedia bagi tanaman. 

Kompos, sebagai hasil dari pengolahan sampah dan limbah organik, bermanfaat besar bagi upaya memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan (C-organik) organik tanah yang pada giliran berikutnya kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. Aktivitas mikroba tanah juga diketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misal: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak. Jadi jika kita ingin mendapatkan hasil tanaman pekarangan, kebun atau sawah kita, dengan rasa lebih enak, ya pupuknya  pakai kompos dong..........!!

Teknologi pengomposan ( composting technology) saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan sampah dan limbah ( organik) khususnya di perkotaan, seperti untuk mengatasi masalah sampah di kawasan komersial ( pemukiman, mall, hotel, kawasan industri, pabrik), masalah sampah dan limbah di kawasan sosial ( sekolah, rumah sakit, tempat ibadah) serta masalah yang ditimbulkan dari keberadaan limbah organik ( industri makanan dan minuman, serta limbah pertanian, limbah peternakan dan perkebunan).

2 komentar:

  1. Anonim6:38 PM

    mohon publikasi bagaimana memanfaatkan kompos agar bernilai ekonomi dan membuat warga bergairah olah sampah ?

    BalasHapus
  2. Kompos yang telah dipasteurisasi dalam bedeng jamur ( shed) dan suhu telah turun sampai 35-40 derajat C dilakukan penaburan bibit jamur ( spawning) , jadilah kompos sebagai media tanam jamur . Penaburan bibit dilakukan dengan memasukkan bibit ke dalam lapisan kompos dan sisanya disebar diatas permukaan kompos, dengan tinggi sekitar 25-30 cm. Pasteurisasi ialah pemanasan kompos dan ruangan rumah jamur dengan uap panas sampai temperatur 70 derajat C selama waktu 5-7jam. Suhu kompos dipertahankan 70 derajat C selama 2-3 jam.

    BalasHapus

Mari gabung diskusi