4.06.2005

Orang Di Negara Majupun Buat Kompos


Lihat gambar diatas ? Orang di Eropa, ibu rumah tangga, gadis dan bahkan anak-anak sudah terbiasa membuat kompos di rumah. Mereka, telah tersetel otak dan fikirannya, membuang sampah sesuai dengan tempatnya masing-masing. Bahan organik dibuat kompos dan lainnya diserahkan ke kontainer sesuai jenisnya.

Membuat kompos atau mereduksi sampah, seharusnya, tidak perlu jadi heboh dan digerakan oleh para penggerak dan pemerintah hanya gara-gara TPA mendapat bencana. Lingkungan dimana kita tinggal perlu keseimbangan alam kok? Manakala sampah dihasilkan, dan tidak dikelola, disana akan menimbulkan resiko berbiaknya tikus, lalat, mikroba patogen, menyumbat saluran air sungai dan menyumbat saluran drainase kota serta tentu saja ngak nyaman dilihatnya. Dibakar pun akan beresiko menghasilkan dioxin yang membahayakan kesehatan - terutama kesehatan anak- yang ditunjukan diantaranya oleh meningkatnya gejala terjangkitnya autis.

 

Lho, kalau bagi bangsa dengan tingkat budaya yang sudah maju-pun, membuat kompos atau mengelola sampah adalah bagian kegiatan rumah tangga sehari-hari, mengapa kita belum juga ??

Tanpa harus menyandingkan tingkat peradaban negara kita dengan bangsa yang lebih maju, merobah sampah jadi pupuk tanaman pekarangan sejatinya adalah bagian tanggungjawab kemanusiaan kita. Karena tumbuhan di pekarangan kita- yang kita nikmati keindahan bunganya dan kita makan hasilnya, perlu asupan pupuk yang sehat dan itu diantaranya kompos. Itu baru berbuat adil bagi sesama makhluk hidup bukan ?

Kini telah tersedia alat yang praktis mereduksi sampah dan membuat kompos berupa Komposter Green Phoskko dalam berbagai type dan ukuran. Komposter ini adalah wahana penyimpan sampah, yang sedikit demi sedikit dimasukan, kemudian diciprati larutan mikroba aktivator Green Phoskko dan kemudian tebari penggembur mineral (bulking agent) Green Phoskko. Dalam 5-7 hari akan terjadi penyusutan hingga tinggal 20- 40 % saja dibanding sampah awalnya. Dengan menyusut, kering dan gembur akan meudahkan untuk dikelola lebih lanjut menjadi kompos dan bahan an-organik ( plastik, logam, karton) dengan cara diayak pada kawat kasa. Maka, anda akan dapatkan kompos-amilioran untuk tanaman pekarangan ( bunga, tanaman obat dan tanaman hias) serta barang an-organik - yang bisa diserahkan ke pemulung maupun dikumpulkan sampai jumlah yang layak dijual bagi pengembalian biaya kelola sampah rumah anda. Mudah bukan ??




11 komentar:

  1. Anonim2:52 AM

    Saya tertarik untuk membuat kompos dari sampah rumah tangga dilingkungan saya. Kemana saya bisa menghubungi untuk mendapatkan activator tersebut ... ???

    Wassalam,
    H. Sudjianto

    BalasHapus
  2. Untuk mendapatkan alat dan bahan bisa dibeli

    1. secara Online di www.kencanaonline.com,
    2. Di Bandung Jl. BKR No 72, T. 022-522 36 18 dan Jl. Pungkur No 115, T. 022-4262253 atau dengan layanan Delivery Services silahkan sms-call ke 022-7036 2134
    3. Di Berbagai Kota ada agen bisa di Klik sesuai Kota terdekat, http://gdpsk.blogspot.com/2006/02/ketersediaan-bio-reaktor-sampah-rumah.html
    Salam
    Posko_Hijau

    BalasHapus
  3. frida7:14 AM

    Saya rumah tangga dengan 7 orang penghuni, dan pohon sekitar 10 buah. Berapa jumlah bio komposter yang harus saya miliki? Apakah setelah sampah dimasukkan misalnya pada hari senin, sampah hari selasa bisa ditambahkan dalam bio komposter atau harus menunggu sampah 'senin' tersebut 'matang' dahulu. Apakah sampah seperti koran, pampers dan majalah bekas bisa diolah juga?.
    Saya sangat tertarik sekali dengan pengelolaan sampah mandiri, tetapi saya masih bingung dan ragu memulainya.
    Apakah pembelian alat ini bisa dikirim ke rumah? daerah mampang,jakarta.
    Lalu materi organik dan mineral tambahan itu masa kadaluarsanya berapa lama? Apakah aman saya membuat stok selama 6bulan?
    Tolong dihitungkan kebutuhan saya, lebih cepat dan murah mana memesan dari kencana online atau dari dealer?

    Terima kasih,
    Frida

    BalasHapus
  4. Ibu Frida, untuk 7 penghuni diperkirakan menghasilkan sampah sebanyak 7 x 2, 6 liter= 18,2 ltr. Dengan kapasitas Type M = 100 liter, komposter Biophoskko bisa menampung 7 hari sampah atau memadai sampai kpd 1 siklus proses dekomposisi.
    Namun masalahnya, jika sampah mau di proses setiap hari nampaknya harus ada 2 unit komposter karena memasukan bahan baru bisa mengganggu proses dekomposisi yang sedang terjadi dari sampah sebelumnya, KECUALI HARI KE 3 BOLEH MEMASUKAN SAMPAH BARU.
    Jenis sampah lain ( undegradable ) boleh masuk, cuma tidak akan hancur. Sampah jenis ini al : pampers, plastik, logam, dst sementara koran dan majalah ( tergantung tebal dan tipisnya tipis-nya bisa hancur).

    Pembelian bisa dilakukan di Jakarta dengan layanan pengiriman ke alamat ( mungkin agen kami meminta ongkos antaran, sekitar Rp 50.000,-) untuk Jakarta bs ke agen terdekat di Bogor atau Tangerang.

    Stock mikroorganisme dan mineral bisa maksimal 1 tahun karena mikroorganisme disajikan dalam keadaan dorman ( tidur) dan baru hidup saat dicampurkan air kedalamnya.
    Terimakasih atas perhatiannya.

    BalasHapus
  5. frida3:20 AM

    Hari ini saya sudah menerima 2 komposter ukuran S. Ada beberapa hal yang saya tanyakan :
    1. Menurut bpk yang men-demokan tadi dikatakan bahwa kompos akan jadi pada hari ke-14. Kok tidak sesuai dengan materi iklannya yang 5-7 hari.
    2. Apakah starter aktivator benar bisa dibuat/dicampur air dan gula dan bertahan hingga 1 minggu?
    3. Dimana saya dapat membeli mesin perajang sampah, ukuran rumah yang murah.

    Terima kasih,
    frida

    BalasHapus
  6. Ibu Frida,
    Tks atas perhatiannya pada produk komposter.

    1. Lama dekomposisi pada dasarnya 5-7 hari, namun jenis sampah berpengaruh pada lama waktu proses tsb. Misal, sampah daun basah bisa 5-7 hari hancur terdekomposisi namun bagi sampah -yang mengandung banyak protein (daging, ikan) akan lebih lama 5-7 hari.

    Ada kemampuan 5-7 hari untuk berbagai jenis sampah rumah tangga yakni yang khususnya menggunakan komposter Rotary Klin ( ada aerasi diputar tangan, http://gdpsk.blogspot.com/2006/01/usaha-sampingan-dan-olah-raga.html)karena aerasi sempurna dan ada pembalikan setiap hari.

    2. Starter Green Phoskko yang telah tercampur gula atau urea maksimal seminggu masih bisa digunakan asal tersimpan dalam Pot Siram sehingga aman dari jangkauan anak-anak.

    3. Perajang sampah tidak kami sediakan, namun bisa ditanya ke http://indonetwork.co.id/ptmpp/profile

    Demikian terimakasih
    Tim Posko Hijau

    BalasHapus
  7. Saya tertarik untuk menjadikan usaha pembuatan kompos. saya domosili di solo-jateng. dimana saya bisa mendapatkan aktivator tsb? apadah ada trainning untuk pengolahan sampah tsb? kalau ada minta informasinya? Apakah ada penampungan hasil kompos di daerah solo-jateng??

    Wassalam,
    Tantyo

    BalasHapus
  8. Pak Tantyo, buat kompos itu dengan alat komposter sangat mudah dan sederhana. Kami sediakan manual, VCD dan brosur...pasti bisa deh buatnya gampang kok.........

    Activator di Solo belum ada, paling bapak bisa beli secra Online di www.kencanaonline.com atau fax saja permintaannya ke 022-4214084, telp. 022-4262235...dan biayanya ditransfer

    Terimakasih
    Brand Manager

    BalasHapus
  9. Bambang adi condro5:12 AM

    Saya ikut tanya untuk apa sih kompos ? juga ada maksud apakah kompos saya kok kagak mudeng nih.

    BalasHapus
  10. Peran bahan organik, yang telah dilapukan disebut kompos, terhadap sifat fisik tanah di antaranya merangsang granulasi, memperbaiki aerasi tanah, dan meningkatkan kemampuan menahan air. Peran bahan organik terhadap sifat biologis tanah adalah meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang berperan pada fiksasi nitrogen dan transfer hara tertentu seperti N, P, dan S. Peran bahan organik terhadap sifat kimia tanah adalah meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga memengaruhi serapan hara oleh tanaman (Gaur, 1980).

    Manfaat kompos bagi tanah/tanaman:

    1. Meningkatkan kesuburan tanah
    2. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
    3. Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah
    4. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
    5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
    6. Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman
    7. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
    8. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah

    BalasHapus
  11. saya mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di banten.
    saya hobi sekali dengan hal-hal yang berbau recycling, sampai saya nekat ingin mencoba membuat pupuk kompos bersama teman-teman dan para warga dalam jumlah yg banyak pada program KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) di salah satu desa di kabupaten serang-banten, pada 4juli-4agustus 2012.
    tapi saya bingung, KKM hanya berlangsung selama 4 minggu, sedangkan membuat kompos manual dengan biaya murah, aktivator dan alat sederhana katanya perlu waktu minimal 8 minggu sampai berbulan bulan.

    saya sangat tertarik ketika ada info mengenai komposter ini, tolong beri saya masukan agar program kami dapat terlaksana dengan bantuan komposter tapi dengan biaya yg minimum.

    jika kami perlu mengajukan proposal, bisa menghubungi pihak mana ya?

    terimakasih atas perhatiannya.

    BalasHapus

Mari gabung diskusi