4.08.2005

Dengan Bio Phoskko, Mengelola Sampah Kota Jadi Mudah

Dengan Komposter Bio Phoskko, makin Mudah Kelola Sampah Organik.

Kapasitas suatu Bio Reaktor Mini (BRM) Green Phoskko ( Type L) adalah 1,5 m3 sampah atau 300 kg atau dapat mengolah sampah untuk sekitar 100 rumah tangga atau 1 (satu) RT. Jumlah demikian, karena rumah tangga Indonesia diketahui mengeluarkan sampah 2,6 kg atau 15 liter per hari per keluarga rumah Indonesia dengan 5 jiwa/keluarga. Dalam melaksanakan pengolahan sampah (organik) dapat diikuti tatacara berikut :

Pertama, siapkan sampah organik rumah tangga ( sisa makanan, potongan sayuran, kulit buah, sisa ikan dan daging ) serta usahakan bahan tersebut sudah berukuran kecil-kecil (10-50 mm/ 5 cm). Kapasitas Bio Reaktor Mini (BRM) atau Komposter Green Phoskko® (Type L) dengan dimensi : tinggi dan diameter ( 90 cm dan 55 cm) ini berkapasitas +/- 1,5 m 3 (kubik) atau setara dengan 300 kg sampah organik. Bagi sampah domestik rumah tangga atau restoran dan rumah makan, membuat sampah berukuran kecil tidaklah sulit. Selain karena bahan rumah tangga sudah berukuran kecil, melakukan perajangan juga tidak terlalu repot karena berjumlah sedikit atau cukup dirajang dengan dicacah-cacah menggunakan pisau dapur atau alat perajang lainnya. Dalam pemanfaatan tingkat komersial, pencacah dapat menggunakan mesin pencacah (chopper) berkapasitas 100-200 kg/jam yang berharga sekitar Rp 5.000.000,-

Kedua, masukan sampah organik ukuran kecil kedalam wadah pencampuran seperti kontainer plastik atau “jolang” atau ember. Kemudian campurkan penggembur ( balking agent ) Green Phoskko® sebanyak 1-3 % dari jumlah bahan organik atau setara dengan 6 kg untuk 300 kg sampah organik - seukuran BRM Komposter (Type L ) dan aduk hingga merata.

Ketiga, saat terjadinya proses penyerapan penggembur ( balking agent ) kedalam bahan sampah, dilain tempat ( baskom atau ember ke-2) disiapkan larutan mikroba aktivator Green Phoskko® (Compost -Activator). Caranya, ambil 0,25 kg atau 10 sendok makan mikroba aktivator kompos (kalau ada tambah gula pasir 1 sendok makan atau molases 1 sendok makan ) dan larutkan dalam air sebanyak 10 - 15 liter. Buat larutan merata, dengan beberapa kali mengaduknya, serta kemudian bisa langsung disiramkan kepada tumpukan bahan atau sampah tadi - yang telah diaduk dengan penggembur ( langkah 2 diatas tadi) secara perlahan, sedikit demi sedikit atau terlebih dahulu simpan 2-4 jam akan lebih baik lagi.

Keempat, setelah diperkirakan terlarut secara merata dan cukup air (kalau tumpukan sampah organik dalam wadah tadi digenggam tidak menetes namun jika diperas masih ada airnya), masukan bahan kompos tadi kedalam Bio Reaktor Mini/Komposter dan tutup rapat. Letakan Bio Reaktor di tempat teduh dan terhindar dari hujan. Dalam beberapa hari kemudian (hari ke 3 atau ke 4) akan terjadi reaksi panas sampai 70 derajat Celcius, jika ada bisa diukur dengan menggunakan thermometer. Pada saat terjadinya reaksi panas usahakan jangan membuka Bio Reaktor agar terjadi dekomposisi sempurna.

Kelima, pada hari ke 5- 6, reaksi dekomposisi dalam bio reaktor mini akan selesai dan saat tersebut dapat ditambahkan lagi tambahan sampah organik yang telah disiapkan sebagaimana langkah 1 sampai 3 diatas. Atau, jika dianggap perlu, pada hari ke-7-9, jika diukur suhunya sudah dibawah 30 derajat C atau dianggap sudah dingin, dapat dikeluarkan atau dipanen bahan kompos dari dalam BRM bagian bawah ( yang terlebih dahulu matang) melalui pintu bagian bawah yang tersedia. Bahan kompos tersebut masih basah, lengket dan lembab sehingga perlu disimpan di tempat teduh agar kena angin serta tutup dengan karung kemasan untuk diangin-anginkan. Maka dalam beberapa hari kemudian (umumnya 3-5 hari) bahan kompos yang asalnya basah akan menjadi kering dan gembur. Lalu, jika untuk dijual, ayak hingga terpisahkan antara butir kecil dengan bahan butir ukuran besar. Sebenarnya, kompos berukuran besar bisa ditumbuk atau digunakan bagi tanaman pekarangan. Gundukan kompos butiran kecil masukan kedalam kemasan sesuai yang direncanakan. Maka kini anda memiliki kompos buatan anda sendiri untuk siap dijual maupun langsung digunakan bagi tanaman pekarangan anda.

Proses dekomposisi -yang ditandai panas hingga 70 derajat Celcius selama 2-3 hari adakalanya terganggu dan tidak berjalan. Masalah ini bisa disebabkan oleh bahan baku yang kurang baik bagi pengomposan ( misalnya rasio C/N nya tidak sesuai, bahan terlalu basah atau terlalu kering, kurang oksigen dan aerasi atau terlalu lembab). Guna mengatasinya harus ditambahkan penggembur, tusuk-tusuk bagian sampah di dalam bio reaktor mini dengan paralon berlubang hingga masuk aliran udara serta tambahkan sedikit air.

3 komentar:

  1. Harry Makertia12:47 AM

    Informasi yang disampaikan sangat menarik dan informatif. Teruslah berkarya. Saya ingin minta informasi: bolehkah saya membeli bakteri aktivatornya saja? Trims!

    BalasHapus
  2. Membeli Aktivatornya juga bisa saja karena Gerakan kami ingin memmasyaratkan model alat ini digunakan warga menjadi alat yang berguna sebagai cara mengelola sampah, menjadikannya oeluang usaha dan memelihara lingkungan hidup.

    BalasHapus
  3. saya ingin mengenla lebih jauh mengenai pengelolaan sampah tapi dengan prktik ditempay saduara kira kira sya bisa mendapatkan / beremu saudara di mana? saya ingin memeiliki alat tersebut untuk mengurangi pencemara..tolong hub saya ya..

    BalasHapus

Mari gabung diskusi