11.30.2006

Mereka Peduli Sampah dengan Membuat Kompos, Anda ?


Sampah dijadikan kompos adalah keniscayaan, ketika lahan pertanian makin kekurangan kandungan C-Organik, nutrisi, mikrobial makin rendah, serta  umumnya tanah pertanian sakit, sampah organik  sebagai bahan baku kompos yang mampu memperbaiki keadaan lahan tersebut berada di kota dan justru jadi masalah pada penciptaan sanitasi lingkungan perkotaan yang sehat. 


Remaja di Bandung coba dikenalkan pada kompos berasal bahan sampah rumah tangga dan lingkungannya. Kampanye penyadaran akan pentingnya sampah organik yang didekomposisi menjadi nutrisi ( kompos) bagi tanaman hendaknya mengena ke berbagai lapisan masyarakat terutama remaja.  CVSK melakukan itu dengan bantuan remaja- yang dengan sukarela menceritakan kehandalan komposter sebagai alat dalam proses dekomposisi agar higienis. Membuat kompos tidak lagi dicitrakan rendah, melainkan sebagai suatu kegiatan wajar yang dapat dilakukan oleh semua lapisan mulai pensiunan, ibu rumah tangga, remaja danb bahkan kanak-kanak.

Astra Company ( Auto 2000 di Sungkono Surabaya) membuat  Visi sebagai Green & Clean Company. Dengan menempatkan Komposter Biophosko, bagian sampah organik diolah menjadi kompos sehingga bermanfaat dalam memupuk tanaman di sekitar bengkel dan halaman kantor.

Makin banyaknya perusahaan yang berminat pada perolehan sertifikat ISO 14002 mendorong pada persebaran komposter di berbagai wilayah Indonesia bahkan luar negeri seperti Malaysia dan Brunei.
Perusahaan CVSK di Bandung terus lakukan edukasi pada masyarakat dan advokasi pada Pemerintah perihal pengelolaan sampah menggunakan komposter. Dengan menggandeng remaja khususnya gadis-gadis, proses penyadaran keluarga akan besarnya masalah sampah di kemudian hari, mendapat perhatian banyak pihak ikut berperan serta mengolah sampahnya di level sumber masalah sampah yakni rumah tangga. 

Gubernur Jawa Barat Drs Dany Setiawan, Msi memberi perhatian pada pengembangan Komposter bagi pengelolaan sampah rumah tangga di Jawa Barat. Tantangan akan penyediaan hasil pertanian yang berbasis pada bahan organik, bukan saja ideal bagi kepentingan kesehatan masyarakat dengan mengkonsumsi hasil pertanian organik, melainkan juga secara ekonomi di beberapa negara kini sudah mulai menolak sayur dan bahan makanan yang mengandung kimia serta belum menyehatkan.

Hj Zainuddin Bin Tuah Director Syariukat Undang Jaya Brunei datang ke Bandung guna mengoisasikan pengelolaan sampah di Brunei. Bahkan, Brunei sebagai negara yang kecil sangat khawatir jika saja sampah-sampah akan menyita lahan negara di masa yang akan datang. 
Kajian sementara menyatakan jika teknis dan ekonomis pengusahaan kompos ( baja organik) di Brunei sebenarnya layak. Namun masalahnya, usahawan Brunei kurang terbiasa mengelola usaha ini. Kini, sedang ditawarkan kepada usahawan Indonesia yang berminat buka bisnis kompos di Brunei Darussalam.
Peserta Lokakarya Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh PPLH IPB antusias melihat dan membeli komposter guna mulai mengolah sampah organik di Rumah dan lingkungannya. Lokakarya yang menghadirkan pembicara antara lain kepala Dinas Kebersihan DKI Jaya, Rama Budi, Kepala Dinas Kebersihan Kota Bandung Drs Awan Gumelar serta Ir Sonson Garsoni ini mendapat perhatian para akademisi maupun pejabat terkait pengelolaan sampah dan kebersihan kota.
Satu pertanyaan dari forum saat Lokakarya ini, Dr Nastiti, apakah mungkin dekomposisi hanya 5 hari ? Dijelaskan Rama Budi dan Sonson Garsoni bahwa dekomposisi diibaratkan proses makan ruminansia yang melumat dulu bahan organik ( rumput, tanaman, dll) kemudian memasuki rumen atau usus dengan suhu, jenis mikroba dan peristaltik usus yang memilin bahan organik maka dalam beberapa jam saja juga mampu menjadikan feces atau Kompos ..................................................
Mr Adzmy Deputy Secretary General Ministry Of Entreupreneurship Malaysia kunjungi Pengelolaan Sampah menggunakanj Komposter di Ciparay Bandung. Dengan melihat langsung peluang usaha kompos dari bahan sampah kota, Mr Adzmy berjanji akan mendorong usahawan kecil Malaysia untuk mau mengusahakan kompos bagi pengelolaan sampah di semua negeri se Malaysia.
Direktur Umum PT Aneka Tambang kunjungi Penglolaan sampah Menggunakan Komposter Biophoskko di Cibiru Bandung. PT Antam ( Persero) berminat menyalurkan PKBL kepada masyarakat sekitar lokasi usaha penambangan guna mengusahakan kompos sebagai upaya ikut mereklamasi lahan eks pertambangan.
Dalam rencananya, dana PKBL PT Aneka Tambang diantaranya akan disalurkan kepada UKMM ( Usaha Kecil Mikro) yang berminat membuka usaha kompos berbahan sampah kota dimana kantor dan usaha penambangan PT ANTAM, Tbk berada.
Dikaji lokasi di Jakarta Selatan dan Bogor dekat Pongkor yang diduga memiliki kelayakan bagi usaha kompos berbahan sampah kota tersebut.
----------------------------------------------------------------
Eva Natassa mulai akrab dengan Hand Rotary komposter biophosko. Sebagai remaja, Eva berkeinginan agar makin banyak pihak mengusahakan kompos dengan menggunakan komposter. Dengan teknologi ini, membuat kompos baginya bukan lagi bertendensi bau dan kumuh melainkan usaha bersih dan higienis sekaligus menghasilkan untung.

Dewi Dee RSD artis penyanyi sekaligus penulis Novel pun rela megolah sampah rumah tangga guna mendukung kesehatan lingkungan warga sekitarnya.

Wah kalau saja artis, pejabat dan pengusaha serta para remaja sudah memilki kesadaran akan pentingnya memelihara lingkungan dengan mengelola sampah, nampak masa depan lingkungan yang hijau, sejuk dan asri....................seasri memandang kecantikan Dewi dan Eva diatas dong.............hm...hm...................Tim Posko Hijau * )



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari gabung diskusi