5.22.2006

Dengan Komposter, Membuat Kompos Di Kota Jadi Mudah



MEMBANGUN CONTOH “DESA BEBAS SAMPAH”
 
A. Tahap Persiapan dan Penyuluhan

1.1. Gerakan di rumah dan masyarakat sekitar agar sampah di bagi 3 ( organik, Sampah Kering, Plastik). Sampah bisa disimpan dlm wadah apapun ( bekas cat, anyaman, drum bekas, dll)
1.2. Buat dokumentasi dengan melakukan pengambilan gambar awal area-area kotor dengan sampah


B Penyediaan Sarana Pemilahan Sampah


2.1. pasang sebanyak mungkin tempat sampah ( bekas cat, tempat sampah keranjang dan anyaman bambu bagi jenis sampah plastik, dll)
2.2. tiap tong sampah DITEMPEL di tembok dll diberi label 


TST ORGANIK
Posko Hijau

TST PLASTIK
Posko Hijau

TST KERING
Posko Hijau

C. Pengolahan

3.1. bagi jenis organik, di tempatkan IPK ( Instalasi Produksi Kompos) 10 Komposter, 1 pot siram GP1 dan drum isi GP2 di level Rukun Tetangga yang jadi contoh
3.2. jenis plastik  yang bersih dikumpul dan dibawa untuk dilelehkan GS 50 dan di press
3.3. jenis sampah kering dibawa ke untuk dijadikan bahan bakar mesin Gasifier GS 50

3.4  Bagi masyarakat yang mengumpulkan sampah terpilah jumlah besar, bisa dijemput petugas





Kenapa sulit memasyarakatkan pengelolaan sampah menjadi kompos di sumber penghasilnya yakni antaranya rumah tangga, hotel dan restoran ? Salah satunya karena dipersepsikan membuat kompos itu rumit, memerlukan tanah bedeng sekurangnya 3 x 4 m, menghasilkan bau tak sedap dan memerlukan bahan mineral kotoran hewan- abu-sekam dan bahan lain yang kesemuanya memang sulit didapatkan di kota. Tanah bedeng ukuran 12 m2 tidaklah murah, belum lagi protes warga sekitar. Demikian juga bahan kotoran hewan maupun limbah kayu dan sejenisnya bukan hal mudah. Kini, berbagai kesulitan menerapkan metoda bedeng ( open windrows) dalam pembuatan kompos -yang biasa digunakan di pertanian, teratasi.  Dengan komposter, membuat kompos di kota jadi mudah.

Dengan keberadaan komposter satu kesatuan paket beserta  aktivator dan penggembur, persepsi orang kota terhadap pembuatan kompos harus diubah, karena tidak lagi sama dengan petani membuat kompos menggunakan bedeng. Bahkan, di berbagai kota di negara maju sudah lazim dan kewajiban rutin anggota keluarga mengumpulkan sampah organik ( sisa makanan, sisa bahan masak dapur, serasah taman depan rumah dan hasil pertanian serta bahan makhluk hidup lainnya) dijadikan kompos dalam komposter. Dengan alat sebesar tong sampah, bahan organik di dekomposisi oleh aktivator dan mineral, akan dihasilkan kompos dalam 5 sampai 14 hari saja tergantung jumlah yang akan diolah. Mereka bukan karena gak punya uang lalu membuat kompos, tapi kesadaran terhadap lingkungan akan perlunya tempat hidup harus lebih nyaman.




Sebuah perusahaan di Bandung yang didirikan para alumni IPB dan alumni Fakultas Pertanian, dosen Mikrobiologi UNPAD serta Teknik Lingkungan ITB dengan bantuan operator alumni PT Dirgantara Indonesia, PT.Cipta Visi SINAR KENCANA, terinspirasi dengan masalah penolakan warga akan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah dengan giat melakukan penelitian dan percobaan sampai akhirnya didapatkan teknologi komposter yang praktis, murah dan cepat menghasilkan kompos. Sebenarnya penelitian dimulai tahun 2004, namun tragedi longsornya sampah di TPA Leuwigajah telah menjadi picu percepatan launching untuk turut mengatasi darurat sampah Bandung pada bulan Februari 2005.

Kebutuhan bio-aktivator guna percepatan proses dekomposisi sampah di isolat mikroba dari sampah kota, sementara kebutuhan akan energi proses diambil dari bahan-bahan beraneka menjadi mineral penggembur dalam kemasan yang bersih dan sehat. Sementara media dekomposisi yang sempurna bagi masuknya airan oksigen ( aerasi) secara maksimal dibuat dari plastik HDE 10 mm, PVC dan paralon standar SNI. Maka jadilah komposter biophoskko- seharga tong sampah biasa.
Kelengkapan produksi kompos di skala RT atau beberapa RT serta RW diperlukan peralatan untuk memisahkan material besar dengan kompos halus. Dalam proses dekomposisi dalam alat ini memang tidak langsung gembur. Dua atau tiga hari perlu di angin-anginkan kemudian akan gembur dan kering. Dengan bantuan ayakan lolos mesh 80 akan didapatkan material halus guna dikemas dan dipasarkan.


Dalam proses pembuatan kompos di rumah dan lingkungan ( misal RT, RW atau beberapa RT) komposter ini telah terbukti digunakan di lapangan di saat masyarakat menaruh perhatian atas masalah sampah kota. Maka tidak kurang dari 1 ( satu) tahun, komposter biophoskko ini telah beredar dan digunakan di lebih dari 20 titik pengelolaan level komunal serta lebih dari 500 unit digunakan di rumah-rumah. Bahkan saat ini pesanan mengalir dari Pemda dan BKKBN Papua, PT ASTRA Surabaya- dalam rangka mendukung Clean and Green Company, Jambi, Jakarta, Bogor dan Medan.
Dengan proses penyiapan bahan pengomposan hanya sekitar 10 menit dengan bahan yang telah tersedia maka membuat kompos di kota menjadi mudah.
Nah dengan proses pembuatan kompos yang praktis, di kota yang terancam dengan masalah sampah mestinya jadi terselesaikan upaya reduksi dan pengolahan sampah di rumah dan lingkungan *).

11 komentar:

  1. Anonim9:01 AM

    Wow, ini alat keren..........aku tertarik dengan teknologi sederhana tapi mbak sing dadi modelnya apakah di perusahaan ini atau cuma nampang selewatan....

    Cucok buanget deh.........hidup terus komposter biophoskko......moga banyak bantu kota-kota yang kesulitan dapat tempat Pembuangan Sampahj....

    Eh kota yang ngak urus TPA agar bisa tahan lama ngak cepat menggunung ibarat rumah ngak mau urus septic tank..........maka e urus TPA dengan kurangi sampah kesana dengan gunakan komposter..gitu ya mbak

    Sola

    BalasHapus
  2. Jadi pengen ikutan coba nih. btw, kalau ingin memebeli komposternya, untuk di Lampung udah ada belum ya distributornya? or kalau belum ada apakah ada layanan kirim ke luar pulau?

    thx.

    BalasHapus
  3. Anonim2:43 AM

    Pengomposan sampah organik dengan komposter Biophoskko jadi tambah praktis dan modern ya

    BalasHapus
  4. Kami menyediakan pilihan komposter atau fermentor limbah organik yi type KE 100 L. Dimensi PLT (Panjang x Lebar x Tinggi) komposter elektrik KE-100L ini adalah = 55 cm x 55 cm x 85 cm ( dapat dimuat 90 Unit/ Container 20 feet). Terbuat dari bahan fiber, plastik dan motor engine hasil perakitan (assembling) pabrik Bandung dan aneka spare part mesin cuci dikota Batam, memerlukan daya listrik (330 watt, 220 Volt). Dengan Komposter elektrik Biophoskko®, membuat kompos padat dan khususnya dalam menghasilkan pupuk organik kompos cair menjadi mudah dan sangat praktis.

    BalasHapus
  5. Yth Bapak Arie, keperluan komposter di Lampung belum ada pemegang stock ( stockist) jadi pembelian bisa dilakukan dengan online di http://www.kencanaonline.com atau smskan saja ke Marketing, 085 7252 7115

    BalasHapus
  6. Anonim5:33 AM

    Komposter elektrik ini layaknya digunakan orang kaya dan sibuk tapi kan semua orang harus partisipasi pada pelestarian lingkunga. Apa sdh banyak dipakai misal di orang2 Pertamina, Medco, atau Chevron yang jelas2 menyumbang pada timbulan gas rumah kaca ?

    BalasHapus
  7. Mas, mbak...komposter elektrik telah digunakan ratusan unit ( tahun 2010 ini) oleh berbagai klinik kesehatan, proyek lingkungan hidup Purwakarta, perorangan, dll. Benar jika komposter elektrik memudahkan utamanya bagi orang sibuk, tinggal masukan sampah sisa dapur atau pekarangan, pijit saklar ON, 10 menit berputar dan mati sendiri ( ada timer). Praktis, sehingga konsumennya memang harus berkemampuan ekonomi tinggi, harganya lumayan Rp 1,5 juta

    BalasHapus
  8. Anonim12:16 PM

    Nice site, nice and easy on the eyes and great content too.

    BalasHapus
  9. hopefully it gives the benefit of reducing waste at home into compost for fertilizing plants

    BalasHapus
  10. Mohon info Pemda mana yang sudah menggunakan komposter kencana untuk pengelolaan sampah perkotaan ? balas : daniocan@gmai.com

    BalasHapus
  11. Mohon info Pemda mana yang sudah menggunakan komposter kencana untuk pengelolaan sampah perkotaan ? balas : daniocan@gmai.com

    BalasHapus

Mari gabung diskusi