11.26.2010

Cara Menghitung Kebutuhan Kompos


Kompos sebagai material yang dikatagorikan kedalam jenis pupuk organik terbuat dari penguraian ( dekomposisi) bahan-bahan organik atau alami, berasal dari material mahluk hidup ( hewan, manusia dan tumbuhan). Selain kompos, hasil fermentasi bahan alami tersebut, termasuk dalam katagori pupuk organik antara lain pupuk kandang, kascing, gambut, rumput laut dan guano. Jika berdasar pada bentuk,  kompos dapat disajikan dalam bentuk padat, granul, remah ( teh), serbuk dan cair. Kompos dalam bentuk cair antara lain teh kompos (compost tea), ekstrak tumbuh-tumbuhan, cairan fermentasi limbah cair peternakan, fermentasi tumbuhan-tumbuhan, dan semua material hasil fermentasi dari bahan alami lainnya.

Dalam pupuk kompos, walaupun dalam konsentrasi rendah, terdapat senyawa-senyawa organik yang bermanfaat bagi tanaman, seperti asam humik, asam fulvat, dan senyawa-senyawa organik lain. Dalam bahan alami, tidak ada kompos yang memiliki kandungan hara tinggi atau menyamai pupuk kimia. Karenanya menghitung kebutuhan kompos ( pupuk organik) bagi keperluan tanaman tertentu tidak akan sebanding dengan dosis pupuk kimia ( sintetik). Jika menghitung kebutuhan pupuk organik berdasarkan kandungan hara ( nutrisi), hara pupuk organik disetarakan dengan kandungan hara dari pupuk kimia, niscaya kebutuhan kompos (pupuk organik) akan jadi berlipat dibandingkan dengan dosis pupuk kimia.
Kebutuhan adanya patokan penggunaan dosis kompos oleh para praktisi pertanian, terutama awam dalam ilmu pertanian dan tumbuhan, mengharuskan kita memiliki patokan. Tanpa itu, banyak keraguan pengguna kompos ketika akan mengaplikasikan pada tanaman yang sedang diusahakannya. Pada dasarnya, pemanfaatan kompos bagi pertanian lebih didasarkan pada keinginan memelihara kesuburan tanah yang dinyatakan oleh kandungan C Organik. Semakin tinggi kandungannya, maka lahan kebun atau tanah itu disebut memiliki kesuburan yang baik. Ketika kita ingin membuat target kesuburan lahan naik, misalnya menaikan kandungan C Organik 2 % ( setelah diuji sebelumnya kandungan C organik lahan ternyata rendah < 2 %).

Sebagai ilustrasi, apabila hasil analisa laboratorium tanah diketahui kandungan C organik tanah di suatu tempat= 2 % dan target dinaikan 1.26 %, maka guna mencapai kondisi kandungan C organik tanah dalam lapisan olah (20 cm) seluas 1 ha menjadi 3,26 % adalah

Target menaikan C organik =  1, 26 x 1,724 x 20 x 10.000  =  4.344 ton / ha,

Kebutuhan Kompos (C organik) = Target peningkatan kandungan C organik Tanah x 1.724 x 20 cm x 10.000 m2 
 
C organik tanah = dapat diuji kemudian berdasarkan hasil analisa tanah di laboratorium
1.724= konstanta
20 cm= kedalaman lapisan olah tanah
10.000 m2= luas areal

Berdasar pada pemahaman bahwa kompos memiliki sedikit hara namun mengandung senyawa-senyawa organik lain, seperti asam humik dan asam fulvat, maka mengukur nilai dan kemanfaatan kompos tidak bisa disamakan dengan analisa harga pupuk kimia ( sintetis). Nilai kedua asam yang memiliki peranan seperti hormon yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman, tidak bisa dimiliki oleh pupuk kimia. Bahkan, kompos juga diketahui dapat meningkatkan nilai KTK (kapasitas tukar kation) tanah. Tanaman akan lebih mudah menyerap unsur hara, tanah yang diberi kompos menjadi lebih gembur dan aerasi lebih baik. Tanah yang diberi kompos lebih banyak menyimpan air dan tidak mudah kering, aktivitas mikrobial dalam  tanah dengan diberi kompos akan lebih tinggi. Mikrobial ini memiliki peranan dalam penyerapan unsur hara oleh tanaman, bahkan beberapa diantaranya mampu mengikat unsur hara dari lingkungan mikro tanaman. Kompos dapat memperbaiki sekaligus sifat kimia, fisik dan sifat biologi tanah.


2 komentar:

  1. Anonim2:01 AM

    Ilmu tentang komposnya sangat menarik, tapi kalau aya mau aplikasi kompos pada tanaman dan bukan menaikan kesuburan lahan ( C Organik), adakah cara menghitung dosisnya ?

    BalasHapus
  2. Kebutuhan kompos dengan tujuan memupuk per pohon belum ada literatur baku sebagaimana dosis pupuk kimia. Kebutuhan hara tanaman untuk pertumbuhan dan produksi buah, bisa diketahui dengan analisa jaringan dan daun. Namun, peranan kompos lebih kepada penyediaan mikrobial dalam tanah sekitar tanaman, sementara hara yang terkandungnya sangat sedikit. Oleh karena itu, berikan kompos berdasar perkiraan agar tanaman memiliki tanah gembur bagi pertum buhan perakaran dan terbentuknya lingkungan tanaman yang support bagi penyediaan nutrisi secara alami.

    BalasHapus

Mari gabung diskusi

Cari Kompos di Google

Memuat...

Kompos

Kompos adalah material hasil penguraian campuran aneka bahan organik dalam lingkungan mikro yang kondusif. Penguraian bahan organik menjadi kompos dapat dipercepat oleh populasi bakteri serta lingkungan mikro (PH, kelembaban, suhu, intensitas aerasi dan ukuran bahan). Membuat kompos adalah mengontrol dan mengatur proses penguraian (dekomposisi) alami melalui pencampuran aneka bahan secara tepat dan seimbang agar mikroba menggunakannya sebagai energi dalam proses penguraian bahan organik melalui pemberian air ( kelembaban), pengaturan temperatur, PH dan ukuran bahan.

Tentang Kompos

Mesin Pembuat Kompos [ Rotary Klin Elektrik] RKE 1000 L

Mesin Pembuat Kompos  [ Rotary Klin Elektrik] RKE 1000 L
Alat mesin ini berdimensi PLT ( Tinggi= 190 cm, lebar= 155 cm, panjang: 290 cm.) mengolah sampah organik secara modern dengan menggunakan listrik 3 HP ( 1800 Watt), dalam 5 hari merobah sampah organik menjadi kompos.

Alat Pembuat Kompos Individual ( Compost Bin)

Alat Pembuat Kompos Individual ( Compost Bin)
Komposter adalah alat yang berfungsi media penyimpan, pengolah dan prosesing sampah menjadi kompos. Sampah organik ( seperti sisa sayuran, makanan, daging dan ikan ) akan menjadi kompos dan pupuk organik cair yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Pupuk organik mengandung nutrisi ( NPK, MgSCa dan Mikro Elemen) sedikit sekali ( < 100 Ppm). Komposter individual atau type rumah tangga ini baik digunakan para hobbies tanaman hias dan pertamanan ( S, M, L, Roler Kompos, Barel Kompos dan komposter Elektrik KE 100L).

Mesin Kompos RKM 1000 L

Mesin Kompos  RKM 1000 L
Alat mesin ini berdimensi PLT ( Tinggi = 190 cm, lebar = 155 cm, panjang= 290 cm) terbuat dari bahan fiber resin murni, reducer, dan peralatan aerasi lainnya. Alat Mesin Rotary Klin Type RKM 1000 L ini merupakan solusi tepat untuk penanganan, pengolahan dan penghancuran sampah ( organik) menjadi kompos.

Alat Pembuat Kompos ( KE-100L)

Alat Pembuat Kompos ( KE-100L)
Komposter Elektrik Model KE-100L berdimensi PLT (Panjang x Lebar x Tinggi)= 55 cm x 55 cm x 85 cm. Komposter elektrik Model KE 100L ini ( dapat dimuat 90 Unit/ Container 20 feet), terbuat dari bahan fiber, plastik dan motor engine hasil perakitan (assembling) pabrik Bandung dan aneka spare part mesin cuci dikota Batam, memerlukan daya listrik 330 watt, 220 Volt. Dengan Komposter elektrik Biophoskko®, membuat kompos, khususnya pupuk organik cair, menjadi mudah dan sangat praktis.

Komposter Pembuat Kompos ( Compost Bin)

Komposter Pembuat Kompos ( Compost Bin)
Komposter adalah media penyimpan bahan pembuatan kompos yang berasal dari sampah organik ( seperti sisa sayuran, makanan, daging dan ikan). Bahan sampah organik ini mengandung nutrisi ( NPK, MgSCa dan Mikro Elemen) yang baik bagi pertumbuhan tanaman dan perbaikan kesuburan tanah.

Green Phoskko® (GP-3) Pupuk Kompos

Green Phoskko® (GP-3) Pupuk Kompos
Pupuk organik alami Green Phosko® (GP-3) dibuat dari sampah organik yang banyak terdapat di sekitar lingkungan rumah tangga, pasar, mall, pabrik dan restoran. Diproses menggunakan mikroba pengurai Green Phoskko- suatu aktivator dalam aktivitas dekomposisi ( fermentasi) sampah di dalam media komposter ( compost Bin) atau Rotary Kiln.

Mikroba Pengurai Green Phoskko® [GP-1] Aktivator untuk pembuatan kompos

Mikroba Pengurai Green Phoskko® [GP-1] Aktivator untuk pembuatan kompos
Green Phoskko® (GP-1) Activator ( @ 250gr/ Pack ) adalah konsorsium mikroba unggulan (bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp) berfungsi sebagai pengurai bahan organik (limbah kota, pertanian, peternakan dan lain-lainnya). Bermanfaat untuk mempercepat proses dekomposisi ( menghancurkan bahan organik), menghilangkan bau busuk dan menekan pertumbuhan ( antagonis) mikroba penyebab bau, penyebab penyakit akar dan mikroba yang merugikan tanaman (patogen).

Kompos

Kompos
Green Phoskko® is compost fertilizer contains all the essential nutrients plants need are complete , odorless and beneficial to improvement of soil structure that is less crumbly , loose soil and alter the cracks so loose and soak the water when it rains.

Penggembur Kompos Green Phoskko® [GP-2)] - Bulking Agent

Penggembur Kompos Green Phoskko® [GP-2)] - Bulking Agent
Penggembur (Bulking Agent) Green Phoskko® (GP-2) adalah suatu bahan mineral, energi dan bahan bagi pengkayaan unsur hara dalam proses pembuatan kompos atau pengomposan sampah organik. Berfungsi sebagai starter dan campuran bahan baku dalam dekomposisi sampah menjadi kompos, untuk mempermudah penggemburan ( menambah porositas), menjaga rasio C/N, menaikan suhu bahan sampah, meningkatkan PH, memelihara kelembaban dan kandungan air serta ikut memberi media bagi bekerjanya mikroba pengurai dalam pembusukkan sampah dan limbah organik.
Ada kesalahan di dalam gadget ini